Maaf sebelumnya, boleh kasih vote nya tidak? Pencet bintang di bawah pojok kiri aja kok. :')
Awalnya.. semua nya baik baik saja. Namun, semenjak Adeva Lacita Xeevara mendapatkan tawaran untuk mengikuti Olimpiade, semua nya berubah, terlebih Adeva pulang selalu membawa piala dan sertifikat. Itu membuat Papa nya memberi hadiah lebih sering pada Adeva daripada pada Adelyn.
Tidak ada lagi perlakuan yang adil. Bagi Adelyn Kaitlyn Xeevara, Adeva, kembaran nya itu sudah merebut kebahagiaan nya.
Adelyn juga ingin diperhatikan lebih dan diberi hadiah oleh Papa nya sama seperti Adeva. Entah lah, Adelyn sudah mencoba beberapa kali untuk berusaha mengambil perhatian dari Papa nya, namun, hasil nya Ia sendiri yang kena marah sang Papa. Dan juga.. berakhir dengan perdebatan orang tua mereka.
"Adelyn, Kamu kenapa lari lari diruang kerja Papa, sih?" ucap sang Papa a.k.a Ardo. Beliau marah, sangat marah. Anak nya itu tidak bisa diam akhir akhir ini. Namun, sebisa mungkin amarah nya Ia pendam.
Lihat saja, hari ini gadis kecil itu berlari lari diruang kerja nya, dan berakhir menabrak meja kerja nya yang terdapat kopi disana. Alhasil, kopi nya habis tumpah mengenai kertas berisi laporan laporan penting perusahaan.
Adelyn terduduk dilantai dengan kepala tertunduk, takut. Tangan nya sangat sakit akibat terbentur meja. Dan ini, Papa nya malah memarahi nya seperti ini.
"Harus nya kamu belajar dikamar sama Adeva.. jangan lari lari kaya tadi, tangan kamu juga jadi sakit, kan? Liat, dokumen dokumen perusahaan basah semua kena tumpahan kopi." tutur Ardo berusaha sabar.
"Ada apa sih? Papa gak kasian, ya, sama Adelyn yang dimarahin terus?" Ana a.k.a Mama sikembar datang sembari menggendong Adelyn. Dia juga bingung, akhir-akhir ini suaminya ini selalu memarahi putrinya yang kedua ini.
"Ma.. Adelyn lari lari terus nabrak meja Papa. Liat, dimeja ada kopi dan kopi itu tumpah kena dokumen-dokumen perusahaan."
"Kemarin kemarin pas Adeva gak sengaja kenain Es Krim ke dokumen-dokumen penting itu apa? Dia ga dimarahin. Kenapa waktu Adelyn dimarahin? Sampai kapan sih Papa perlakuin sikembar gak adil kaya gini?" Ana menatap suami nya tak suka. Karena menurutnya, kini Ardo sedikit bersikap tidak adil.
"Itu beda lagi--" ucapan Ardo terpotong karna Ana sudah meninggalkan ruang kerja nya. "Huft.. Adel Adel, kamu gak tau dilemari kamu banyak hadiah dari Papa?"
***
Adeva mengajak Adelyn untuk bermain bersama hari ini. Entahlah, bagi Adeva sifat Adelyn akhir-akhir ini berubah. Menjadi sedikit pendiam, pemarah dan juga tatapan sinis yang selalu dia berikan padanya.
"Adel, main air yuk, disitu doang, kok." ajak Adeva berusaha untuk mencairkan suasana. Karna kedua nya sedari tadi tidak ada yang membuka suara.
Adelyn menatap Adeva tak suka. Ia tidak berniat sama sekali untuk membalas ucapan kembaran nya. Terlalu malas. Pikirnya. Lalu kembali melanjutkan bermain Barbie milik nya.
Tangan Adelyn tiba tiba ditarik oleh Adeva yang tengah tersenyum lebar. Adelyn memberontak, pinggiran kolam renang itu yang cukup licin, apalagi dirinya tidak memakai alas kaki.
"Adev! Lepasin, gak? Aku gak mau! Nanti kalo jatoh gimana?!" tolak Adelyn sambil terus memberontak.
Adeva menurut. Ia melapaskan cekalan di tangan Adelyn. Adelyn menatapnya dengan pandangan tajamnya, gadis kecil itu menghentak hentakkan kaki nya kesal. Kaki nya terpeleset, dan tubuh nya jatuh ke dalam kolam renang.
YOU ARE READING
Twins
RomanceF O L L O W S E B E L U M B A C A [GANTI COVER] [LAGI DI REVISI SECARA ACAK]🙏 Mereka gadis kembar yang memiliki kemampuan berbeda-beda yang jarang orang punyai. Persaudaraan sekaligus keluarga mereka hancur karna diantara mereka ada yang meras...
