terobos waelah Eps 1🐱

4.9K 67 4
                                        

Sudah tradisi di SMA Gonzaga mengadakan festival setiap tiga bulan sekali, dengan mengundang para band dari masing masing sekolah yang berada di Bintaro, Jakarta Selatan dan dihadiri ciwi ciwi yang menantikan mereka perform

Tepat minggu depan festival itu akan diadakan, semua anak ekskul band tengah latihan di ruangan khusus dan menyebabkan suara bising disana, untung aja ruangannya kedap suara.

SMA Gonzaga memiliki beberapa grup band yang bertalenta, termasuk The Refive. Tidak sama dengan grup band lain yang sekarang tengah latihan, The Refive malah asik rebahan dan mengobrol santuy tepat dibawah AC ruangan.

"Anjir bentar lagi ganti tahun cok, kalian gada niatan punya pacar serius gitu?" kata Genta, cowo hitam manis yang posisinya Drumer

"Yaelah sans kalo cewe mah, ininih.."Agam menepuk pundak cowo yang sedang ngevape di sampingnya "..biro cewe" sambungnya

Loren membuka catridge vape miliknya, dan menuangkan liquid rasa mint sedikit demi sedikit dan mengiyakan perkataan sahabatnya itu. Baginya menguasai hati cewe itu suatu hal yang harus dibanggakan.

"Kalo mau cari pacar yang serius barengan aja bre, biar ngedatenya barengan terus dibayarin Loren HAHAHAHA" kata Jeky, disetujui oleh Agam dan Genta

"Gua udah punya pacar" ucap Bastian, Vokalis The Refive

"WHAT?!" ucap mereka ber empat

Mereka sontak kaget, tapi tidak heran sahabat mereka yang satu ini memang pendiam dan menutup masalah pribadinya, kalo kata Jeky mah boca freak

"Woi ko bisa!?"

"Parah banget lu, lu nganggep kita ini apa Bas?" kata Jeky sok dramatis "Kita udah tidur satu ranjang loh Bas, tega banget si kamu"

Agam memeluk Jeky yang lagi drama menangis "Yang sabar ya Dek, sini sama abang, abang suka ko yang udh ga kesegel pasti udah jago goyangannya"

"Yeu sarap lu pada" ucap Loren "He Bas, emang kapan sih lo jadiannya ko gua gatau" ucap Loren lagi

"bulan kemaren" ucapnya santai

"Yeu si anying gua tau nih siapa" kata Genta sambil tersenyum penuh arti

"Emang siapa?" tanya Loren

Genta berdecak "Masa lo lupa si Ren, si cewe yang naik ke atas panggung kemaren"

Loren beroh ria, walaupun ia tidak tau dan sudah lupa bentuk wajah si cewe yang diomongin Genta tapi ia mengangguk ngangguk seolah tau. Hayo siapa yg suka gini juga xixi

"Yoklah kantin nyuci mata" Loren bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kantin diikuti keempat temannya

🎸

"Nay, lo tu harusnya pertahanin beasiswa lo supaya bisa nyambung ke SMA Gonzaga bareng gue" ucap Dinie, temen sekaligus sahabat baiknya Nayo yg super duper amat cantik

Zetanayo atau sering dipanggil Nayo ini hanya cewe berpenampilan biasa dan kehidupannya hanya sederhana. Nayo masi mampu jika melanjutkan sekolah menegah atas, Tapi jika ia bersekolah di SMA yang disebutkan sahabatnya itu, ia tak mampu, karena sekolah itu benar benar mahal. Jika ia mengambil beasiswa yang ditawarkan guru SMP nya Nayo takut kejadian yang sama akan keulang.

"Soal biaya santai kali Nay, kan ada gue"

Bagi Nayo, Dinie adalah sosok malaikat yang melindunginya dari siswa siswi yang tak menyukai keberadaan dirinya di sekolah ini

"Ga mau gue, udah sering banget tau gue ngerepotin lu" ucap Nayo

"Kayak baru kenal aja si monyet"

"Emang kenapa sih lo mau banget sekolah disana?" tanya Nayo walaupun ia telah tahu pasti jawabannya

LORENWhere stories live. Discover now