"Sudahlah gue muak dengan semua ini"
Dia tertegun saat mendengar ku membentaknya tuk pertama kali
"Kenapa? Kenapa kamu jadi seperti ini?", Ujarnya putus asa.
"Masih tanya kenapa? Lo itu bego apa tolol sih? Kok masih tanya kenapa, lo pikir aja sendiri gue yakin lo pasti tau"
Dan untuk kesekian kalinya dia tertegun dengan perkataan ku yang kasar terhadapnya tadi.
"Maaf", lirih dia berucap seraya menunduk
Aku tertawa sinis mendengar penuturan maafnya.
"Maaf lo bilang? Kemana aja lo selama ini? Hah? Pergi tanpa pamit bahkan salam perpisahan pun nggak. Mikir dong gimana perasaan gue waktu itu?"
Kini dia berlutut dihadapanku sembari menggenggam kedua lenganku.
"Ya aku minta maaf untuk itu karena aku nggak mau melihat wajahmu yang melepas kepergianku dipenuhi rasa kecewa dan pastinya tangismu, aku nggak akan tega dengan melihat itu ada di wajahmu. Ku mohon, saat itu keadaanya sangat mendesak"
"Oke udah kan mau ngomong itu doang?", Setelah mengatakan itu aku melepas kedua lenganku dari genggamannya.
"Iya udah, tapi aku mohon kembalilah padaku. Selama ini perasaanku padamu tak pernah berubah sedikit pun sejak dulu, dan ku kembali untuk memilikimu lagi dan menjadikanmu selalu ada disisiku. Kamu mau kan?", Tanya nya dengan penuh harap.
"Hm?? Lo masih berani berharap begitu setelah apa yang lo lakuin ke gue? Hahhaha.. hebat ya lo?"
"Tapi aku yakin kamu masih punya perasaan yang sama padaku seperti dulu, ingat itu. Kalaupun kamu membenciku saat ini tapi lihat nanti aku akan meluluhlanmu lagi dengan caraku!", Dia tersenyum dengan percaya dirinya.
Hahha... Rasanya aku tak mampu lagi tuk membalas perkataannya itu. Sangat lucu bukan? Pergi tanpa kepastian dan kembali dengan membawa suatu harapan baru? Aku pun pergi dari hadapannya.
Mungkinkah itu akan terjadi? Tuhan, kuharap itu tak lagi terulang. Kumohon karena ku sudah kenyang menelan banyaknya kecewa selama ini. Jadi, untuk kali ini saja biarkan ku terhindar dari rasa kecewaku. Dan jangan biarkan hatiku terluka lagi olehnya. Batinku
YOU ARE READING
Cerita Tentang Kita
RomanceTersenyum? Tidak ada dalam kamusku! Terluka? Memang kapan ku pernah bahagia?! Dingin? Sejak kapan ku diberi kehangatan! Kecewa? Sudah biasa! Avarelle Zafxa Wiraganta Ku begitu bukan tanpa alasan, tapi ku begitu dilandasi berbagai alasan! Mungkin den...
