PROLOG

191 19 3
                                        

Loteng 2019

"Oke. Jadi peristiwa apa saja yang aku sukai hari ini?"

"Hujan? Itu memang kesukaanku.

Bermain bersama Taro? Ya itu mood booster ku.

Beres beres rumah? Memang tugasku"

Aku bergumam sendiri di hadapan buku diary coklat pemberian almarhumah ibuku, lama keningku berkerut karena hampir melupakan sesuatu, sesaat kemudian ku jentikan jari ku.

"Ahhh tentu hampir saja aku melupakan nya. Aku minum coklat panas bersama Taro di kedai pelangi milik Bu lidya, uuhhh itu sangat menyenangkan." Gumam ku lagi

Setelah ku tulis beberapa bagian menyenangkan hari ini aku tersenyum lembut ke arah Taro. Kucing kesayangan ku yang bermanik mata coklat madu dengan bulu berwarna orange dan putih bersih, serta pita kuning yang melekat indah di lehernya.

Kubelai pelan kucing yang sedang berbaring di kasur milikku. Masih belum puas aku pun membelai nya dengan sedikit gelitikan di perutnya sampai sampai Taro menggeliat pelan.

Namun suara ketukan keras pada pintu kamar ku mengalihkan atensi dari Taro kearah pintu, kulirik sekilas jam di atas meja belajar jam menunjukkan pukul 23.15 WIB.

"Siapa yang menggedor kamar tengah malam begini?" Gumam ku

Kulangkah kan kaki ku ke arah pintu kemudian membuka pintu itu. Sedikit terkejut ketika kubuka ternyata pelakunya adalah ibu tiri ku.

"Hey bisu kamu tau jam berapa ini?!! Kamu seharusnya matiin lampu kamar kamu! Ini sudah tengah malam kenapa kamu nggak tidur?? Atau kamu sedang jaga lilin?? Hah dasar anak tidak tau diri masih untung di kasih kamar. Cepat matiin lampu kamarmu itu, hemat listrik." Kata ibu tiri ku setelah itu di banting nya pintu kamar didepan wajahku dengan keras.

Aku masih tak bergeming dari tempat ku berdiri tadi, menatap pintu itu dengan nanar kemudian ku sunggingkan senyuman miris ku.

Ya begitulah kehidupan selalu ada awal dan akan ada akhir, berawal dari "hai" dan berakhir dengan "bye" kadang hidup memang monoton tetapi bakal ada warna yang menghiasi.

Aku pun mulai beranjak dari pintu dan duduk di dekat jendela besar yang menyuguhkan pemandangan hiruk pikuk kehidupan kota.

Ohh ya sedikit terlambat untuk memperkenalkan diri, hai nama ku Adinda. Adinda Zahrani . Aku Terlahir dari keluarga Wijaya, terlahir bisu, terlahir dengan satu ginjal dan terlahir untuk dijauhi.

Semua orang bilang aku pembawa sial, aku aib keluarga, tak ada yang menyukai ku termasuk yaa keluarga ku. Aku punya 2 adik, mereka adik tiri ku aku dan mereka beda rahim. Mereka laki laki dan perempuan.

Umur adik laki laki ku hanya terpaut 5 hari dari ku, nama nya Aksara Bagus Wijaya. Kami bersekolah di sekolah yang sama namun kami tak pernah bertegur sapa. Dia cukup terkenal karena ketampanan dan jabatan nya sebagai ketua tim futsal.

Sedangkan adik perempuan ku dia berbeda 2 tahun dari ku, namanya Aqila Maharani Wijaya. Dia masih SMP sekolahnya berdampingan dengan sekolah kami. Ya dia cantik dan cukup terkenal juga karena dia wakil ketua OSIS di sekolah nya.

Nama sekolah kami sama yaitu Epic High School, dibangun oleh kakek kami dan di teruskan oleh ayah kami yaitu Hermanto Wijaya.

Tapi bagaimana dengan ku disekolah?
Tak ada yang tau jika aku adalah anak kandung dari pemilik sekolah. Mereka semua membenci ku, mengganggu ku, menganggap ku pembawa sial.

Hanya karena aku berbeda, aku bisu.
Dan semua orang menganggap aku adalah aib keluarga,mereka bilang aku seharusnya tak lahir ke dunia ini.

Aku sudah terbiasa menerima cacian dan hinaan mereka, yang menguatkan ku adalah senyuman ibu. Setiap aku merasa tak akan ada tujuan hidup aku cukup mengingat bagaimana dia tersenyum lembut ke arah ku, bagaimana caranya dia mengelus lembut rambut hitam panjang ku. Hanya itu sumber kekuatanku ohh dan ya Taro juga termasuk.

Kembali kubelai bulu lebat Taro,sembari kutatap langit malam yang bertabur bintang, serta lalu lalang kendaraan yang tak pernah sepi. Hembusan nafas ku terasa berat, meratapi malang nya kehidupan ku.

Ku hadapkan kepalaku kearah diary Coklat pemberian ibu, dan aku tersenyum sambil berkata tanpa suara
"Tuhan Terimakasih untuk nafas hari ini".

              

Berrsambung~

Hiyaa ini frist my story.
Tolong tinggalkan jejak bintang.
Thnks

Enjoyy dan slamat menikmati ceritanya..

Salam Cln. Presiden
Mueeehheehehe

Tentang Aku (HIATUS)Stories to obsess over. Discover now