Seorang gadis berjalan melintasi koridor dengan kepala yang tertunduk dan air mata yang membasahi pipinya, dia Aira cewek ceria, imut yang ceroboh dan selalu sayang Alvaro.
Flashback
"Aro, nanti pulang sekolah ke mall yuk, kita makan bareng terus main capit boneka, aku kemarin liat story ig Siti banyak banget dapet bonekanya katanya dia pergi sama Dono main capit boneka, Aro mau kan?" ucap Aira dengan tangan yang melingkar dilengan Varo
"berisik."
Ara salah ya?" Varo pun tidak membalasnya malah dia pergi begitu saja meninggalkan Aira sendiri ditaman sekolah.
Aira tetap berjalan menuju kelasnya dengan pandangan yang menunduk, itu membuat penghuni sekolah merasa bingung, karena Aira yang biasanya selalu tertawa sekarang malah menunduk dan mengeluarkan airmata, Aira memang cukup terkenal disekolahnya ia terkenal karena berpacaran dengan Alvaro. Siapa yang tidak mengenal Alvaro? Satu sekolahpun mengenalnya karena dia adalah anak pemilik sekolah.
Sampai dikelas Aira duduk ditempat duduknya, Aira langsung menghapus airmatanya saat ada seseorang yang menghampirinya, itu adalah Kia sahabat Aira.
"Ra? Kenapa?" tanya Kia sambil duduk disebelah Aira. Saat ditanya seperti itu Aira malah menangis lagi, Aira memang tidak pintar menyembunyikan kesedihannya, Aira tidak bisa berbohong, mungkin hanya diwaktu tertentu.
"Ra kok nangis sih? Kenapa? Cerita."
"Aro Ki hiks..."
"Kenapa? Nyakitin lo lagi? Ck, udah lah ra lepasin aja masih banyak cowok kok yang mau sama lo, masa lo mau bertahan sama orang yang terus nyakitin lo. Udah berhenti gausah cengeng." usapan tangan Kia dipipi Aira membuat Aira berhenti menangis.
"Kii, lo gampang bilang gitu, iya bener banyak cowok didunia ini, tapi gw sayangnya sama Aro"
"Bucin"
Kriiinngggggg
"Udah bel lebih baik lo siap-siap habis ini pelajarannya pak botak" ucap Kia. Pak botak itu guru matematika yang sangat killer, nama aslinya pak Arno tetapi banyak murid yang memanggilnya pak botak.
👉👉👉
"Ra, lo langsung pulang atau gimana?" ucap Kia sambil membereskan buku-bukunya.
"Kayak biasanya"
"Nunggu Varo?"ucap Kia sambil dibalas anggukan Aira.
"Mau gw temenin?"
"Enggak deh ki, lo pulang dulu aja" ucap Aira sambil tersenyum.
"Oke, hati-hati ya Ra" Kia meninggalkan Aira sendirian dikelas. Selesai membereskan bukunya Aira berjalan menuju parkiran untuk menemui Alvaro dan mengajaknya pulang. Terlihat Alvaro yang sedang mengobrol dengan perempuan ternyata itu Keisha ketua ekskul cheerleader, dengan keberaniannya Aira menghampiri Alvaro, toh Alvaro pacarnya jadi dia tidak perlu merasa takut.
"Ro" Alvaro dan Keisha menoleh dan menaikkan satu alisnya.
"Aro gak pulang?"
"Lo pulang sendiri" perkataan itu membuat Aira bingung
"kenapa?"
"gw sibuk" Aira menunduk. Lagi-lagi dia tersakiti dengan sikap Alvaro. Alvaro gak seperti dulu dia beda dia berubah.
"oh ok" Aira pun lekas pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kehalte untuk menunggu angkutan umum yang lewat. Saat lama menunggu suara derum motor yang lewat terdengar, Aira tersenyum miris disana terlihat Keisha duduk di motor Alvaro sambil memeluk tubuh Alvaro dari belakang. Aira sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Aira bingung apa yang membuat Alvaro menjadi berbeda kepada Aira, Alvaro tiba-tiba berubah begitu saja. Tetapi Aira tidak terlalu memusingkan hal itu, mungkin Alvaro mempunyai masalah lain sehingga dia bersikap seperti ini. Atau mungkin Alvaro bosan?, ah tidak tidak. Tetapi mungkin itu bisa terjadi.
Tbc
Maaf jelek, baru pertama semoga banyak yang baca, jangan lupa vote, coment, kasih saran, terimakasih,
Saranghaeyo:)
