1

370 13 2
                                        

Sinar matahari menyinari sebuah kamar seorang gadis yang bernama Amanda yang sedang tertidur pulas.

Perlahan gadis itu terbangun dari alam mimpinya. Saat melihat jam dinding yang ada di kamarnya, matanya melotot.

"Mampus gue kesiangan, 45 menit lagi gue bisa telat nih" ucapnya. Diapun langsung bergegas menuju kamar mandi.

Sekitar 25 menit dia keluar dari kos kosannya. Amanda memang tinggal di kos kosan karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan. Dulu dia pernah ditawari oleh kerabat kerabatnya untuk tinggal bersama tetapi dia menolak dengan alasan dia tidak mau merepotkan.

Meskipun tinggal sebatang kara dia tetap melanjutkan study nya di SMA Persada dan tidak menjadi berandalan.

Amanda bisa sekolah di SMA Persada karena mendapatkan beasiswa, dia juga sering mewakili sekolahnya dan mendapatkan juara.

Dia juga memiliki sebuah kafe yang pelanggannya cukup ramai. Dia bisa memiliki sebuah kafe karena gaji dari pekerjaan yang dulu dia lakukan dan uang saku dari lomba lomba yang pernah dia lakukan.

......

Saat sampai digerbang SMA Persada dia bernafas lega karena belum ditutup tetapi saat ingin masuk seorang anak laki laki menubruknya. "Eh lo punya mata nggak sih?" tanyanya marah.

Semua murid SMA Persada yang ada disana melirik kearah Amanda. Mereka melihat seorang anak laki laki yang asing digerbang SMA Persada.

"Itu anak baru ya? Kok baru liat" tanya seorang cewek yang berkucir kuda.

"Nggak tau tapi ganteng banget" jawab temannya.

"Iya, ya ampun gans banget, udah punya pacar belom ya?" tanya cewek lainnya.

Sontak Amanda mengerutkan keningnya. Anak baru? Bodo amat, ngapain juga gue pikirin batin Amanda.

Sementara laki laki itu tidak menggubris ucapan siswi siswi SMA Persada. Dia berbalik dan mendapati seorang cewek yang sedang duduk ditanah.

"Ya ampun jutek banget sih, untung ganteng" ucap seorang siswi lainnya.

"Gue? punya lah, nggak liat gue punya mata?" tanya laki laki itu datar tanpa merasa bersalah.

"Kok lo sewot sih? Harusnya gue dong yang sewot. Lo kan yang nabrak gue" jawab Amanda.

"Ck jadi cewek kok ribet amat sih. Amat aja kagak ribet" ucap Angkasa.

"Eh apa hubungan cewek ama amat?"

"Ckckck udah ribet, bego lagi"

"Lo ngatain gue bego?"

"Nggak, elo sendiri yang bilang"

"Bukannya minta maaf kek bantuin kek ini malah ngatain"

"Pingin banget ditolongin gue?" tanya laki laki itu menaik turunkan alisnya.

"Ihh nyebelin banget sih lo, jadi cowok" jawabnya kesal.

"Gimana sih katanya minta ditolongin, udah ditawarin eh malah kesel" tanyanya dengan kening berkerut.

"BOMAT, Bodo amat"

Karena merasa kesal dengan laki laki yang menabraknya, Amanda memutuskan untuk masuk kesekolah dan meninggalkan laki laki itu.

Korban PHP✔Where stories live. Discover now