25. Segurat senyum

1.2K 145 12

"I love you more Key.."

Keylo mendongak cepat. Ia menatap wajah Kevan penuh binar. Kevan yang baru saja bangun pun langsung tersenyum tipis, ia menatap wajah polos Keylo yang juga menatapnya penuh haru.

"Bisa mewek juga lu?"

"Kevan tolol!" Keylo menghamburkan pelukannya. Ia memeluk tubuh Kevan yang terbaring lemas itu erat, Kevan hanya bisa meringis pelan. Ia mengelus rambut Keylo lembut.

"Bego! Lu ngapain ngelawan bang jabrik hah!"

"Gue cuma gak mau dia nyakitin lu Key.."

"Dia itu preman njir!"

Kevan terkekeh, memang aksinya kemarin-kemarin tergolong nekat. Bagaimana bisa seorang pelajar mengalahkan segerombolan preman yang usia dan badannya tidak setara dengannya. Meskipun Kevan biang kerok, tukang tawuran, pembawa problem, tapi lain ceritanya kalo di keroyok begini. Kevan bukan ipman yang bisa ngelawan banyak orang.

"Sumpah lu gak ada otak njir.."

"Otak gue, gue pinjemin ke Gilang.."

"Pantesan goblok!" Keylo membentak, membuat tawa Kevan menyembur hebat melihat ekspresi jengkelnya.

"Si iler malah ketawa!"

Kevan meredakan tawanya. Ia memegang kepalanya yang mendadak terasa berat. "Aduh.."

"Sakit Van?"

"Enakhh.."

Keylo memasang wajah flat andalannya saat Kevan malah merespon ucapannya dengan nada sensual + tatapan cabul. Demi kerang hijau yang sering di makan Andra tiap jam istirahat, ini bocah gak ada kapoknya.

"Mau gue buat koma gak Van?" Tanya Keylo yang hampir saja membuat tawa Kevan menggema lagi (kalo gak di ancem dengan tiang infus).

"Jangan lah Key.."

"Kali-kali jangan bikin gue kesel napa!"

"Lu khawatir ke gue?" Kevan tersenyum, ia menatap wajah Keylo fokus.

"Gue cuman takut lu kenapa-kenapa."

"Itu namanya khawatir Key!"

"Hn.." Keylo tidak bisa mengelak lagi, sudah jelas-jelas ia memang menghawatirkan si biang keringat Kevano.

Kevan hanya menyengir lebar, ia menatap wajah Keylo penuh arti. "Gue seneng lu khawatirin.."

"Gue juga seneng lu gak kenapa-kenapa.."

Kevan menyengir, ia mengelus rambut Keylo lembut. Hatinya menghangat seketika setelah beberapa saat kemudian, ia mulai mengerutkan keningnya heran.

"Gue kayak lupa sesuatu.."

"Lupa apaan?"

"Bentar gue inget dulu."

"Hn.."



"Ya anjir! Anak-anak!"

***

Flashback beberapa hari saat tragedi (eakk)

Noah menggembungkan pipinya kesal. Hari ini dia bolos sekolah lagi, alasannya? Tentu saja karena tidak mengerjakan tugas. Noah kan mageran, dia juga anak yang enggan untuk mematuhi peraturan sekolah. Meskipun masih tergolong bocah SD, tapi tingkat ke berandalan Noah sudah sekelas cowok-cowok bragajul dewasa.

"Noah, kita gak di marahin ini duduk di sini?"

Noah menoleh, ia menatap wajah Epan spontan. "Epan takut?"

Epan mengangguk imut, ia memeluk lengan Noah erat. "Ini kan kebun orang, Epan takut kita keciduk berbuat asusila disini!"

"Emang kita ngapain Epan?"

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang