Bab 1- Ingin Kubunuh Pacarmu!

2.9K 233 12
                                        


Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya, Cantik
Aku cemburu.

Sakha bernyanyi dengan lantang seolah menyuarakan isi hatinya di tengah hingar bingar konser band favoritnya, Dewa 19. Tidak hanya sekadar bernyanyi, tapi Sakha benar-benar merasa hatinya terbakar cemburu saat melihat pemandangan tepat di depan matanya, sahabat perempuan yang ia cintai tengah dipeluk oleh kekasihnya. Tangan Sakha mengepal, ingin rasanya memisahkan dua sejoli di hadapannya. Tapi apalah daya Sakha hanya sebatas sahabat.

'Friendzone, sialan!' Gerutu Sakha dalam hati.

"Sakha! Fotoin kita dong!" Ucap gadis manis yang masih dirangkul oleh kekasihnya.

Dengan senyum sinis, Sakha terpaksa mengambil HP ber-case warna ungu dengan cover photocard sepasang kekasih di belakangnya.

"Kasih aba-aba ya, Ka!", pinta Alya saat menyerahkan HP-nya.

"Iye!", jawab Sakha ketus.

Sakha malas memberi aba-aba dengan suara, karena nanti percuma suaranya pasti akan tenggelam di antara gemuruh musik konser. Maka Sakha memilih untuk memberi aba-aba dengan jarinya.

Sudut bibir Sakha tertarik, senyum tipis mulai mengembang dari wajahnya saat melihat perempuan mungil yang ia cintai dalam diam itu mulai berpose lucu dan menggemaskan. Namun, seketika senyum Sakha menyusut saat menyadari ada sosok laki-laki yang masuk ke dalam frame foto dan merangkul gadis Jawa pujaannya itu.

Buru-buru Sakha menyudahi profesi dadakan sebagai fotografer dan mengembalikan HP milik Alya. Saat hendak dikembalikan, Alya malah menolak.

"Kita selfie yuk! Sakha ayo kita foto bareng! Pake kamera belakang terus 0,5 aja biar keliatan konsernya." Alya memberikan arahan.

"Ayo, Kha, ikut foto aja," ucap Randi, kekasih Alya yang masih setia merangkul Alya.

"Udah, gue nggak usah, kalian aja. Mau difotoin lagi?"

"Ayo dong sama lo juga, Kha! Please!" Pinta Alya sambil menangkupkan kedua tangannya dan memasang wajah yang memelas tapi menggemaskan.

'Sial! Kenapa gemes banget sih, Al!' Gumam Sakha dalam hati. Hati yang akhirnya luluh dan menuruti permintaan Alya.

Selesai berfoto bersama, Sakha mengembalikan HP Alya, tidak berhenti sampai disitu Alya lalu menekan tombol rekam dan mulai mengarahkan kameranya ke wajah Sakha.

"Sakha, mana suaranya! Nyanyi dong!"

Lagi-lagi Sakha hanya bisa menuruti permintaan sahabatnya. Ingin rasanya Sakha juga ikut merangkul Alya ditemani lagu-lagu romantis Dewa 19. Tapi pasti itu hanya mimpi belaka karena Sakha sadar status hubungannya dengan Alya hanya Just Friend!

*****

"Eh, gila sih semalem konsernya seru banget tau! Sayang banget deh kalian nggak ikutan. Iya kan, Kha!"

Sakha terhenyak saat lengannya ditepuk oleh Alya. Sakha hanya mengangguk karena mulutnya sedang sibuk mengunyah mie ayam. Empat sekawan karyawan salah satu bank swasta di ibukota itu sedang asyik menyantap sarapan pagi di mie ayam gerobak langganan di belakang gedung.

"Masa, sih? Perasaan lagunya itu-itu aja deh, nggak ada lagu baru, kan?" Fika merespon sebelum menyuap sesumpit mie.

"Iya, bukannya kita udah pernah nonton ya konsernya pas acara HUT kantor. Jadi agak bosen nggak, sih?" Imbuh Dina yang duduk di sebelah Fika.

"Iya sih, lagu-lagunya nggak ada yang baru, tapi seru deh pokoknya, jadi berasa nostalgia, iya kan, Kha!" Lagi-lagi Alya menepuk lengan sahabat pria di sampingnya.

Sakha yang masih sibuk mengunyah masih menjawab dengan anggukan.

"Ish! Sakha nih, bantuin jawab dong jangan ngangguk mulu!" Alya terlihat kesal melihat satu-satunya pria di antara empat sekawan itu malah sibuk makan seolah tidak menyimak isi pembicaraan.

"Iya, Alya cantik. Semalem konsernya seru banget kok! Sampai ada yang nempel terus kayak lem!" Celetuk Sakha di sela kunyahannya.

"Sakha!" Kembali Alya menepuk lengan Sakha. Dina dan Fika hanya cekikikan.

Sejujurnya, Sakha malas membahas konser semalam karena yang ia ingat dan lihat alih-alih konser Dewa 19 melainkan pasangan LDR yang sedang reuni dan temu kangen.

Sakha mendadak tidak berselera lagi dengan mangkuk mie ayam yang ada di depannya. Sakha kesal jika mengingat konser semalam. Konser yang seharusnya spesial hanya dia dan Alya yang menonton seperti layaknya sepasang kekasih, tapi menjadi berantakan ketika Alya merengek pada Sakha agar dibelikan satu tiket lagi untuk Randi yang kebetulan sedang libur kerja dan pulang ke Jakarta.

Sakha lalu beranjak dari mejanya dengan alasan mau membayar ke kasir sekaligus merokok. Padahal dalam hatinya sedang diselimuti amarah dan cemburu mendengar cerita Alya tentang Randi kepada Fika dan Dina.

"Terus jadinya si Sakha jadi obat nyamuk dong di sana liatin lo berdua pacaran?" Fika terbahak, diikuti Dina usai melihat isi galeri HP Alya yang banyak berisi foto dan vidio Alya bersama Randi.

"Ngakak banget sih, nggak kebayang komuknya si Sakha." Dina menggeleng sambil tertawa.

"Ya abis gimana ya, masa Randi pas lagi libur dan pulang nggak gue ajakin. Kan gue juga pengin pacaran. Salah sendiri Sakha nggak ngajakin ceweknya kek, atau siapanya kek biar nggak jadi obat nyamuk banget gitu."

"Siapa juga yang mau diajak sama jomlo akut kek si Sakha itu." ucap Fika.

"Haha, iya juga sih, mana si Sakha lagi bewokan gitu jadi kucel and the kumel gitu ih," Dina menimpali.

"Eh, atau kita make over aja si Sakha, terus kita kenalin deh ke kantor cabang lain, siapa tahu ada yang nyantol, iya kan? Soalnya kalau di kantor kita kayaknya udah pada gumoh deh liat muka si Sakha." Alya terbahak diikuti dua sahabatnya.

"Woy! Ngomongin gue ya lo pada!" Sakha kembali ke meja setelah menghabiskan setengah puntung rokok yang sengaja tidak ia hisap habis karena mendengar percakapan ketiga sahabat wanitanya yang menyebut namanya.

"Emang iya! Kita lagi mau mau make over lo, Kha. Biar agak beningan dikit gitu, dikiiiit aja juga nggak apa-apa kok." Ucap Dina sambil menangkupkan ujung jari telunjuk dan jempolnya diikuti dengan suara cekikikan

"Ogah! Gue udah ganteng gini mau di-make over gimana lagi? Males gue!" Sakha lalu menyeruput es jeruk di mejanya.

"Ganteng dari mananya kali, gantengan juga pacar gue, Kim Taehyung!" Sambung Fika.

"Halu, aja lo!" Sakha melempar gumpalan tisu ke arah Fika.

"Tapi seriusan loh, Kha. Kita agendain yuk! Gemes tau gue pengin nyukur jambang lo itu ih." Alya bergidik.

"Ya udah nih, cukurin dong Al." Sakha malah bersemangat dan menyodorkan dagunya yang berjanggut ke arah Alya.

"Ew! Sana sih!" Alya geli dan mendorong wajah Alya.

Tak mau hilang kesempatan, Sakha sengaja menahan tangan Alya sambil berkata, "serius Alya, gue mau banget kalau dicukurin sama lo. Gue bawa cukuran di tas tuh, beneran ya lo cukurin!"

"Oke, siapa takut! Tapi abis cukuran nanti lo gue kenalin ya sama temen pendidikan gue dari cabang Garut, cantik banget loh, Kha. Asli, nggak boong ini mah!" Alya menarik tangannya yang mulai terasa longgar dari genggaman Sakha.

"Males!" Sakha berpaling dari wajah Alya dan kembali menyeruput es jeruk yang hanya menyisakan es batu saja.

'Alya, Alya, kapan sih lo bisa peka?' keluh Sakha dalam hati.

Tiga tahun lamanya, Sakha memendam rasa kepada salah satu sahabat yang jadi cintanya. Begitu rapi, hingga tak ada seorang pun yang tahu, kecuali Tuhan. Tapi Sakha pun tak berniat untuk merebut Alya dari Randi. Karena ia yakin, jodoh pasti tak kemana.

💟💟💟💟💟

JUST FRIEND (BUKAN TEMAN BIASA)Des histoires addictives. Découvrez maintenant