CEO || 00. Prolog

8.5K 141 6
                                        

o0o

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

o0o

Warning! Ada adegan dewasa didalamnya, jadilah pembaca yang bijak dalam memilih bacaan

Dentuman suara musik terdengar keras ditelinga, lantai dansa sudah dipenuhi oleh ratusan orang yang datang malam ini. Club D&G, club malam yang terkenal dipusat perkotaan itu tak pernah sepi pengunjung, banyak yang datang dari yang muda hingga yang tua pun ada untuk sekedar menghilangkan dahaga dengan segelas alkohol.

Seorang gadis terlihat berjalan sempoyongan menuju lantai dansa bergabung dengan orang-orang yang sudah ada disana. Meliuk-liukkan tubuhnya dengan gemulai mengundang tatapan lapar dari pria hidung belang disekitarnya.

Tubuh seksi itu tercetak jelas hingga membuat lelaki hidung belang seakan-akan ingin memangsa wanita itu.

Seorang pria lengkap dengan jas kerjanya duduk disofa yang sudah disediakan, matanya menatap kearah gadis bergaun merah yang terlihat seksi dibawah lampu yang temaram.

"Gue mau cewek itu malam ini,"

"Tapi bos, dia bukan jalang disini," sahut pemilik Club

"Gue nggak mau tau, pokoknya gue mau dia udah ada dikamar gue,"

"Saya coba," pria itu mendekat kearah wanita yang diinginkan bosnya padahal ia tahu jika wanita itu bukanlah salah satu jalang yang bekerja di Club ini.

Terlalu takut untuk membantah ia memilih untuk menghampiri wanita itu jika tak ingin kehilangan pelanggan yang langka ini. Ternyata tidak susah untuk menyeret wanita itu, karena pada dasarnya wanita itu sudah terlalu mabuk hingga sangat mudah untuk menuntunnya ke kamar milik pelanggannya itu.

Ia merebahkan wanita itu yang kini sudah setengah sadar akibat banyaknya alkohol yang dia minum. Pria itu meninggalkan wanita itu lalu menghampiri pelanggannya itu.

"Seperti yang anda inginkan, wanita itu sudah berada di kamar anda,"

"Bagus, bonus untuk lo nanti nyusul," setelah mengucapkan kata itu. Pria itu langsung menuju kamarnya dengan siulan yang terdengar riang.

"Malam ini santapan yang nikmat," smirk muncul diujung bibirnya

Pintu terbuka dan menampilkan sesosok wanita yang sudah terlentang diatas kasur, gaun merah yang wanita itu kenakan sudah tersingkap dan kini menampilkan paha yang putih mulus itu. Pemandangan yang seperti itu semakin menambah nafsu birahi pria itu.

Tak mau membuang waktu lama-lama dengan cepat pria itu menutup pintu dan menguncinya lalu naik keatas ranjang.

Pria itu mengungkung wanita lemah itu dibawahnya, kilatan nafsu berkobar di matanya menatap bibir merah seksi itu.

Bibir keduanya kini menyatu, melumat, mengecap. Pria itu menggigit bibir bawah wanita itu agar mau terbuka, lidahnya mengabsen tiap rentetan gigi indah itu. Puas dengan bibirnya pria itu menurunkan ciumannya ke leher jenjang wanita itu.

"Eungh!"

Lenguhan terdengar dari mulut wanita itu yang membuat semangat pria itu untuk mencicipi lebih jauh berkobar kembali. Kedua tangan wanita itu meremas rambut pria itu dan membenamkan wajahnya diantara gundukan miliknya, berharap untuk dinikmati dengan keras.

Tak ingin membuang waktu lama-lama pria itu mulai melucuti pakaian keduanya hingga kini telanjang. Pria itu tersenyum menatap tubuh polos dibawahnya, dengan tak sabaran pria itu langsung saja memasukkan miliknya kedalam milik wanita itu.

"Aarghh!!" teriak kesakitan wanita itu merasakan sesuatu yang mencoba memasuki bagian tubuh bawahnya

"Ck, sempit banget tapi nikmat," gumam pria itu dan melanjutkan aksinya memasukkan miliknya yang sudah terbenam setengah

"Sa...kit, aauh,"

"Bentar lagi juga enak, bitch," gumam pria itu

Setelah semua miliknya terbenam pria itu menjauh mundur kan tubuhnya, kenikmatan yang tiada tara kini dirasakan keduanya.

"Aah, hemm...faster, ouh,"

"You wish bitch!"

Pria itu semakin keras menghentakkan tubuhnya, suara decitan dan suara decapan terdengar menggema dikamar itu. Semakin lama pria itu merasakan jika ia sudah sampai pada batasnya. Dengan gerakan cepat ia menggerakkan tubuhnya hingga.

"Aahk! Gue sampe!!" teriak pria itu

Tubuh keduanya sudah lemas, pria itu tak menyangka akan melakukan permainan senikmat ini dengan wanita perawan. Dengan perlahan ia mencabut miliknya lalu tidur disamping wanita yang sudah terpejam terlebih dahulu.

o0o

o0o

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
CEO Sombong || End (Remake)Stories to obsess over. Discover now