"Aku tunggu kamu di gerbang belakang, habis pulang sekolah"
Selia menarik bibirnya keatas
Sebuah pesan singkat yang mampu membuat hatinya sedikit berdesir.
"Kenapa lo sel, kesambet? ". Selia tersingkap seakan ketawan mencuri. Dengan sigap ia menekan tombol home pada handphonenya, tak ingin rena gadis berkucir kuda itu melihatnya.
Selia menggeleng, kembali memfokuskan pandanganya pada pak habib yang sedang menerangkan logaritma di depan.
Rena menatap selia curiga. Matanya memicing ragu. "Awas aja kalo sampe gue tau lo nyembunyiin sesuatu dari gue sel".
Selia hanya tersenyum tipis, ia ingin sekali memberitahu rena. Kalau perlu menjerit sekalipun. Tapi tidak sekarang, ia hanya takut jika mulut rena bocor kemana-mana sehingga satu sekolah tahu jika saat ini berpacaran dengan seorang GERALDY FIKRILANO.
Tidak bisa dipercaya!
Sama selia pun juga.
---------------------
Tak pernah terbesit sedikitpun di dalam angan-angan seoarang Selia ochamara, jika ia bisa berpacaran dengan aldy kakak kelas yang cukup banyak digilai kaum hawa. Ingat cukup, aldy bukan tipe cowok famous atau yang anak zaman milenial sebut the most wanted of school.
Dalam benak selia, ia begitu senang bahkan kelewat senang. Bagaimana tidak selia baru saja merasakan masa putih abu-abu. Dan ia bisa menjadi pacar kakak kelas yang memiliki senyum semanis cha eun woo uwuuu...
Kalau dikata bangga. Tentu saja selia bangga. Kadang selia berpikir apakah matanya aldy kelilipan atau bermasalah. Dari banyaknya gadis di luaran sana kenapa harus dirinya. Selia tidak ingin dicap munafik yang menganggap dirinya cantik atau gadis pendiam, lugu serta memiliki hati bak malaikat. Nyatanya tidak seperti itu.
Sebenarnya selia dulu tidak begitu
mengenal pacarnya itu. Ia hanya tahu jika aldy adalah salah satu penggurus OSIS, itupun selia tahu karena aldy sering memberi materi ospek dikelasnya beberapa bulan yang lalu.
Selebihnya selia buta alias tidak tahu apapun, tutup mata tutup telinga. Ia bukan rena yang sebelum masuk ospek sudah stalker semalam suntuk hanya untuk mengali informasi para katingpan (kakak tingkat tampan). Begitulah rena menyebutkanya.
-------------------
"kak bisa tunggu aku sebentar nggak, aku lagi nyari bu yuan buat nyerahin proposal "
Selia membaca pesan itu sekali lagi sebelum menekan tombol send.
Sebenarnya selia tidak benar-benar ingin mencari bu yuan. itu hanya alibinya saja agar ia tidak bertemu rena.
Cewek yakin rena sudah mencegatnya di gerbang belakang.
Dan benar saja rena sudah standy by digerbang belakang. Cewek itu berdecak buru-buru ia bersembunyi tatkala mata dia dan rena hampir berpapasan. Dan untung saja cewek itu secepat kilat menempel dari tembok ke tembok merayap layaknya ulat. Orang orang yang berlalu lalang seakan tidak peduli mereka hanya hanya menatap selia sekilas lalu melewati selia begitu saja.
"Eh, selia ngapain lu? " Bahu selia merasa ditepuk, cewek itu menoleh mendapati joko teman sekelasnya sambil menenteng kresek besar.
"Bawa apaan lo?" Alih-alih menjawab pertanyaan joko, selia justru bertanya perihal tentengan joko.
Joko mengangkat bungkusan itu tinggi-tinggi. "ini tuh botol, kan lumayan kalo dijual bisa jadi dolar" ucap joko cengegesan.
Selia menggeleng tak percaya." Ko lu kan kaya, harta lo tujuh turunan juga ga bakal habis beginian".
YOU ARE READING
HEARTBEAT
Teen Fiction" Kita putus ". Selia menunduk memandangi ujung sepatunya. Sudah menduga jika ini akan terjadi. Menghela nafas lelah. Menyungingkan senyum tipisnya. " Iya ". Jawabnya pelan kemudian mendongak menatap pria di hadapannya dengan mata yang mulai me...
