Seanna Divyanisa

350 12 0
                                        


-○-

Kringgg kringgg kringgg

"Seaa bangun! Itu alarm kamu udah bunyi dari tadi tapi orangnya belum bangun juga." Teriak Lauren dari depan pintu.

Gadis yang sibuk meraba dimana letak alarmnya itu akhirnya memilih menyudahi mimpi indahnya dan kembali kerealita hidupnya.

"Iya iya ma ini Sea udah bangun." Balasnya dengan nada khas orang baru bangun tidur.

"Cepetan mandi nanti kamu telat ini kan hari pertama kamu jadi anak SMA loh, See." Ujar Lauren.

Tidak ada jawaban yang menandakan gadis tersebut sudah terjun untuk mandi dan merapihkan dirinya.

Seanna atau Sea namun hanya orang terdekatnya lah yang boleh memanggilnya demikian sedangkan orang lain biasa memanggilnya Ana, hari ini hari pertamanya menjadi seorang siswi SMA setelah melewati masa orientasi yang cukup merepotkan bagi Ana akhirnya hari ini tiba dan ia bertekad agar tidak ada kekacauan dihari pertamanya. Itulah kenapa ia mandi tidak begitu lama seperti biasanya demi menjadikan hari pertamanya berjalan dengan sempurna.

Orang selain mamanya yang berhak memanggilnya Sea adalah sahabatnya sejak SD yaitu Aletha Harsha, Leta memiliki pemikiran yang lebih dewasa dari Ana bahkan Leta lebih sering menasehati Ana dari pada Ana menasehati Leta. Ana dan Leta masuk kesekolah dan kelas yang sama dari SD dan ketika sekarang SMA pun tetap sama yaitu SMA Pelita kelas X IPA 3 dan tentu saja duduk bersama.

"Makan dulu See." Titah Lauren

"Duh gimana ya ma, Sea takut telat,"

"Sea berangkat mah doain anakmu ini cepat dapet pacar, assalamualaikum." Lanjut Ana sambil mencium punggung tangan Lauren dengan terburu-buru.

"Untung gak macet, hoki banget gue." Gumam ana.

Dari kejauhan ana sudah bisa melihat sahabatnya menunggu didepan gerbang persis seperti permintaannya semalam.

"Woi!" Ucap ana sedikit berteriak kearah Leta.

"Wai woi wai woi, enak banget lo kaya gak punya dosa untung gue sabar nungguin lo." Omel Leta.

"Hehe ampun, Ta. Gue kesiangan." Balas Ana disertai dengan cengengesan tidak berdosanya

"Ya iya gue juga tau lo kesiangan kalau enggak kesiangan gak mungkin gue ngegerutu begini." Kesal Leta.

"Berisik, yuk ah kita cari kelas." Ucap Ana seraya menarik tangan Leta yang masih memasang wajah sebalnya.

"Kita duduk di belakang aja ya, Ta. Biar bisa tidur." Ucap Ana yang mendapat anggukan setuju dari Leta.

-○-

Tak lama setelah acara menentukan bangku akhirnya semua siswa dan siswi tahun ajaran baru dikumpulkan dilapangan untuk demo ekskul, sambutan dari kepala sekolah dan ketua osis beserta seksi-seksinya.

Setelah sambutan dan rangkaian demo ekskul para siswa dan siswi baru dipersilahkan untuk masuk kekelasnya masing-masing untuk perkenalan wali kelas.

"Nama saya Dewi dan saya adalah wali kelas kalian untuk satu tahun kedepan dimohon kerja samanya." Ucap bu Dewi

Setelah penyusunan struktur kelas, jadwal piket serta mata pelajaran selesai murid baru di persilahkan untuk pulang karena memang hari pertama hanya untuk pengenalan dan penyusunan segala macam struktur, tapi jika ada yang ingin mendaftar ekskul dipersilahkan untuk kestand yang sudah disediakan diaula sekolah.

"Mau ikut ekskul See?" Tanya Leta sambil memperhatikan stand-stand yang ada.

"Engga deh gue mending dirumah tidur." Balas Ana.

"Ah emang dasarnya lo males." Ucap Leta dibalas dengan cengiran khas ana.

"Balik aja?." Tanya Leta

"Muter - muter dulu aja Ta, mama gue belum pulang lagian." Ujar Ana yang langsung diangguki oleh Leta.

"Oke."

Saat sedang asik berkeliling mata Ana tak sengaja menangkap sosok pria yang sedang tertawa bersama temannya, pria tersebut tertawa dengan begitu hangatnya sinar matahari yang mengenainya menambah kehangatan yang terpancar dan entah kenapa Ana merasakan jantungnya tidak bisa berdetak seperti biasanya bahkan tanpa sadar Leta meninggalkan Ana yang mematung memandangi ciptaan Tuhan tersebut.

"Liatin apa sih lo?" Bisik Leta sambil menepuk pundak Ana yang menyadarkan dari lamunannya.

"Itu siapa ya Ta?" Tanya Ana sambil menundukkan kepalanya.

Leta melihat kearah yang ditunjuk jari Ana "Itu kak Leon deh kalo gak salah." Ucapnya.

"Kok lo tau?" Ana mendongakkan kepalanya menatap Leta.

"Waktu itu kan kita di suruh minta tanda tangan dia pas MOS, lo sih pengen buru-buru aja jadi gak nyadar kan." Jelas Leta.

"Balik yuk ah, kita kerumah lo ya See." Sambung Leta diangguki Ana yang masih sedikit melirik kearah Leon.

Ga mungkin sih kayaknya. Batin Ana.





Holla!! Holla!

SeaLon Where stories live. Discover now