Chapter 1

250 12 1
                                        

Author POV

  Mentari mulai memunculkan sinarnya menunjukkan pergantian jam demi jam yang telah berlalu.

Menyisihkan kegelapan yang tergantikan dengan cahaya sang surya.

Bertepatan dengan berkoknya ayam jantan jam weker dari sebuah kamar berbunyi dengan kerasnya.

Bunyi yang ditimbulkan jam weker itu tak mampu membangunkan sang pemilik kamar dan malah mengganggu orang yang ada di sekitarnya.

Reina gadis pemalas itu belum juga terbangun dari tidurnya.Membuat Ela sang mama geram dan langsung menyiramnya dengan air.

" Aaaa ujan badai! " Kaget Reina dengan nafas terengah engah karna dinginnya air yang mengguyur tubuhnya.

" Apa, hah? Mau nyalahin mama kamu itu ya males banget jadi anak cewek sekarang udah jam 5 cepet mandi terus siap siap berangkat sekolah " ujar sang mama dengan emosi yang menggebu gebu.

" Hmmm " sahut Reina dengan mata tertutup dan tak beranjak sedikitpun dari tempat tidurnya.

"Ayo Rein cepet jarak dari rumah ke sekolah itu butuh waktu lama" amuk Ela.

"Masih pagi maaa" rengek Reina dengan tangan mencoba menarik selimut yang ditepis Ela.

" Dalam hitungan ke tiga kalo kamu nggak masuk kamar mandi mama potong uang jajan kamu selama seminggu!" putus sang mama dengan seringai jahat.

"Yah mah belum juga masuk sekolah udah main potong potong aja!" Gerutu Reina dan merubah posisinya menjadi terlentang namun belum juga membuka mata.

" Satu... "

" Dua.... "

" Tii.... "

Reina langsung berlari menuju kamar mandi tentunya dia tidak akan bisa hidup tanpa uang jajan seminggunya.

Ela merasa sangat puas mampu membuat Reina bangun pagi. Melihat kelakuan putrinya yang belum berubah juga membuat tawanya mendadak membuncah.

" Maaaa.... Sampho Rein abis ntar beliin ya? " Ujar Reina setengah teriak agar mamanya mendengarnya.

" Iya iya nanti , sekarang cepetan turun kakak,mama sama papa tunggu di bawah" titah sang mama sembari beranjak meninggalkan kamar.

Setelah mandi Reina diminta segera bersiap siap oleh sang mama dan tentunya Reina tidak menolaknya karna ancaman mamanya adalah gaada uang jajan.Ia bersiap dengan ogah ogahan karna rasa kantuk yang masih menempel.

Pukul 06.00 Reina turun dan duduk di meja makan bersama kedua orangtuanya.

" Selamat pagi papa " ujarnya dengan semangat sambil memeluk dan mencium papanya dari belakang.

" Pagi juga sayang " balas sang papa dengan kekehan kecil.

Reina duduk dengan tenang di meja makan dan bersiap menyantap makanan yang dibuat sang mama.

" Ehmm,mamanya nggak di sapa nih " ujar sang mama dengan sedikit keras dan menyindir

" Hmm selamat pagi mamaaa " kata Reina dengan senyuman terpaksa.

" Ulu ulu....Selamat pagi juga sayang " ujar sang mama sembari memanyunkan bibirnya.

" Ini mama nggak dicium kayak biasanya,hmm? " ujar Ela dengan menaikkan kedua alisnya bermaksud menggoda putrinya.

" Enggak ah abisnya mama hari ini ngeselin " ujar Reina dengan mengerucutkan bibirnya.

" Rein,hari ini pertama kali kamu sekolah loh masak mau bangun jam 05 lewat 15 sih kalo telat kan nggak bisa kaya SMP dulu kamu tinggal jalan.Lah ini SMA kamu kan agak jauhan " nasehat mamanya.

" Ih, tapi Rein males mah bangun lebih pagi dari biasanya " ujar Reina dengan cemberut.

"Udah jangan banyak omong makan cepet!kakak kamu udah berangkat duluan tuh! " Ujar Ela.

" Hah? Masa Rein ditinggalin sih ih kakak!"Teriak Reina.

" Diem kamu Rein! Teriak teriak mulu capek mama dengernya" ujar mama yang berhasil membuat Reina manyun.

" Papaaaa... Masa papa diem aja sih anaknya diginiin " adu Reina pada papanya.

" Reina hari ini kan hari pertama masuk SMA masak kamu masih suka telat kayak SMP dulu sih " tutur sang papa dengan sabar.

Reina baru saja akan membuka mulutnya. Tapi sang papa buru buru menyelanya.

" Apalagi ini hari Senin nggak lucu ah kalo sampek telat! udah ayok sarapannya dihabisin terus kita berangkat,oke! " Potong Deren papanya.

" Iya iya " ujar Reina dengan malas.

Wajah Reina yang terlihat sangat lucu saat sedang marah membuat Deren papanya terkekeh geli.

Reina walaupun gadis ini sangat cuek dengan penampilannya tetapi ia tetaplah gadis yang cantik walau tanpa riasan make up sedikitpun dan dia juga gadis yang sangat manis,dia juga pintar dalam bidang akademik tak hayal jika namanya sudah sangat terkenal di SMP nya dulu tak hanya cantik dan memiliki pesona yang terpancar Reina juga terkenal karena prestasinya belum lagi kulitnya yang putih bersih dan tinggi badannya yang sangat ideal membuatnya memiliki banyak penggemar.

Tapi sifat mager dan cerewet memang sulit dijauhkan dari gadis ini.
Hari ini ia akan memulai hari pertamanya bersekolah di SMA Garuda tetapi tingkah dan polahnya masih seperti hari hari sebelumnya saat masih SMP. Kebiasaannya yang memang sangat susah dibangunkan pagi membuat orangtuanya harus ekstra sabar menghadapinya.

Pukul 06.45 Reina tiba di sekolahnya dengan diantar sang papa.

" Reina berangkat ya pa" ujar Reina sambil turun dari mobil papanya.

" Iya sayang ati ati!
belajar yang bener" Ujar Deren sambil mengelus puncak kepala putrinya.

Reina mengacungkan jempolnya membalas ucapan sang papa sambil keluar mobil.

Reina menatap jalanan yang dilaluinya dilihatnya jalanan yang sangat becek disebabkan hujan kemarin malam karna sang papa menurunkannya di ujung jalan membuatnya berjalan sedikit untuk sampai ke gerbang sekolahnya.

" Huuh, oke ini Hari pertama cobalah bertingkah sopan hargai orang yang menghargai lo juga Rein " Gumam Reina dalam hati.

Ia sangat berhati hati dalam berjalan di antara beceknya jalanan.
Tetapi,tiba tiba.....

Brukkk......

Kira kira yang jatuh tadi apaan ya guys nah mau tau part selanjutnya pantengin terus nih cerita ok!

Jangan lupa like+comment guys dukungan kalian sangat membantu!!

Makasih 💙

Ice Boy Corbyn BessonStories to obsess over. Discover now