"Kamu lah alasan, mengapa sampai saat ini sajak ku masih terluka."
"Namamu adalah diksi terindah yang tak mampu terdefinisikan."
🙆🌼 hanya berisi tentang ia si pemilik nama Aira dan isi hatinya yang hanya bisa disuarakan lewat kata. 🙎💜
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Hallo, Aira! Ini kisah pertamanya. Di mana, ia percaya di balik sebuah pertemuan pasti akan ada perpisahan. Entah itu untuk sementara ataupun selamanya.
Lantas, apa yang akan kamu lakukan ketika menghadapi kehilangan? Merelakan atau memaksakan ia tetap tinggal?
Kalau aku? Aku memilih memaksa merelakan untuk terbiasa yang berakhir dengan ikhlas. Meski, kenangan dan ceritanya akan ku simpan dalam bait-bait aksara yang akan menjadi abadi untuk di kenang.
Seperti halnya sajak ku kali ini, berisi tentang luka antara aku, dia dan hujan.
🙆🌼🙆
Hujan Berduka
Rangkaian kata ku susun menjadi aksara Ratusan sajak kutulis karena mu Seulas senyum tercipta oleh tatapan mata Tentang mu membisikkan sebuah kalbu
Di bawah rintik hujan Aku berjalan memungut puing-puing kenangan Menyatu dalam hati dan pikiran Sementara waktu terus menggusur kenangan
Pikiran ku malam ini mengulang masa lalu Tentang rindu berselimut duka Tentang perpisahan cinta yang berujung luka Dan, alur cerita yang penuh dusta
Aku terdiam membisu Mencabik lara dalam sekam kerinduan Dalam dasar angan yang kian menjauh Hampa serupa dalam kesendirian
Entah harap entah khayal yang di kenang Hanya tetes hujan yang paham Memang hanya sebatas singgah Namun tak terlupakan
Anggap saja hujan ini adalah aku Meski sudah tak lagi deras Namun tetap membekas Menghembuskan asa dan nestapa