Throwback

384 23 5
                                        

5 tahun yang lalu

"Al, kamu tau nggak aku gambar apa?" tanya Leo seraya menunjuk hasil gambarannya

"Matahari mungkin?" jawab Alhena ragu

"Iya aku emang gambar matahari, tapi aku juga gambar bulan disebelah matahari. Karena kalau ada bulan pasti ada matahari. Matahari hebat ya Al, ia selalu ada dimana aja dan kapan aja. Suatu hari nanti aku pasti bisa jadi matahari" ujar leo seraya mengayunkan  kakinya dan menatap gambar matahari dan bulan yang ia gambar di pinggir tiang ayunan yang berbentuk balok

"Kenapa pengen jadi matahari? Kan itu cuma khayalan kamu aja. Kalau aku sih nggak percaya sama yang kayak gitu, apalagi kamu ngigo, Leo"

"Al, aku nggak ngigo, aku juga nggak ngekhayal kok. Itu emang kenyataan"
Lea menyimak ucapan Leo dengan seksama

"Buktinya kalau pagi matahari muncul menyinari bumi, dimalam hari ia juga ngebantu bulan buat menyinari bumi juga. Hebat kan? Ia nggak pernah lelah, nggak pernah mengelubtentang takdirnya, dan nggaj pernah ngerasa capek sama sekali. Aku yakin banget aku bisa jadi matahari beneran kalau aku udah gede, aku bakal jadi matahari untuk sahabat kecilku "Alhena Azrika Tharifa"

Deg....
Seketika disaat itu juga, tubuh Alhena kaku

"Le, yuk pulang. Udah mulai sore nih" alibi Lea seraya menarik tangan Leo dan pergi meninggalkan taman kompleks rumah mereka

bocah laki beriris mata coklat itu bangkit dari ayunan lalu mengikuti langkah Lea kemana ia akan membawanya pergi

"Al, ngapain sih pakek acara tarik-tarikan. Kan aku bisa jalan sendiri" berontak Leo

"Yaudah, aku pulang duluan. BAI!"  Lea meninggalkan Leo sendirian yang sedari tadi  berteriak memanggil namanya

"LEAAAA TUNGGUUU" teriak Leo

Lea semakin  kesal mendengar Leo terus berteriak, ia terus berlari secepat mungkin.  Hingga Leo kewalahan untuk mengejarnya.





🙃See you di next part
❣️Hope you like it, jangan lupa divote, saran/kritik bisa komen🙏🏻
😉Maap gengs masih pemula:)))

Friendship GoalsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang