"Woyyy!!!" sapa gadis itu riang.
"Si anj*ng, astagfirullah gak boleh kasar" jawab laki laki itu sambil memukul mulut nya yang baru saja berkata kasar. Gadis itu hanya menyengir lebar
"Mau langsung pulang atau gimana?" tanya nya pada sang gadis.
"Makan dulu yuk, gue laper hehe"
"Okeee" ucapnya sedikit berteriak.
"Brisik hih huhahaha" tawa sang gadis, siswa siswi yang masih berada di lingkup sekolah pun memandang mereka iri.
Bian Alfarizi laki laki humoris yang memiliki pahatan wajah hampir sempurna. Kulit tidak terlalu putih, alis tebal, bibir merah merekah dan dengan tambahan lesung pipi yang menambah kesan manis di wajah nya. Tidak ada yang pernah bosan melihat nya, banyak yang selalu menyimpan coklat dan bunga di loker nya walau mereka tau Bian sudah memiliki kekasih yang sekarang sudah jalan hampir 3 tahun.
Nesya Monica perempuan yang tingkat humor nya sama seperti Bian pacarnya. Perempuan dengan wangi bayi ciri khas nya, bukan karena parfume mahal tetapi karena ia sangat menyukai minyak telon anti nyamuk itu. Satu sekolah pun tahu siapa Nesya, kapten ekstrakulikuler basket putri dengan segudang prestasi. Prestasi itu lah yang membuat Nesya famous di sekolah nya, belum lagi pahatan wajah nya yang terlihat imut dengan rambut sebahu dan bulu mata lentik nya, banyak membuat kaum hawa iri padanya.
***
Gimana prolognya guys?:v
Mau tau kisah selanjutanya Bian dan Nesya?
Baca terus yaaa,
☆Jangan lupa KLIK bintang, dan juga komen yang lucu nya lebih lucu dari pada si lucu hahaha.☆
see you next part 🖐
YOU ARE READING
Until End Time
Teen Fiction"sumpah gue gak abis pikir sama lo!!" "gak Sya gue gak ada hubungan apa apa sama dia! gue cuma nganterin dia balik" "bangsat yaa! gue nungguin lo disini panas panasan, lo malah mentingin tuh ade kelas, goblok banget!!" "dah lah gue males, break dulu...
