🔮🔮🔮
Seorang gadis cantik dan lelaki tampan sedang berdiri berhadapan di depan sebuah dermaga.
"Dra, kamu sayang sama aku?" tanya lelaki itu kepada gadis didepannya.
Gadis itu mengerutkan kening, "Kamu ngomong apa sih? Ya jelas aku sayang lah sama kamu!"
Lelaki itu memandang gadis didepannya dengan tatapan sayu, "Aku juga sayang sama kamu, sayaaanngg banget, tapi.."
"Tapi apa?" potong gadis itu.
Lelaki itu memaksakan senyum, "Tapi rasa sayang itu justru berdampak buruk bagi kamu, jadi lebih baik kita udahan sampai disini aja."
Bagaikan kaca yang pecah, begitulah perasaan gadis itu sekarang. Lelaki yang dicintainya, satu-satunya yang ia punya, kini pergi.
"Ke-kenapa? kamu bilang kamu sayang aku! tapi kenapa harus putus?! KENAPAA?!" teriak gadis itu frustasi, disertai air mata yang terus turun.
Lelaki itu menangkup wajah gadis cantik itu, "Ini demi kebaikan kamu Dra, suatu saat kamu bakal tau kenapa aku ngelakuin ini."
Gadis itu menggelengkan kepala, "Aku ga mau putus, apapun alasannya!"
Raut wajah lelaki itu terlihat semakin sedih bahkan ingin menangis. Ia tidak sanggup melihat gadisnya menangis karena dirinya.
"Aludra, kita ga bisa bareng lagi, aku lakuin ini karena aku sayang sama kamu, jadi udah ya kita sampai disini aja," lirih lelaki itu.
"A-aku sayang sama kamu, tapi kamu brengsek! kamu brengsek karena ninggalin aku!" teriak gadis itu sambil memukul dada bidang lelaki dihadapannya.
Rasa sesak memenuhi dada lelaki itu. Tidak sanggup rasanya melihat gadis yang sangat ia cintai seperti ini. Ia lalu mengamit tangan gadis itu.
"Let me go, Dra," ujar lelaki itu.
Lelaki itu lalu melepas tangan gadisnya. Ia berjalan meninggalkan gadis itu sendirian di dermaga dengan berat hati.
Gadis itu terduduk dengan lemah di dermaga. Tungkainya seolah tak mampu menopang tubuhnya lagi.
Di dalam mobilnya, lelaki itu mengacak rambutnya frustasi. Air mata mulai menetes dari mata lelaki itu.
"Antares, kamu sudah memilih pilihan yang benar, karena kalau tidak gadis yang kamu cinta akan celaka," ujar pria separuh baya dibalik kemudi.
Lelaki yang dipanggil Antares itu mengepalkan tangannya, "Papa udah rebut semua kebahagiaan aku."
Pria paruh baya itu tersenyum licik, "Lebih baik kamu lupakan dia, dan fokus sama pendidikan kamu di London."
Antares memejamkan matanya. Rasa sesak kembali memenuhi dadanya.
Maaf Dra, tapi kamu harus tau bahwa aku tetep cinta sama kamu, batin Antares.
🔮🔮🔮
Gimana ni? Baru prolog udah sedih HAHAH.
stay tuned ya! dont forget to comment and vote yaw❣
-carr
VOUS LISEZ
ANTARIKSA
Roman pour AdolescentsDiputusin seorang Antares Dirgantara adalah mimpi terburuk bagi Aludra Emerald. Bayangkan saja! diputusin oleh orang sesempurna Antares, menyedihkan memang. Apalagi sampai sekarang Aludra belum tau apa alasan dirinya diputusin. Ditambah lagi Antare...
