Mendengar ada cowok yang deket sama lo entah kenapa membuat gue pengen bersaing
-------
Pagi itu, gue masuk sekolah setelah libur tahun ajaran baru. Gue duduk di kelas 11 sekarang, menempati kelas XI IPA 1. Rolling kelas sudah dilakukan, banyak temen-temen baru yang belum gue kenal, ada sebagian yang gue kenali karena udah sama-sama dari kelas 10.
Wali kelas kami tadi menyampaikan jika murid-murid di kelas kami termasuk golongan pintar, maksudnya sekolah memang sengaja mengelompokkan murid-muid pintar seperti kami menjadi satu. Tapi, tidak semua murid di kelas kami pintar, ada beberapa murid yang tidak terlalu pintar sengaja dimasukkan. Tidak pintar dalam mata pelajaran bukan berarti tidak pintar dalam hal yang lain bukan? Kami satu kelas mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Di hari pertama masuk, kami belum mendapat pengajaran sebagaimana mestinya. Kami juga belum mendapatkan buku-buku yang digunakan untuk belajar nantinya. Setelah wali kelas keluar, anak-anak mulai ramai dan segera berdiri untuk menghampiri satu sama lain. Mengajak kenalan ataupun mengobrol dengan anak lain yang sudah dikenalnya dulu.
Gue tidak banyak bicara hari ini, kepala gue yang sedikit pusing dan batuk yang semakin menggila membuat gue tidak bisa beraktivitas penuh. Kami pulang sekitar pukul sepuluh pagi, gue berjalan dengan salah satu teman sekelas menuju gerbang.
Setelah sampai di gerbang, gue terbatuk yang mengharuskan gue mengeluarkan dahak yang mengganjal di tenggorokan.
Gue yang pada dasarnya kurang peduli akhirnya menoleh ke arah kiri dan meludahkannya. Tapi, sial. Gue yang ceroboh dan tidak melihat keadaan sekitar membuat gue malu saat itu juga.
Tepat saat gue meludahkannya, ada seorang anak laki-laki yang sedang berdiri memengang bola basket.
Gue yang melihatnya langsung saja melotot dan menutup mulut dengan kedua tangan.
Teman yang ada disamping gue bertanya kebingungan mengapa gue memberhentikan langkah. Tidak mau berlama-lama disini gue pergi begitu saja membuat teman gue meneriaki nama gue untuk kembali.
Gue pergi tanpa mengucapkan kata maaf, gue sangat malu hanya untuk sekedar melihat wajahnya tadi. Gue gak kenal siapa dia, tetapi setelah kejadian ini mungkin saja gue akan dibuat berlari ketika tidak sengaja bertemu dengannya.
Hari ini adalah hari dimana gue dipertemukan dengannya secara khusus. Maksudnya, mungkin saja kami pernah berpapasan sebelumnya mengingat kami satu sekolahan.
Gue gak pernah berfikir, jika ketidaksengajaan itu menyebabkan kebetulan-kebetulan lagi dikeesokan harinya. Dia yang tidak sengaja melempari gue dengan bola basket saat gue melintas dilapangan basket sekolah.
Lalu, dia yang tidak sengaja menabrak gue yang membawa banyak tumpukan buku paket yang gue pinjam dari perpustakaan atau dia yang sengaja meminjami jaket miliknya karena sesuatu yang terjadi pada rok seragam gue.
Jujur, gue sangat malu untuk meminta maaf kepadanya setelah apa yang dia lakukan ke gue. Tentang dia yang meminjami gue jaket membuat gue merasa semakin malu untuk bertemu ataupun hanya sekedar berpapasan dengannya.
Hingga pada akhirnya, saat gue hendak mengembalikan jaket sepulang sekolah gue meminta maaf karena tidak sengaja meludah kepadanya. Dia hanya membalas dengan tawaan dan berkata 'cewek jorok' sebagai candaan.
Dan pada saat itu juga dia mengatakan sebuah kalimat yang selalu gue ingat sampai saat ini,
"Mendengar ada cowok yang deket sama lo entah kenapa membuat gue pengen bersaing, Nay."
Saat itulah gue pertama kalinya diantar pulang oleh cowok lain selain dia yang menemani masa kecil gue.
Setelah itu juga gue kembali membuat luka dan semakin menyakiti dia yang menjadi sandaran gue selama ini.
Karena kenyataanya, gue telah jatuh kepada orang baru dan semakin memberi luka kepada dia yang membuat gue bangkit dari keterpurukan.
Gue dibuat merasa bersalah, sampai bingung siapa yang harus gue pilih diantara dua orang yang sama pentingnya bagi hidup gue sendiri.
Namun, jika difikir-fikir kembali. Jika memang gue harus menentukan sebuah pilihan. Gue memilih untuk berjalan ke arah dia yang terakhir datang.
Karena bagaimanapun juga, hati memang tidak bisa berbohong.
KAPASITAS
Cast :
Naya (Yeri RV)
Jeka (Jeon Jungkook BTS)
Samuel
Nana (Irene RV)
Kak Celsi (Rose BP)
Raya (Dahyun Twice)
Kenta (V BTS)
Alvi (Jennie BP)
Mei (Krystal fx)
Richard (Kai EXO)
Bobby (IKON)
Vernon (Seventeen)
Lucas (NCT)
Tokoh bisa bertambah seiring dengan berjalannya cerita.
Semua yang ada dalam cerita merupakan fiksi belaka. Jikalau ada kesamaan nama yang dipergunakan, mohon minta maaf yang sebesar-besarnya.
Jangan lupa tinggalkan komen.
See you next chapt.
YOU ARE READING
Kapasitas
Science FictionIt's you! Seseorang yang telah memenuhi kapasitas hati. Amazing cover by me. ON GOING. #96 di fiksi 30 September 2020 #26 di kimsamuel 16 Maret 2021 #13 di kimyerim
