Bertemu?

59 22 31
                                        

Hai Semesta! Kau mungkin sudah tau dan muak tentang kisahku ini, tapi kau berharap tetap di sampingku dan menjadi sahabatku.

Dari jutaan kisahku, aku hanya memiliki satu kisah yang amat kuingat dan dari satu kisah hanya ada satu nama dan satu kisah itu hanya ada satu cinta yang hanya menetap untuk selamanya.
Semesta....
Aku hanya menetap satu nama yang entah kapan kembali.Jadi, bolehkah kau pertemukan kami lagi di tempat yang sama seperti dulu.

❇️❇️❇️

Senja menatap langit senja di balkon rumahnya."Senja tetap bertahan ya kamu seperti aku dan langit yang dipertemukan hanya sekejap." "Kamu seperti namaku Senja."

"Senja bantu ibu bentar," teriak seorang wanita paruh baya di bawah.

Senja adalah anak pertama dari 3 bersaudara dan itulah sebabnya sebagian dari pekerjaan ibunya serahkan ke Senja.Senja juga dilarang berteman dengan cowok meski hanya chattan doang.

"Bantu apa, Ma?"sambil menuruni anak tangga.

"Nih tolong bantuin masak, mama mau mandiin adik kamu," sambil ke luar dapur.

'Ma,itu kok Alaska nganggur, kenapa gak disuruh aja tu anak dari tadi nganggur belajar enggak mandi enggak membantu enggak main game iya, yah klo aku cuma natap langit langsung di suruh.' Senja menggerutu sambil menatap adik perempuan nya yang dari tadi cuma nganggur padahal udah kelas 4.

"Ma,ini semua udah masak langsung siapin aj nih di meja makan "

"Iya langsung aja kamu mau makan duluan silakan"

"Aku makan duluan aja ya, Ma!"

"Iya terserah," ucap Mama Senja dan adiknya yang berada di gendongan sang Mama.


❇️❇️❇️

Setelah makan senja ke kamar karena kepalanya sudah sangat berat dan rasanya sudah ingin muntah.
Bunyi telpon Senja memecahkan keheningan di kamarnya..
"Hallo," terdengar orang disebrang sana.
"Ya ada apa jor"
"Video call aja deh biar enak"
"Hooh""

Senja pun mengalihkan via telepon menjadi video call.
"Hem ada apanih jor"
"Malam ini indah banget ya bintang sama bulan nya cantik juga langit nya juga ceria lo gak liat senja tu langit indah banget klo bersama bintang sama bulan." "Coba bintang nya tu bintang kejora ya mungkin lebih indah"

Senja melihat lagak gaya dan bicara temennya itu langsung mematikan video callnya.

'Ih apa-apaan sih tu anak, malam itu enaknya hujan karna langit meridukan senja dan dia menangis dan malam seharusnya tidak ada bulan dan bintang'
Batin senja menghentakkan bokongnya di kasur.

"Au ah udah malam, esok harus sekolah ya? Emang ngapain lagi kan mau lulus? Au ah bodoamat yang penting cepat-cepat lulus aja," mulai menutup matanya.

❇️❇️❇️

"Jor,temenin gue motokopi dekat sma ya!"

"Disebrangkan ada ngapain jauh-jauh ke SMA sih,"menunjukkan ke depan

"Gue gak bolehin nyebrang "

Bohong.

"Iya-iya gue ngerti maksud lo," Kejora pasrah saja dengan anak ini bucin nya emang tingkat tinggi.

"Oke makasih zeyeng," Sambil memancungkan bibirnya.

"Hem,udah sana jijik gue,"sedikit mendorong badan senja ke depan.

✩✩✩

"Kenapa di sini sih motokopi nya panas tau,"sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke udara.

"Jangan banyak bacot dah."

"Heh," Kejora mempercepat jalannya lebih cepat dibanding Senja.

Senja mematung dia tidak sengaja malihat sosok yang dia rindukan sosok yang sangat hangat baginya.

Langit.

❇️❇️❇️

Jangan lupa vote dan comment
Maaf cerita ini slow update karena real story

Jangan lupa follow ig

@rachelmrcsia_
@vanilaworldd

Never Gone [ON GOING]Stories to obsess over. Discover now