Bandung-Indonesia
Aku merenggangkan badan. Membuatnya serileks mungkin, aku rindu rumah ini...
Perlahan, kubuka pintu, tercium wangi daun mint yang berasal dari ruang tamu. Pasti dia menanam dan menyimpannya.
Dia belum pulang, barang kali masih berdagang. Aku merebahkan diriku di kasur. Aku menguap, memutar badanku, aku melihat sebuah peti sebesar tas pinggangku tergeletak dibawah meja riasku. Penasaran, aku berjalan mendekatinya. Mengambil peti itu perlahan, oh... peti pemberian Nenek, sudah 20 tahun lamanya. Aku memutar kode angka, terbukalah peti itu.
Rasa penasaranku hilang, barulah kuingat, peti berisi kenangan, kebersamaanku bersama mereka, dimasa mudaku dulu, banyak kenangan yang tersusun acak dalam memoriku, juga dalam kertas kertas ini. Ada yang sebesar kertas origami, sebesar kertas A5, bahkan ada yang sekecil post it pembatas buku. Berbagai warna, dan cerita.
Aku mulai membacanya, lalu hanyut dalam nostalgia...
