PROLOG

41 11 11
                                        

✨✨

   Malam hari dimana bulan dan bintang bersinar terang di langit yang gelap.

Seorang gadis berjalan ke arah kerumunan orang yang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ia berjalan melewati berbagai karakter orang yang berbeda-beda.

Alunan musik menggema di seluruh ruangan, terutama di telinga gadis itu. Suara piano yang merdu di adupadankan dengan gesekan biola yang membuat alunan musik itu semakin melow

Gadis itu sangat menikmati alunan musik pada malam yang menurut Ia sangat sunyi.

Saat itu hatinya sangat sedih. Ia merasa bahwa hari ini adalah hari yang paling menyakitkan.

Tiba-tiba ketukan drum membuyarkan lamunannya.

Jreeng..
Suara gitar listrik memulai suasana di ruangan berganti menjadi bergemuruh. Lagu rock yang membuat telinga gadis itu kebisingan. Ia tak suka dengan suara seperti itu. Menurutnya rock adalah suara musik yang sama ketika bundanya marah-marah seperti singa tidak di kasih makin dua bulan.

Hatinya bergejolak, merasakan sesuatu. Ia tak tahu entah apa itu. Ia keluar dari kerumunan dan menuju stand makanan yang sepi pengunjung. Ada sesuatu yang  aneh.

Hatinya semakin bergejolak, tapi ia masih bingung. Indra penciumannya mendengus bau aneh dari belakang panggung.

Matanya membelalak dan tanpa pikir panjang, ia reflek menarik tangan seseorang yang baru melewatinya. Ia menuju ke arah luar dengan perasaan yang sama.

Booom...
Itu suara ledakan dari dalam ruangan tersebut! Semua orang yang sedang menikmati acara tersebut berlarian keluar dengan tergesa-gesa.

Akhirnya ia memahami apa yang dimaksudkan oleh hatinya.

Ia tak ingin terlibat masalah dan ia memutuskan untuk pulang.

Ia tak ingin terlibat masalah dan ia memutuskan untuk pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

◀◁     ﹏     ▷▶

Enjoy this story.

26 - 4 - 19
—Kimeraf—

KYRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang