Disebuah ruangan bercat putih terdapat seorang pria yang sedang dalam keadaan koma terbaring dengan tidak berdaya di kasur nya. Tubuhnya terpasang banyak selang dan alat medis, tanpa alat itu ia mungkin saja tidak dapat bertahan hingga saat ini. Sudah hampir 40 hari lamanya, badannya yang mulai kurus itu hanya bisa tidur tanpa membuka mata kembali. Kulitnya mengeluarkan banyak kemerahan, nafasnya yang berhembus teratur dengan denyut jantung yang baik membuat para tenaga kesehatan disana tetap menjaganya dengan ketat . Sudah berbagai Rumah Sakit didatangi tapi para ahli medis tidak ada yang tahu alasan pria itu koma, karena dari banyaknya hasil yang telah diperoleh pada tubuhnya itu terlihat normal saja.
Suara monitor rekam jantungnya menghiasi ruangan. Hanya ia seorang diri ditempat itu dengan seorang perawat yang mengawasinya dari sebelah ruangan yang terbatasi dengan sebuah kaca.
"Selamat pagi Pak Rio?"
"Selamat pagi Suster. Saya datang untuk melihat keadaan Direktur Alfa."
"Keadaannya masih sama Pak. Belum ada tanda pergerakan pada tubuh Pak Alfa. Untuk hasil darah tadi pagi juga masih normal dan saya sudah memberikan obat suntik dan juga memberi makan melalui selang nya."
"Baiklah Suster, terimakasih. Boleh saya masuk?"
Perawat itu mempersilahkan pak Rio masuk kedalam ruangan Alfa bersama dengan seorang wanita. Pak Rio itu adalah seorang manajer pria yang terbaring menyedihkan. Manajer yang masih setia dengan baik pada atasannya, menunggu dan berusaha mencoba banyak cara untuk membuat Direkturnya kembali. Karna manajernya yang tua itu tahu bagaimana Alfa sejak kecil. Ia menemukan Alfa yang menolong atasannya dahulu ketika dicuri barangnya. Atasannya itu bernama Zean, pria baik yang mau mengadopsi Alfa setelah perampokan itu terjadi, karna Alfa kecil tidaklah mempunyai keluarga lagi, ia sendirian berada diluar jalanan. Setelah diadopsi, Alfa menjadi anak yang berkecukupan bahkan sangat. Ia memang anak yang baik, pendiam, pandai, bukan anak yang manja.
Pernah suatu hari Alfa kecil kejang tanpa demam dan muncul kemerahan yang sama seperti saat ini tapi sudah dengan cepat kembali pulih ketika Alfa kecil meneteskan air mata dengan nafasnya yang stabil, seakan merasa tenang dirinya dan lalu mulai tersadar dengan kemerahan yang juga menghilang. Zean dan Manajer Rio kebingungan akan kejadian yang tiba-tiba itu ketika mereka sedang berada di sebuah PantiJompo untuk menyumbang sebagian hasil rejekinya. Dan lagi untuk kedua kalinya Rio melihat Alfa yang kejang tanpa sebab yang belum ia ketahui. Saat itu Alfa pingsan dan panik Rio membawanya ke Rumah Sakit. Perasaan sangat sedih ketika Alfa belum juga bangun. Sang kakaknya itu menangis dan mengucapkan kata-kata yang menyentuh dirinya bahkan adik adopsinya yang pingsan itu. Tidak lama akhirnya Alfa kecil terbangun dengan menangis juga lalu menceritakan ketakutannya yang menyebabkan ia selalu kejang dan sampai pingsan seperti itu. Setelah itu Alfa bertumbuh besar dengan tetap menghormati Zean sebagai kakaknya itu. Zean mulai mengerti merawat adiknya, ia juga menghindari semua yang dulu membuat Alfa ketakutan. Hingga Zean meninggal ketika mengidap penyakit yang parah. Alfa sendirian lagi, tapi manajer Rio masih tetap menemaninya dan Ia juga mengetahui semuanya.
Perusahaan akhirnya dipegang alih oleh Alfa dengan baik. Meskipun ia dibicarakan memiliki sikap yang sangat dingin oleh karyawan-karyawannya, tapi tetap ia merasa tidak peduli, karena dalam hatinya ia hanya ingin berterima kasih pada Zean yang telah merawatnya dengan cara tetap menjalankan perusahaannya itu dan melakukan setiap kegiatan baik yang dilakukan kakaknya. Manajer Rio terkagum dengan anak yang dulu masih kecil di jalanan itu, sekarang telah menjadi pria yang hebat seperti atasannya Zean. Ia pun mendukung setiap langkah yang Alfa lakukan. Dan akhirnya kejadian yang tidak diinginkan saat kecil dulu kembali lagi pada Alfa. tapi tidaklah kejang, ia hanya sesak, kesakitan, kulitnya memerah, dan koma hingga saat ini setelah kejadian mereka sedang berada dipertemuan pengusaha pembangunan apartemen. Ia bertemu dengan seorang pria tua yang merupakan pesaing ketat dalam perusahaannya. Entah apa yang mereka bicarakan, manajer Rio pun tidak tahu. Tapi setelah itu Alfa mulai menggeram diperjalanan pulang dan terjadilah sekarang hingga seperti ini.
"Aku harap kau bisa membangunkannya, Tari."
Seorang wanita yang dipanggil Tari itu menganggukan kepalanya. Ia adalah seorang spiritual yang mampu menyembuhkan banyak penyakit termasuk membangunkan orang yang sedang tidak sadarkan diri seperti Alfa.
Ditinggalkannya Tari sendiri. Perempuan itu menutup tirai disana dan mematikan lampu sehingga apa yang ia lakukan tidak dilihat. Kemudian ia menaruh satu lilin yang menyalah diatas nakas. Tari mulai meletakkan telapak tangannya diatas api lilin yang panas hingga sangat merah terbakar lalu menempelkan pada dada Alfa yang telanjang dan memejamkan matanya sambil berucap dengan bahasa yang tidak diketahui. Hampir 10 menit berlalu Tari dengan posisi yang sama, setelahnya ia menghembuskan nafasnya bersamaan terbukanya kedua mata. Merasa sekarang tahu apa yang terjadi pada pria malang didepannya itu. Lalu Tari pun mengusap pucuk kepala Alfa dengan iba dan mencium bibir pria itu yang mulutnya terdapat selang. Dengan sendirinya lilin padam dan air mata Alfa menetes. Pergerakan mata dan tangannya mulai ada. Ketika Tari menjauhkan dirinya pada tubuh Alfa, pria itu berucap pelan, sangat pelan. Tapi masih bisa didengar Tari.
"Jangan pergi. Kumohon!"
KAMU SEDANG MEMBACA
LOST & FOUND
RomanceKisah yang kehilangan sebuah cinta dan kasih sayang dan akan menemukan itu semua kembali. - Alfa seorang pria yang memiliki trauma pada dirinya hanya menginginkan kasih yang tulus untuk mengobati sakitnya. Sedangkan, - Ane seorang perempuan yang ber...
