Seorang gadis cantik kini tengah berkutat dengan dapur, lebih tepatnya gadis itu tengah membuat Omlette untuk dirinya sendiri.
"Asya sini bantuin bunda sebentar" teriakan itu membuat gadis cantik itu berdecak dan menghentikan aktivitas nya.
Gadis itu kini tengah menatap Sera, mamanya dengan pandangan bingung "ada apa bun?"
"Sini bantuin bunda sebentar, kamu tolong beli in saus Barbeque di minimarket depan ya. Soalnya ini udah mau abis, kamu liat kan pelanggan bunda lagi banyak"
Gadis itu mengangguk kemudian berjalan memasuki kamarnya dan mengambil kunci motor matic nya.
"Asya pamit ya bun, Assalamualaikum" pamit gadis itu.
"Waalaikumsalam, hati hati" teriak Sera
Setelah 10 menit kini Gadis itu telah sampai di minimarket. Gadis itu masuk dan menyusuri rak demi rak untuk mencari barang yang ibunya suruh.
Matanya menangkap Saus barbeque yang biasa ibundanya beli, gadis itu mengambilnya kemudian berjalan menuju kasir, tetapi matanya menangkap Ice cream cornetto silverqueen membuatnya tergiur untuk membelinya.
Tersadar, Asya- nama gadis itu langsung menggelengkan kepalanya, ia tak boleh membelinya bukan apa apa saat ini Asya hanya membawa uang 50 ribu dan uang itu untuk membayar saus Barbeque yang kini ada di tangannya.
Kalo pun masih kembali an tak akan cukup untuk membeli ice cream itu.
Dilihatnya kasir terlihat sepi hanya satu orang itupun sedang menunggu kembali an dari sang kasir, dengan segera Asya menaruh dua saus Barbeque itu pada meja kasir.
Karena tergesa gesa membuat Asya tak sengaja menjatuhkan ponsel seseorang karena tersenggol oleh sikutnya.
Prang....
Baik Asya maupun pemuda itu sama sama terkejut. Pemuda itu mengerang kesal karena ponsel miliknya terjatuh. Dan layar nya pecah berkeping keping tak terbentuk.
"Lo punya mata gak sih?" Bentak pemuda itu, membuat banyak pasang mata menoleh kearah mereka.
Asya menghembuskan nafasnya, Masalah, batin Asya.
"Maaf" ujar Asya, membuat pemuda itu tersenyum sinis.
"Lo kira minta maaf bisa ngembaliin hp gue yang udah rusak?" Tanyanya sinis.
Asya mengerang dalam hati ia berkata Udah untung gue minta maaf, pikirnya.
"Ya enggak lah siapa bilang bisa?" Pemuda itu menatap gadis di depannya ini dengan garang kalau saja dia laki laki sudah pasti sekarang dia berada di rumah sakit tapi sayangnya bukan laki laki melainkan gadis ceroboh, pikir pemuda itu.
"Lo dibilangin malah nyolot sih? Gak ngerasa bersalah udah ngerusakin barang orang?"
Asya mengangkat bahu acuh "gue gak nyolot, siapa bilang gue gak ngerasa bersalah? Gue ngerasa kok makanya gue minta maaf"
"Lo harus ganti hp gue yang rusak titik!"
Asya memutar bola matanya "berapa emang harga hp lo?"
"12 juta" hampir saja bola mata Asya keluar dari tempatnya.
12 juta? Pemuda itu bilang 12 juta? Yang benar saja hanya sebuah benda mati dengan ukuran kecil itu berharga 12 juta? Bahkan jika uang segitu banyaknya ia belikan mie instant pasti sudah ratusan kardus memenuhi kamar nya.
Dan jika ia meminta uang segitu banyaknya ke Sera sudah dipastikan ia akan di tendang dari rumah oleh Sera.
"Ogah! Masa hp gitu doang sampe 12 juta, lo ngibulin gue ya?" Asya mengernyit menatap selidik pada pemuda di depannya itu.
YOU ARE READING
[SLS]●Nathasya
Teen Fiction"Lo harus ganti hp gue yang rusak titik!" Asya memutar bola matanya "berapa emang harga hp lo?" "12 juta" hampir saja bola mata Asya keluar dari tempatnya. 12 juta? Pemuda itu bilang 12 juta? Yang benar saja hanya sebuah benda mati dengan ukuran kec...
![[SLS]●Nathasya](https://img.wattpad.com/cover/183482000-64-k566197.jpg)