Sempat ingin menyerah untuk membuatmu jatuh cinta. Kau terasa terlalu mustahil untuk ku genggam. Sangat sulit membawamu hadir dalam duniaku. Perhatananmu terlalu kokoh untuk di rapuhkan oleh perhatianku. Aku mulai kehabisan cara untuk membuat hatimu terbuka. Sempat terfikir untuk membawamu secara paksa namun terasa tetap sulit, bagaimana caraku membuatmu jatuh secara rela, membuatmu memantapkan hati untuk menetap di satu sisi. Andai kau tau selalu ada tempat di ruang hatiku yang menunggu untuk kau isi. Aku hanya ingin hadir dapat menetap di hidupku, tak hanya hinggap untuk sesaat sebelum akhirnya kau belalu menyisakan harapan palsu.
Terlalu sulit untuk membawamu turun ke duniaku. Kau terlalu tinggi untuk ku raih. sekalipun aku harus mendaki dengan seribu puisi, tetap saja hatimu tak akan pernah bisa untuk ku miliki. Kau terlalu jauh untuk ku pandang dengan kedua mataku. Senyummu yang meburai dengan barisan rasi bintang di matamu, membuatku semakin tampak konyol jika mengharap berartinya hadirku di sampingmu. Aku hanyalah sebatas pendengar untuk tempat ceritamu merebah, tak pernah lebih. Tak pernah pantas untuk menjadi sosok tempatmu menaruh rasa. Aku yang tak mampu memberi kesan, sama sekali tak punya alasan untuk kau rindukan. Aku hanya mencoba membuatmu bahagia dengan cara cara sederhana. Seperti kayu yang pandangi, perlahan habis oleh api atau seperti kabut pagi dengan gunung dan matahari yang perlahan tampak di sela langit yang menyala. Aku tak pernah punya keberanian untuk memberimu perhatian tak lebih dari sekedar perlakuan kecil yang berharap dirimu dapat terbahagiakan. Aku terlalu takut jika nanti hadirku jadi sosok yang tak lagi kau harapkan. Aku yang hanya mampu berhati hati menyikapimu, takut membuatmu risih di sampingku dan hadirku hanya menjadi beban di benakmu.
Sempat terfikir bagaimana bodohnya dia yang membuat rasamu menjadi sia sia. Tak tahukan dia bahwa aku sangat ingin berada di posisinya. Menjadi sosok yang selalu di tunggu dan menjadi alasannya untuk merindu. Terang terangan memberi perhatian dan hanya menggunakan hal hal kecil untuk membuatmu dapat di bahagiakan, Separti kata “ aku rindu” atau “jaga kesehatanmu di sana” sudah mampu menghadirkan lekuk senyum di bibir manismumu.
Biarlah kita hanya sebatas kawan di perantauan Yang saling berusaha mebahagiakan. Setidaknya aku masih dapat menjadi tempat yang pantas untuk kau bercerita. Menjadi pendengar keluhmu yang tertumpah ruah sampai akhirnya dadamu yang sesak kembali berongga. Aku harap dapat selalu menjadi kawan yang baik untuk melewati malam surammu atau menemani hari beratmu. Kita hanya sebatas kawan yang menanti malam berganti pagi dengan carita bagaimana beratnya hari tadi yang sudah kita lewati. Mungkin aku hanya mampu membawa hadirku ke titik ini. Karena sejauhh apapun aku memanjat kau tetap terlalu tinggi untuk kudapat. Biarlah kau tetap jadi wanita yang ku damba di atas sana.
VOCÊ ESTÁ LENDO
kau di atas sana
ContoTerlalu sulit untuk membawamu turun ke duniaku. Kau terlalu tinggi untuk ku raih. sekalipun aku harus mendaki dengan seribu puisi, tetap saja hatimu tak akan pernah bisa untuk ku miliki. Kau terlalu jauh untuk ku pandang dengan kedua mataku. Senyumm...
