LB Part 1 || Mau Melamar??

77 6 0
                                        

"Bi, kamu nggak mau cari karyawan buat bantu-bantu kamu Bi?" Fedo bertanya pada Fabia disela-sela kesibukannya membantu Fabia memilah-milah bunga disebalah meja kasir- tempat Fabia duduk saat ini. Fedo berulang-ulang kali menyuruh Fabia merekrut karyawan ditoko bunganya. Padahal Fabia merasa bisa menangani tokonya sendiri.

"I can handle it, Do. Lagian kan ada kamu yang bisa aku eksploitasi tenaganya hahaha" Fabia tertawa dan mengejek Fedo, menjulurkan lidahnya. Kebetulan Fedo mempunyai cafe disebelah toko bunga Fabia. Fedo mempunyai cukup banyak karyawan di cafenya, jadi dia punya banyak waktu senggang untuk membantu Fabia di toko bunga.

Meskipun Fabia sering kecapekan karena mengurus usaha toko bunganya ini dari pagi sampe malem, tapi dia senang melakukannya. Mempunyai toko bunga adalah cita-citanya sejak kecil. Dulu, ketika Mamanya masih hidup, di setiap sudut rumah mereka pasti ada bunga hidup, dan Mamanya sendiri yang merangkainya. Itu lah yang membuat Fabia sangat menyukai bunga. Setiap mencium aroma bunga segar, Fabia merasa dekat dengan Mamanya.

"Ya masa nanti kalo anak-anak kita udah lahir, kamu mau 24 jam ditoko bunga ini??" Fedo mengatakannya dengan wajah datarnya.

"Siapa juga yang mau nikah sama kamu!!!" Bohong sekali jawaban Fabia ini. Hmmm

Apa? Anak-anak? Itu artinya mereka akan menikah? Hidup bersama? Iya kan?

Sepertinya menyenangkan bisa hidup bersama Fedo. Tapi sayangnya Fedo tidak pernah serius dengan ucapannya, selalu bercanda, tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Fabia yang ia lambung kan tinggi ke langit, lalu tiba-tiba dihempaskan begitu saja. Untung saja, sekarang Fabia sudah kebal dengan mulut gombalnya Fedo. Bagaimana Fabia bisa percaya dengan gurauan yang setiap jam selalu dilontarkan Fedo itu. Ya, meskipun tidak bisa dipungkiri juga, kalau Fabia menginginkan hal yang sama seperti gurauan Fedo. Bisa hidup bersama Fedo hingga menua. Sepertinya akan indah, Mungkin?

Ada yang bilang tidak ada hubungan persahabatan antara wanita dan pria. Begitu pun dengan hubungan Fabia dan Fedo selama 12 tahun ini. Sayangnya, disini hanya Fabia yang menganggap Fedo lebih dari sahabat, tidak dengan Fedo.

"Bi, aku besok mau melamar seseorang" Tuh kan dia sudah bercanda lagi.

"Nggak usah bercanda lagi deh Do, mulutku sedang tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk menertawakanmu, nih lagi sariawan!" Fabia memegang bibirnya, dan menunjukkan sariawan di bibir dalamnya pada Fedo.

"Aku sedang tidak bercanda Bi"

Deg

Fedo berjalan menghampiri Fabia yang sedang duduk di depan meja kasir. Pandangan Fabia kosong, menerawang jauh, mencerna kata-kata Fedo. Apa?? Melamar? Siapa yang akan dilamar Fedo?

Fedo menarik kedua pundak Fabia supaya menghadapnya. Kedua tangannya menangkup wajah Fabia.

"Aku serius Bi, lusa aku ingin melamar orang yang aku cintai"

Mata Fabia memandang ke dalam manik mata hitam Fedo, mencari kebenaran dari kata-katanya. Sorot mata Fedo kali ini tidak menyiratkan tatapan sedang bercanda. Dia benar-benar serius dengan ucapannya. Hati Fabia mencelos. Tanpa disadari air mata Fabia mengalir dipipinya.

"Hey kenapa nangis?" Fedo menghapus air mata di pipi Fabia dengan kedua ibu jarinya.

"Kamu nggak senang melihat aku bahagia? hum??"

Senang ndasmu! Tidak kah dia tahu kalau sahabat-nya sudah menyimpan rasa sejak lama?? Fabia menepis kedua tangan Fedo. Menatapnya sebentar dengan air mata yang tetap menetes tanpa tahu diri. Fabia berlari menuju kamarnya dilantai 2 ruko, menghiraukan teriakan Fedo.

Fedo tanpa lelah mengetuk pintu kamar Fabia selama 1 jam. Fabia tidak terlihat berniat akan membukakan pintu untuk Fedo. Dia sedang butuh waktu untuk sendiri

___tbc___

Hellaaawwww readers. Bingung mo ngomong apa di part 1 ini. Hmmm

Tiap part dalam cerita ini aku buat pendek-pendek banget, lebih dari 500 kata dan kurang dari 1000 kata.

Yang tertarik dan mau ngikutin ceritanya, tunggu aja next part. Aku bakal update 3 hari sekali, kalo nggak lupa 🤣🤣

Enjoyyyyyyyyyyy!!!!!!

Yahhh jadi kek atta halilintar 🤣





Love Blossomed (Short Story')Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora