chapter 1

41 1 2
                                        

   Angin pagi seperti memberiku isarat bahwa matahari sudah ingin menyapa . Dan para ayam melantunkan suara kokoknya dengan melengkung sementara burung burung sudah menyanyi dengan merdunya namun , aku masih saja berlayar di pulau impiku bersama BRIAN ALVARO seseorang yang dari dulu aku harapkan.
    BRIAN ALVARO adalah teman terbaik yang pernah ada namun , kedekatan ini sudah aku salah artikan tapi aku tetap saja ingin lebih dari segalanya lebih dari sekedar teman tapi apalah yang akan terjadi selanjutnya aku tidak tau.
     

         .........
   Aku langsung membawa tas orenku yang bertulisan MINE , dengan terburu buru aku menggayuh sepedaku dengan kaki penuh semangat aku menuju sekolah dan bersiap untuk ulangan fisika jam pertama.
   Aku takut aku akan telat disana , maklum perjalan rumah sampai sekolah memakan waktu 1 jam setengah dan setengah jamnya aku buat baca novel di toko bibiku maklum , hobiku baca jadi sempat nggak sempat harus sempat aku harus baca satu novel tiga hari harus selesai.
    
                             ............

Sampai juga aku di sekolah , beruntung gerbangnya masih dibuka padahal aku tau ini sudah bel masuk.Aku langsung saja menuju kelas , beruntungnya lagi pak Burhan raja ganas fisika belum masuk , aku langsung duduk dimeja. "Zhee darimana loe kok baru datang ?" Suara teman dari belakang .Sontak aku langsung terkejut "heehhhh" itu yang selalu aku ucapkan kalau masuk sekolah ,"ohh ya biasalah" jawabku. "Kamu udah belajar fisika kalau udah nanti bantu aku ya ! " pintanya."Mana ada ulangan bantu bantuin"ucapku sinis.Aku memang terkenal dengan ahli fisika dikelas bahkan aku sering disebut teman teman sebagai anak kesayangan pak Burhan padahal melihat wajahnya saja ogah.



Setelah baca jangan lupa tinggalin saran ya !
Thanks from me.

Menjemput LukaWhere stories live. Discover now