1

9 2 3
                                        

"PAPA AWASSSSS!!!!!!"
Seorang gadis terbangun dari mimpi menyakitkannya.Mimpi yang menghantuinya selama 10 tahun terakhir.Sulit dipercaya jika ia mampu melewati setiap malam dalam tidurnya dengan mimpi itu.Mimpi yang menceritakan bagaimana ia kehilangan orang yang ia sayang.Mimpi itu terus mendatanginya setiap malam.Seolah ingin selalu mengingatkan gadis itu bagaimana ia kehilangan mereka.Setelah mimpi itu datang,hal yang bisa dilakukan gadis itu hanyalah menangis tanpa suara.Lebih menyakitkan bukan??
"Katya,kamu kenapa??" ujar seseorang yang baru saja masuk ke kamar gadis bernama Katya itu.
"Kamu mimpi buruk lagi ya??".
Katya hanya diam sambil memandang wanita yang kini telah duduk di tepi kasurnya itu.Seolah tau apa yang terjadi,wanita itu membawa Katya dalam pelukannya.Berusaha menenangkan Katya.Katya yang berada dalam pelukan wanita itu sekali lagi hanya bisa menangis dalam diam.
"Katya,apapun yang ada didalam mimpimu,itu hanyalah bunga tidur yang tidak akan pernah terjadi.Kamu jangan terlalu memikirkannya yaaa.." ujar wanita itu sambil terus menenangkan Katya.Wanita itu tidak tahu apa yang ada di mimpi Katya.Mimpi itu bukan bunga tidur belaka.Mimpi itu adalah kejadian yang menewaskan ayah dan ibunya.Mimpi itu adalah kejadian yang membuat ia dibenci oleh keluarganya.Mimpi itu adalah kejadian yang membawa ia tinggal bersama wanita ini.Wanita yang dengan baik hati mau mengizinkan Katya tinggal bersamanya.
"Ma...Katya takut..."
~~~~~

Sinar mentari masuk melalui celah ventilasi menerangi sebuah ruangan yang gelap itu.Tampak seorang sedang tidur di kasur yang berada di tengah ruangan itu.Seolah mengerti akan sinar mentari yang menyuruhnya bangun,mata cowok itu perlahan terbuka.Lelah akibat perjalanan panjang semalam kembali menyerangnya.Ia hanya ingin beristirahat setelah perjalanan jauh tadi malam.Akan tetapi,mungkin takdir tak berpihak padanya.Pintu kamar itu diketuk dari luar,tak lama masuk seorang wanita paruh baya yang lansung menyuruh cowok itu untuk bangun,tanpa peduli betapa lelahnya ia.
"Den...sarapannya udah bibi siapin,Den cepat mandi ya,hari ini kan Den Alvaro mulai sekolah lagi" ujar wanita yang ternyata asisten rumah tangga itu.Cowok yang bernama Alvaro itu pun lansung bergegas untuk mandi,ia memang tak bisa melawan perintah asisten rumah tangganya itu.Disaat semua orang justru tidak menghargai pembantu mereka,berbeda dengan Alvaro,ia sangat menghormati pembantunya itu,karena hanya ia satu satunya yang Alvaro punya saat ini.
Setelah mandi dan berpakaian,Alvaro turun ke bawah untuk menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh Bi Asih.Setelah sarapan Alvaro lansung keluar rumah tanpa mengatakan satu kata pun.Memang begitulah ia.Setelah kejadian 10 tahun silam,Alvaro berubah menjadi sosok yang dingin,tak terjangkau,selalu berkata kasar,tak pernah memikirkan perasaan orang lain bahkan perasannya sendiri.
~~~~~
Sebuah motor tampak memasuki halaman sekolah diiringi dengan tatapan terkejut dari orang sekitarnya.Tatapan mereka tertuju pada orang yang berada di atas motor itu.Orang yang telah menghilang satu tahun yang lalu itu kembali dengan santainya.
"Emang enak ya jadi orang ganteng" ujar Reno kepada Alvaro.Ya Alvaro,orang yang berada di atas motor itu."Makanya waktu lo dalam kandungan,lo minta sama emak lo buat bikin wajah lo itu cakep kayak gue" ujar Okta sambil menatap Reno sombong."Eh Curut,lo nggak ngaca.Muka lo juga pas pasan.Sama kayak gue!!!!" Reno membalas ucapan Okta."Eh daripada kalian ribut,mending kita susulin si bos,dia udah jauh noh" ujar Haris menengahi mereka.Betul saja Alvaro sudah berlalu begitu saja tanpa memedulikan teman temannya yang sedang memanggil dirinya.Alvaro berjalan dengan santai nya,tetapi aura disekitarnya lansung berubah.Sepanjang koridor hanya ada bisikan seolah bertanya kapan cowok itu kembali ke Indonesia.Alvaro memang pindah ke Australia 1 tahun yang lalu,tapi karena suatu alasan dia memutuskan untuk kembali meski banyak yang tidak menyetujuinya.Saat tiba di depan kelasnya,langkah Alvaro dihentikan oleh seorang siswi.Kelihatannya siswi itu masih kelas 10.Ia berjalan mendekati Alvaro sambil membawa sebuah paper bag.Alvaro yang seolah tahu apa yang akan dilakukan siswi itu pun langsung mendengus malas,tetapi ia justru tetap berdiri tegak menunggu siswi itu mengucapkannya.Alvaro berpikir jika ia sudah melakukannya dihari pertama ia masuk sekolah tentu akan sangat menyenangkan,apalagi bagi seorang Alvaro Gibrani Alexis mempermainkan perempuan adalah hobinya.
"Kak Alvaro,aku mau ngasih ini buat kakak" ujar siswi itu malu malu.Haris yang melihat hal itu lansung mengatakan kalau siswi itu harus segera menghentikan perbuatannya,tapi perkataan dari Alvaro membungkam Haris."Lanjutin" ujar Alvaro pada siswi yang terlihat sangat manis itu,Dengan rambut dikuncir kuda,pasti akan menarik banyak perhatian kaum adam,tapi tidak untuk Alvaro."Aku mau bilang kalau aku suka sama kak Alvaro.Kakak mau kan jadi pacar aku??" siswi utu melanjutkan perkataannya sambil menunggu penuh harap.Tetapi hal yang dilakukan Alvaro selanjutnya menghancurkan harapan gadis itu.Alvaro mengambil paper bag yang ada di tangan gadis itu,lalu mengeluarkan isinya yang ternyata adalah brownis yang kelihatan sangat indah.Kemudian Alvaro mendekati gadis itu,dan tanpa disangka siapapun brownis yang berada di tangan Alvaro,ia layangkan ke muka gadis yang menunggu dengan penuh harap itu.Semua yang berada di sana pun terkejut dengan hal yang telah dilakukan Alvaro,tak terkecuali 3 orang teman Alvaro yaitu Reno,Okta,dan Haris."Rani!!!!" teriak seorang siswi yang muncul dari kerumunan itu.Siswi itu segera menolong gadis yang telah berlumuran krim kue itu dan menyuruh semua orang untuk bubar.Lalu siswi itu segera menghampiri Alvaro dengan tatapan penuh amarah,sementara Alvaro menatap siswi itu dengan tatapan datar."Lo bener bener ya!!Lo itu baru masuk sekolah udah bikin masalah!!Nggak puas lo selama ini udah nyakitin banyak cewek??Lo itu harusnya mikirin perasaannya dia,atau mungkin hati lo udah benar2 mati ya??!!!" ujar cewek itu penuh kemarahan.Sementara Alvaro hanya diam dengan tatapan datar nya."Katya udah,mendingan lo balik ke kelas deh,lo tau kan seberapa banyak pun lo ngomong,nggal akan berpengaruh ke dia" ujar Haris berusaha menenangkan Katya."Betul tu apa kata si Haris,mau sampai dunia kiamat pun si bos nggak bakal dengerin omongan lo" sambung Reno."Ya kali dia mau dengerin,orang dianya dingin banget kayak es batu,keras lagi" Okta yang mengatakan itu lansung mendapat tatapan sinis dari Alvaro."Hehehe maap bos,gue cuma becanda" ujar Okta sambil berlindung dibalik bahu Reno."Lo apaan sih..Lepasin gue nggak!!!" ujar Reno sambil memukul kepala Okta."Iiihhh...Kok Reno jahat sih sama aku...Ntar kamu nggak aku bolehin pulang loh.." ujar Okta dengan manjanya.Haris yang melihat perdebatan keduanya hanya bisa menggelengkan kepala.Kenapa dia bisa punya teman kayak gini sih??.Sementara Alvaro yang malas melihat mereka kembali melanjutkan langkahnya,tetapi bukan masuk ke kelasnya,melainkan menuju kantin.Katya yang melihat Alvaro pergi pun segera menyusulnya,tetapi ditahan oleh Alia dan Sherly."Udahlah Katya..Percuma lo ngomong sama tuh gunung es,nggak bakal didengerin"uja Alia."Tapi gue kesel sama tu orang,lia!!Kapan sih dia bisa berubah???!!!"ujar Katya masih dengan penuh emosi."Gue tau lo kesel,tapi lo jangan terlalu maksain diri lo.Lo harus kontrol emosi lo.Lagian kan lo tau alasan Alvaro nggak mau ngomong sama lo lagi,kalau lo semakin banyak gangguin dia,dia justru makin benci sama lo"ujar Sherly.Perkataan Sherly membuat Katya terdiam."Mending lo balik ke kelas aja ya"ujar Haris.Katya pun kembali ke kelasnya,tetapi ia hanya diam tanpa berkata apapun .Ia sangat tahu apa alasan yang membuat Alvaro seperti itu.Alvaro yang dulu bukanlah seperti ini.Katya lah yang menyebabkan Alvaro menjadi seperti ini.Tapi apakah salah jika Katya hanya ingin meminta maaf dan berusaha mengembalikan Alvaro yang dulu??Apakah ia salah jika ia hanya ingin Alvaronya kembali??.Setibanya di kelas,Katya hanya diam sambil tiduran di mejanya,bahkan ia tidak memerhatikan pelajaran yang tengah diterangkan di depan kelas.Pikirannya terus menanyakan hal itu.Mungkinkah Alvaronya yang dulu kembali.Alvaro yang selalu ceria,selalu bersikap manis kepadanya,yang tidak pernah berkata kasar,yang selalu menghargai perempuan.Akan tetapi,setelah kejadian 10 tahun silam,Alvaro berubah.Menjadi sosok yang tak pernah Katya kenal.Dan setelah Katya tau apa penyebabnya,Katya hanya bisa mengatakan maaf,tetapi Alvaro justru menamparnya dan menyuruhnya untuk tidak muncul di hadapan Alvaro lagi.Katya yang saat itu hanya bisa menangis dicaci maki oleh Alvaro.Pikiran Katya terhenti ketika bel istirahat berbunyi.Alia dan Sherly mengajak Katya untuk ke kantin.
~~~~~

Maaf kalau ada typo nya ya😃😆
Jangan lupa tekan bintangnya,sama juga jangan lupa follow ya....Komen juga nggak papa kok

Cause I..Where stories live. Discover now