Matahari terbenam di pantai yang indah ini. Dua orang pria duduk bersanding di atas pasir putih. Kato melingkarkan tangannya ke bahu Ryo. Ryo mulai bersandar di bahu Kato.
"Aku ingin break!!" Ryo mengangkat kepalanya dan melepaskan tangan Kato di bahunya.
"Apa kau gila??" Kato terkejut dengan keputusan Ryo, dan dia berdiri menghadap Ryo.
"Itu yang kuinginkan sejak dulu" Ryo berdiri dan memegang pinggangnya yang kurus.
"Apa yang sudah kita lakukan selama ini akan sia-sia seperti ini??" Kato berbalik badan dan menyilangkan tangannya.
"Aku tidak ingin reputasi di sekolah menjadi buruk jika tahu bahwa siswa kebanggaannya kencan dengan seorang pria" Ryo memegang bahu Kato di depannya.
"Kau hanya mementingkan reputasi bodohmu!!!! Kau tidak pernah sesekali mementingkan persaanmu dan perasaanku" Kato melepaskan tangan Ryo di bahunya dan pergi meninggalkan Ryo sendiri.
Ryo menahan Kato yang pergi dan menangis seperti wanita. Kato langsung melepaskan tangan Ryo dan pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Ryo merasa bersalah dengan keputusannya ini. Dia masih tetap menangis dan duduk diatas pasir. Dia sudah mengetahui bahwa hal ini akan bermasalah di kehidupannya nanti, karena Kato adalah orang yang tidak baik.
***
.
.
.
Pemanasan dulu di Prolog ini.
Semoga cerita ini bisa lanjut hingga selesai.
Ini adalah tulisan pertamaku di dunia oranye ini.
Mohon bantuannya ya!! 😊
Semua ini tidak berarti tanpa dukungan pembaca.
Thank U
YOU ARE READING
IDEAL LOVE - I'm (NOT) Gay -
Teen FictionRyo tidak ingin semua orang tahu bahwa dia gay. Dia tidak ingin reputasinya sebagai siswa yang penting di sekolah menjadi buruk. Akibat masalah di masa lalu, membuat Kato mantan pacar Ryo melakukan permainan kotornya pada Ryo. Hal ini dilakukan agar...
