Alhamdulillah akhirnya ketemu Bunda juga selama 3 tahun hanya bisa 2x bertemu membuat rindu yang membuncak, Indonesiaaaaaaaa Iam coming bebeh..... Afrin berteriak sangat kencang setelah keluar dari pemeriksaan boarding pass*, teriakan sang gadis itu membuat semua orang melihat kearahnya. Afrin hanya tersenyum dengan sumringah dan tidak memperdulikan sekitarnya yang telah terganggu dengan teriakannya tadi. Perjalanan dari Bandara Washington Dulles (IAD) ke Yogyakarta Airport memakan 46 jam dalam perjalanannya, selama perjalanan Afrin selalu berdo'a agak diberikan keselamatan sampai dia benar-benar menginjakkan kakinya turun dari pesawat besar ini.
Afrin sang gadis kecil Bunda Arin tumbuh menjadi gadis yang lemah lembut, ayu, pemberani dan ambisius yang membuat bunda Arin dengan sangat terpaksa mengizinkannya untuk bersekolah ke luar negeri. Karena Afrin tidak mau pergi jika dia tidak mengantongi Restu dan do'a dari sang bunda. Karena restu Allah adalah restu orang tua yang selalu menjadi jimat pamungkasnya jika ingin melangkah kemana saja. Afrin kecil bunda Arin telah berumur 25 tahun dan sudah menyelesaikan pendidikan Master degree nya di university of Harvard dengan jurusan yang sangat dicita-citakan afrin, yaitu menjadi Psikolog. Bunda Arin selalu mendukung apa yang gadis kecilnya minta asalkan semuanya baik untuk putri kesayangannya, sang bunda pasti akan memberikan dukungan penuh untuk Afrin. Afrin sangat menyayangi bunda Arin karena didunia ini Bunda Arin lah yang menjadi pusat kehidupan nya, berjuang menjadi yang terbaik untuk membahagiakan sang bunda.
Akhirnya sampai Alhamdulillah ya Allah Afrin berteriak dan turun dari pesawat, setelah menginjakkan kakinya di Yogyakarta Airport afrin sujud syukur karena telah menyelesaikan 1 impian besarnya. Saatnya afrin melanjutkan mimpi-mimpi besarnya yang lainnya. Afrin berlari ke tempat pengambilan barang-barang nya, setelah semua barangnya telah diambil afrin meletakkan semua barang bawaannya ke dalam troli. Ada banyak oleh-oleh untuk sang bunda dan juga sepupunya anak dari sang paman yang telah dianggap Afrin sebagai ayahnya. Afrin tidak pernah berjumpa dengan sang ayah dan bunda Arin juga tidak pernah menceritakan tentang ayahnya, kalau afrin bertanya pada bunda maka bunda akan menampakkan wajah yang sedih dan membuat afrin menyesal karena telah menanyakannya dan pada akhirnya afrin tidak pernah menanyakan keberadaan sang ayah sampai dia lupa bagaimana bentuk wajah ayahnya dan saudaranya dulu. semua ingatan itu mulai menghilang dalam ingatan afrin karena prioritas utamanya adalah membahagiakan sang bunda.
Bundaaaaaaaaaaaa afrin berteriak sangat kencang ketika afrin melihat sang bunda yang berdiri di barisan luar pintu kedatangan. Afrin berlari dan memeluk sang bunda rindu yang membuncah akhirnya tersampaikan juga, afrin berjanji tidak akan pergi lagi untuk meninggalkan sang bunda. Ketika dia menikah nanti maka bunda akan tetap tinggal dengannya apapun yang akan terjadi nanti. Karena bunda adalah pusat kehidupan afrin dari dulu saat ini dan untuk nanti kedepannya.
Bunda membalas pelukan afrin tidak kalah erat dari pelukan afrin untuk bunda, sambil menangis bunda dan afrin menjadi tontonan sekita mereka.
"Nangis-nangis nya udah yaaaaaa bunda sekarang kita pulang kerumahnya, bawa anak bunda yang kurus ini pulang dan kasi dia makan sebanyak-banyaknya lihat aja itu Bun si kodok kecil banget kurus lagi. Eh lu disana lu makan apa aja si? Makan rumput? Emang di sana ga ada nasi apa?" Ucap Andra sang Abang sepupunya.
"Iiihhhhhhh Aa sekarang itu ya semua cewe pengen banget punya badan kaya afrin, mata Aa kok ga bisa lihat Body Goals banget ini punya si kodok. Gak kaya cewe Aa yang......." Sarah tidak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya telah dibekap oleh andra.
Andra dan Sarah adalah sepupunya Afrin, mereka anak dari paman ion Abang angkat dari Bunda Arin. Kekerabatan mereka sangat dekat walaupun tidak adanya ikatan darah diantara mereka, Andra sudah menganggap Afrin sebagai adik kandungnya dan sangat sayang padanya. Bahkan Andra sangat posesif pada adik-adiknya Sarah, Afrin dan si centil Indi juga adik Andra yang paling bontot.
Afrin dan bunda Arin melepaskan pelukannya dan bergantian memeluk sarah, " ehhhh mbak aku tu rindu bangettt, aku bawa make up keluaran terbaru channel lho mbakkk. Tapi pesanan Mbak gak aku beli uang yang mbak kirim aku jalanin wkwkwkwkwk" kata afrin sambil tertawa lebar dan membuat Sarah melotot dan melepaskan pelukannya.
"Ehhhh lu berani sama gua, lu ye jahat banet siiiiiii" ucap Sarah sambil menjawil hidung afrin.
"Gua canda mbak gua bercanda mbak lepas atiiiiittt, bundaaaaa mbak Sarah jaatin lilin" ucap afrin manja.
"Udah-uda yuk pulang bunda dan mama Gusti Uda masak banyak untuk menyambut kepulangan kamu sayang yuk pulang" ucap sang bunda
" Ehh lu ga mau peluk AA lu yang ganteng tiada Tara ini???" Ucap Andra sambil menarik sedikit hijab pasminanya afrin
" Aaaaaaa anteng lilin linduuu sama Aa", sambil memeluk Andra dan memberikan kecupan di pipi Andra. Andra membalas pelukan afrin dan memberikan kecupannya di surau afrin.
Bunda melihat kedekatan anaknya dan kedua seponakannya membuat bunda terharu dan sekaligus sedih karena teringat dengan anak sulungnya yang sekarang entah dimana keberadaannya. Dalam hati bunda berdo'a semoga "Iza" nya putri sulungnya selalu dalam lindungan Allah dan semoga bisa segera dipertemukan dengannya. Tanpa sadar air mata bunda keluar dan membuat afrin, Sarah dan Andra memandang bunda.
"Bunda kenapa? Kok wajahnya sedih banget sampel nangis lagi, kan lilin bunda Uda pulang sekarang" ucap Andra.
Lalu bunda terkejut dan segera menghapus air matanya,
" ehhhh bunda cuma terharu liat kalian akrab banget, semoga nanti kalian bisa saling melindungi ya kalau bunda ga ada nanti" ucap bunda arin dan sontak membuat mereka bertiga berteriak, "bundaaaaaaaaaaaa jangan pernah ngomong begitu dong" ucap afrin, Sarah dan Andra. Dan dibalas lelehan dari bunda
"udah yuk pulang mas ion dan mbak Gusti pasti Uda nungguin kita" ucap bunda lalu mulai berjalan, dan afrin dan Sarah mengikuti bunda Arin berjalan dan meninggalkan Andra terbengong karena mereka meninggalkan troli dan tas selempang Afrin.
"Tunggu gadis-gadis......" ucap Andra dramatis. Dan dibalas afrin dan Sarah dengan tatapan sedikit menjijikkan karena kelebihan sang Abang.
Andra menyelempangkan tas afrin yang sangat silau warnanya menurut Andra, bayangin aja warna tasnya kuning menyala dan ini tas perempuan. Andra pasrah sambil berjalan mendorong troli bawaan adik kesayangannya, Andra tersenyum melihat bunda Arin dan afrin bisa tersenyum. Bahkan mungkin afrin sudah lupa dengan kejadian 22 tahun yang lalu yang telah merubah nasib mereka dan memisahkan kakak beradik itu, ya memang Andra tahu kejadian 22 tahun yang lalu. Karena Andra sudah berumur 14 tahun ketika kejadian itu terjadi dan Andra tanpa sengaja mendengar pembicaraan papa dan mamanya dulu. Papa dan mamanya membicarakan tentang perselingkuhan sang paman istri dari tantenya, karena setelah kejadian itu bunda Arin dan afrin tinggal di rumah mereka selama 2 tahun. Dan tahun ketiga bunda dan afrin membeli rumah disebelah rumah Andra karena sang pemilik rumah ingin menjual rumahnya, dan membuat bunda ingin membelinya saja karena bunda Arin merasa tidak enak kepada mas ion dan juga mbak gusti yang telah banyak membantu mereka. Karena hidup dan tumbuh di tempat dan lingkungan yang sama Andra mengubah panggilannya menjadi bunda dari Tante begitu juga dengan afrin yang sekarang memanggil paman dan Tante menjadi papa ion dan mama gusti.
Sampai sekarang Andra masih berjuang mencari keberadaan Aliza anak dari bunda Arin yang notabene adalah sepupu dan adiknya juga, kabar terakhir Andra mengetahui bahwa Aliza telah pergi ke Perancis untuk sekolah disigner disana itu pun 3 tahun yang lalu bahkan sekarang dia tidak tahu lagi bagaimana harus mencari keberadaan adiknya tersebut.
Aku sangat menerima kritik dan saran ya, monmaap ini ceritanya berbelit karena Masi newbie gua mah.
Tapi aku sangat menerima saran kalian ya, jangan lupa klik bintang dan tinggalkan komentar yaaaa...
Kiss you bebeh!
VOCÊ ESTÁ LENDO
Ex Wife of Conditional Marriage
RomanceEx wife of conditional marriage Afrin Baha dan Aliza Eshal Kakak beradik yang terpisahkan oleh perceraia kedua orang tua mereka, perpisahan yang terjadi atas kesalahan dari sang ayah yang berselingkuh membuat kedua putri mereka trauma dan memiliki i...
