'dua'

36 5 1
                                        

"kalian ini bagaimana tidak mengerjakan pr saya!" Bu Neneng menggebrak meja guru didepan anak-anak yang tidak mengerjakan pr. "apa waktu tiga hari tidak cukup untuk mengerjakan 10 soal?"

"bukannya ga cukup, bu?" Delvin menjawab "tapi lupa. namanya juga orang lupa, mana inget, Bu?"

"kamu! berani ngejawab!?" mata Bu Neneng sudah hampir keluar, tanda bahwa ia sudah benar-benar marah.

"saya diem salah, jawab jug--?"

"diam!" Bu Neneng melemparkan spidol papan tulis ke arah Delvin, dan berhasil mengenai jidatnya.

"aduh" erangnya pelan.

"sekarang, keluar kalian! pergi kelapangan! biar Pak Jojo yang mengurusi kalian! saya ga akan capek-capek buang tenaga untuk ngurusin kalian!"

"yaudah deh, yuk! keluar cuy!" sahut Reno.

sebelum keluar kelas, Delvin kembali ke mejanya. Kami sempat saling tatap tapi kemudian ia buang muka dan menatap kedepan. Setelah mendapatkan apa yang ia mau, ia kembali berjalan menuju pintu kelas.

"kamu ini!" Bu Neneng membentak Delvin "cepat keluar!"

"iya, ini saya juga mau keluar. Dadah ibu cantik!" ucap Delvin menggoda.

Bu Neneng menatap Delvin muak "cepat keluar!"

saat istirahat, aku pergi ke kantin bersama Oca dan Kiara. mereka teman ku dari SMP  tetapi sekarang kita beda kelas. kami memesan bakso dan es teh manis lalu duduk ditempat yang masih kosong.

"masa si Delvin and the geng tadi diusir sama Bu Neneng" ucapku sambil menuangkan saus ke dalam mangkuk.

"Delvin tuh yang mana sih?" tanya Oca.

"ada pokoknya, nakal bat dah orangnya, suka cabutcabutan pelajaran" jawabku.

"kenapa emang dia?" tanya Kiara.

"ya biasa, langganan ga ngerjain pr" ucapku.

"ya namanya ge bocah-bocah kayak gitu mana mau disuruh ngerjain pr" saut Oca.

"trus tadi pas sebelum Bu Neneng dateng Delvin sama si Karin ribut" ucapku.

"ngape lagi? rusuh ni orang kayaknya" ucap Oca.

"iya biasa lah, yang satu maunya ngerjain pr yang satu kaga mau" ucapku.

"yaelah timbang begituan doang diributin" saut Kiara.

"ya namanya juga orang" ucapku sambil tertawa kecil.

Delvin POV

dari pada bertemu pak Jojo mending ke kantin menyenangkan perut.

“Ren? lu ko makin hari makin jelek aja sih?”tanyaku sambil tertawa.

“Iyaaa Ren bener, si Delvin makin jelek aja.” ucap Dava.

“Jehh kutill kenape jadi gua” ucapku tidak terima.

“Hahaha Iya makin hari si Reno makin jelek aje, urusin tu rambut lu udah kayak bulu domba aja" ucap Dava tertawa.

“Andai kata matahari tak bersinar lagi, ku tak kan mau mencukur rambut fenomenal ku ini.”ucap Reno.

“jiaahhh make pribahasa segala lu, liat ni rambut gua uhhhh keren abizz cewe-cewe klepek-klepek sama gua apalagi gua make motor Ninjaa makin nempel dah.” ucapku tertawa.

“liat juga ni rambut gua udah kaya aliando ya gak vin” tanya Dava kepada Delvin.

“Iyaaa bener banget " ucapku.

DelvinWhere stories live. Discover now