Lagunya enak loh gaid. Dengerin. Gatau deh cocok apa engga sama ceritanya 🤔Tapi enak 👍
Vomment jangan lupa oke 😘
~happy reading~
"Nana!" Panggil Samudra. Nagatha menengok, mendengar cowo di sebelahnya memanggil nama kecilnya.
Samudra menatap pantai yang ada di depannya. Kini mereka berdua sedang berada di pantai, liburan keluarga yang biasa dilakukan oleh keluarga Samudra dan Nagatha setiap tahunnya.
Mereka terdiam. Angin laut malam berhembus pelan menemani malam mereka.
Hampir saja gadis dengan rambut hitam di gerai dan wajah menawan itu tak sabaran.
"Nana..." Samudra menggantungkan ucapannya. Tetap memandang ke arah pemandangan air di depannya.
"Kamu pernah jatuh cinta?" tanya Samudra.
Ia menengok, menatap Nagatha yang mukanya memerah. Tak pernah Samudra menanyakan hal seperti ini.
Hal yang selalu Nagatha tutup rapat-rapat.
Nagatha bersyukur. Malam hari di pantai itu gelap. Sehingga wajah memerahnya tidak akan ketahuan apabila dilihat Samudra.
Samudra yang menatapnya dengan serius seperti itu. Membuat hati Nagatha berdegup kencang.
"Aku..."
"Tidak pernah," Nagatha membohongi dirinya sendiri. Entah karena memang tidak ingin orang hang dicintainya tahu.
Atau dia sendiri tidak menyadarinya.
Samudra yang tadinya kembali menatap laut. Menengok dan menatap Nagatha dengan mata berbinar. "Sama dong! Kita ini benar-benar sahabat sejati ya!" ucap Samudra dengan polos.
"Kalau Nana jatuh cinta! Harus bilang dulu kepadaku ya! Pokoknya aku harus jadi orang pertama yang tahu Nana jatuh cinta pada siapa!" Samudra mengarahkan jari kelingkingnya.
Yang disambut oleh jari kelingking Nagatha. "S..sam juga janji," Samudra mengangguk. Mereka mengaitkan kedua jari kelingking mereka.
Samudra tertawa gembira setelah itu. Lalu entah sadar atau tidak.
Ia merangkul Nagatha. Jantung Nagatha berdegup kencang. Ia benar-benar tidak sadar.
Apabila dirinya, sudah jatuh hati kepada sahabatnya sendiri.
Di umurnya yang ke sebelas.
4 tahun kemudian
"NANA!" teriakan melengking Samudra membuat kuping Nagatha hampir pecah.
"Ada apa? Sam, kau berisik" ucap Nagatha pura-pura jutek. Ini kali ke 14 mereka liburan bersama. Dari tahun ke tahun pertumbuhan Samudra tampak pesat.
Diumur mereka yang ke 15, Samudra telah menjadi sosok lelaki yang tampan dan diincar kaum hawa.
Rambutnya yang berantakan namun tetap menawan. Tingginya yang semapai bahkan hampir melebihi tinggi ayahnya sendiri. Badannya yang tidak terlalu kurus namun tidak terlalu gendut.
Senyum manis menggoda yang ditampilkan setiap kali tersenyum. Bibir yang tidak terlalu tebal namun tidak terlalu tipis. Serta hidung mancung dan rahang tegas yang menjadi poin penting dalam makhluk yang tampak sempurna itu.
Membuat Nagatha sadar maupun tidak sadar semakin jatuh kedalam perangkap cinta lelaki rupawan itu.
Sedangkan Nagatha sendiri juga sama.
Ia dan rambut hitamnya yang panjang sampai sepunggung. Kulit kuning langsatnya, matanya yang coklat dan tampak indah. Bulu matanya yang lentik, alis yang tebal dan teratur.
Rahang yang tegas, bibir tidak terlalu tipis namun tidak terlalu tebal yang menampilkan warna agak kemerahan yang alami. Serta hidung mancung yang menjadi pelengkap bagi makhluk bagai pahatan seperti Nagatha.
Sam menatap Nagatha, "Aku rasa aku jatuh cinta!" ucap Samudra. Nagatha bahkan bisa merasakan euphoria yabg dirasan oleh sahabatnya itu.
"Benarkah? Dengan siapa?"
Nagatha berumur lima belas tahun. Ketika Samudra pertama kali mematahkan harinya dengan menceritakan cinta pertamanya.
Sekarang
"Sam," Nagatha memanggil Samudra yang sedang berlatih basket di pekarangan rumah Sam.
Sam menghentikan permainannya. "Nana! Apakabar? Sudah lama kau tidak berkunjung," ucap Sam sambil berlari mendekati Nagatha.
"Ada apa?" tanya Sam yang melihat wajah murung Nagatha.
Nagatha menggeleng, "aku cuma kangen main ke sini," ucap Nagatha lalu tersenyum.
"Auwww aku juga kangen padamu," ucap Sam lalu mencoba memeluk Nagatha yang menghindar.
"Jangan peluk aku! Kau bau!" ucap Nagatha yang menghindar. "Aku itu wangi tau!" ucap Samudra yang mencoba meraih Nagatha.
Yang berakhir dengan mereka berdua yang kejar-kejaran sampai capek.
Nagatha tertawa bahagia. Ia bahagia dengan rahasia terpendamnya yang belum Sahabatnya itu ketahui.
Sahabatnya yang menjadi tokoh utama dalam setiap cerita di dalam hati Nagatha.
Namun kali ini. Bisakah Nagatha menggantinya dengan lelaki baru dan kebahagiaan baru yang akan menanti?
YOU ARE READING
Scenario
Teen FictionKamu tau segalanya tentangku. Kecuali perasaanku yang sebenarnya padamu -Nagatha Sadewi Nagatha Sadewi, cewe pendiam, tidak banyak bacot, jutek dan penyendiri. Menyukai seorang lelaki bernama Samudra. Sahabatnya sejak sedari kecil, yang menyukai seo...
