BAGIAN 1☔

1K 53 8
                                        

"tetaplah berfikir bahwa mengharapkan seseorang yang tidak mengharapkan kita itu hanya membuang-buang waktu"

-------

Aku gapernah menyesal saat berjumpa,berkenalan,dekat dan akhirnya jatuh cinta sama kamu.aku cuma menyesal karena kamu adalah hal yang tak boleh lagi aku semogakan..

-happi riding bund.

✳✳✳✳    

Suara bising yang sangat jelas terdengar dari kamar gadis bertubuh mungil yang memiliki paras cantik dipadukan dengan wajahnya yang begitu imut ibarat kata orang itu baby face.Biru gladisa aretta namanya.gadis blasteran yang memiliki nama sedikit aneh tapi memang ya itu adanya.omahnya yang memberikan nama.mungkin jika biru sudah lahir sebelum omahnya memberi nama dia akan protes sepanjang jalan kenangan.sayangnya itu mustahil.

Karena suara gedebrak-gedebruk yang berasal dari atas anak tangga terdengar jelas ditelinga dian ibunda biru.yang membuat wanita awet muda itu tidak tahan untuk tidak mengomel,bukan sekali dua kali anaknya selalu membuat rusuh di pagi buta seperti ini.

Dian menaruh rotinya diatas meja dan mengembuskan nafasnya pelan

"biruuuuu,berisik banget yaampun ngapain si kamu!!"teriaknya dari bawah tangga.

"dasi biru ilang mahh gatau dah kemana"balas gadis itu berteriak dan sedikit merengek.

Biru  kesal sekaligus  jengah. sudah lima menit mencari tapi tetep tidak ketemu.padahal kalo tidak salah dia menaruh dasi selalu di gantungkan dengan seragamnya tapi kenapa sekarang dasi itu tiba-tiba menghilang pas lagi sayang-sayangnya.Eh

"Lagian kalo naro dasi tuh jangan sembarangan,diseret tikus kali"ucap mamanya enteng,tetap masih berada di bawah tangga karena sibuk lanjut menyiapkan sarapan pagi untuknya dan juga biru.

Biru yang mendengar ucapan  mamanya dari bawah tangga hanya mendelikan mata dan malas berkomentar lagi.

"bukannya bantuin malah doain diseret tikus nyebelin banget deh mama"gerutunya dengan pelan.

Sekarang sudah pukul 06:20 yang artinya upacara dimulai 15 menit lagi dari sekarang  dan dia belum juga menemukan dasinya.


Saking kesalnya gadis itu membuang nafasnya kasar dan pasrah saja dengan memilih tidak memakai dasi hari ini.

Anjir persetan sama dasi sialan,yang penting gue ikut upacara"umpatnya kesal.

Kakinya melangkah untuk menuruni satu persatu anak tangga rumahnya dengan sedikit berlari dan menggerutu tidak jelas,dari bawah mamahnya hanya menggelengkan kepala saja.sangat heran dengan tingkah anaknya yang masih kekanak-kanakan.


"udah ketemu dasinya?"tanya dian seraya menaruh roti yang sudah dia buat untuk biru.


Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan mamanya,dia tetap berjalan menuruni anak tangga dengan bibir mengerucut sebal.


Tanganya bergerak untuk menarik kursi dan mendudukannya.

"belum ketemu,bodoamat deh!!! biru cape loh daritadi nyari-nyari mah,biarin aja kalo dihukum palingan cuma hormat bendera"cibir biru dengan enteng dan tangannya bergerak untuk mengambil roti selai coklat.

GengsiWhere stories live. Discover now