Perkenalan Kisah ku

68 4 2
                                        

Namaku Ario Damar Tandesa
Ya , aku ada di dunia ini karena perbandingan trigonometri ,, hehe bercanda dikit.
Ngomong -ngomong aku mulai tau perbandingan trigonometri saat aku sekolah menengah kejuruan , yaaa aku anak teknik , ahh ini apasihh malah ngomongin trigonometri.
Tapi kalian juga harus tahu perjuangan beratku sampai aku duduk di bangku SMK.
Perjuangan ku dimulai saat aku lahir pada 1 Januari 1991. Bagus ya hari kelahirannya , aku lahir di Jakarta dan aku anak pertama , Ayahku bernama Casio Suhendra dan Ibu ku bernama Siti Pyta Ghoras . Mereka berdua adalah orang tua terbaik di dunia , kehidupan keluarga kami juga bahagia walaupun jauh dari kecukupan rezeki , Ayah dan Ibu ku bekerja sebagai pemungut barang barang bekas , dengan gerobak kecil tanpa cat mereka menulusuri jalan jalan Ibukota untuk mencari barang barang bekas . Sejak kecil aku diajak mereka bekerja , dengan selimut seadanya Ibu menaruh ku di dalam gerobak , lahh katanya gerobaknya kecil tanpa cat?? Kalo ada kamu terus barang barang bekas nya di taruh dimana?? Ya. Aku lupa bilangin kalo Ayah dan Ibuku membawa masing masing gerobak kecil tanpa cat . Lalu diumur ku yang sudah 7 tahun aku masih tetap ikut ayah dan ibuku bekerja , terus kamu enggak sekolah?? Kalian pasti tahu alasan ku tidak sekolah,, yapp betul karena orang tua ku tidak punya biaya untuk sekolah ku. Jangan berpikiran bahwa aku tidak punya teman karena selalu ikut orang tua ku bekerja , aku punya lumayan banyak teman karena lingkungan rumah ku merupakan lingkungan yang padat penduduk , salah satu teman terbaikku bernama Miko Bramas Setya biasa dipanggil Miko , dia teman terbaikku tapi sayangnya ada sifat jelek dia yaitu suka mengambil barang yang bukan hak dia.
Jadi kehidupan ku seperti itu tidak ada hal yang istimewa , pagi pagi manapakkan kaki ikut bekerja dengan orang tua dan mulai siang sampai sore aku bermain bersama teman temanku. Diusia ku yang menginjak 8 tahun terjadi kejadian dramatis jengg..jengg..jengg..
Saat itu seperti biasanya aku ikut orang tua ku bekerja mengumpulkan barang barang bekas , saat itu kami lewat depan sekolah dasar yang cukup terkenal , pas saat itu jam pulang sekolah . Aku melihat murid murid keluar pintu gerbang , mereka saling berbincang . Bisik bisik terdengar salah satu murid merencanakan untuk belajar kelompok di rumahnya , sementara murid murid yang lain juga asik berbincang bincang dengan teman temannya .
Lalu aku berpikir betapa senangnya bisa bersekolah , punya banyak teman , bisa belajar bareng teman dan banyak hal menyenangkan lainnya .
Lahh memangnya selama 8 tahun kamu menulusuri jalan Ibukota baru kali ini melihat anak anak sekolah? Sebenarnya sih sering kali aku melihat anak anak sekolah tetapi baru kali ini rasanya beda . Aku sangat ingin bersekolah tapi kalau di pikir pikir , pendapatan kerja orang tua ku tidak akan bisa untuk biaya sekolah ku karena hanya untuk makan sehari hari , itu pun makan dengan seadanya .
Lalu terbesit dari hati kecil ku saatnya aku berusaha sendiri , aku akan mengumpulkan uang untuk biaya sekolah.
Disinilah mulai perjuangannya melawan kerasnya kehidupan.

Pejuang HidupStories to obsess over. Discover now