"Shei!"
Merasa dipanggil namanya, Sheira melihat ke belakang. Dia terkejut, orang itu, orang yang memanggilnya adalah orang yang sama yang membuat luka amat dalam dihatinya. Dia, kembali.
Ravino Arkana.
Sheira berlari untuk menghindar, dia tidak ingin bertemu dengan seseorang yang membuat luka di hatinya hingga orang itu mengejarnya dan dapat meraih tangannya.
"Sheira Anastasya!" Sheira mencoba menenangkan dirinya, ia melepaskan genggaman tangannya dan berniat untuk pergi.
"Dengerin gue dulu, gua ninggalin lo karna ada alasannya, biarin gue jelasin semuanya. Tolong jangan pergi" Ucap Vino saat melihat sikap yang ditunjukkan Sheira adalah sikap kebencian terhadapnya.
"Kembali Shei, gue nyesel udah ninggalin lo gitu aja" Vino kembali memohon namun Sheira tetap diam.
"Gue masih sayang sama lo"
Byurr! Sheira merasakan basah ditubuhnya, ia mencoba membuka matanya. Sial ternyata cuma mimpi!
"Kamu itu kalo belum disiram air belum bangun, kamu mau sekolah nggak? Ini udah jam setengah tujuh loh, cepet bersih-bersih, mama gak mau kamu telat, ini hari pertama kamu sekolah!" Ucap Sinta meninggalkan kamar anaknya itu.
"Ganggu aja lagi mimpi bahagia juga. Udah deh Shei gak usah banyak berharap dia balik lagi, cuma mimpi Shei mimpi. Mending gue mandi sekarang, kali aja di sekolah gue banyak kaka cogan" sehabis mengucapkan itu Sheira berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Mama ayo, Sheira udah siap nih!" Teriaknya sambil memakai sepatu.
"Berisik banget sih kaya di hutan aja teriak-teriak, mama denger kali" ucap Sinta sambil menyuapi Sheira roti.
Sheira Anastasya, anak manja yang tidak bisa melakukan apapun sendirian, gadis paling disayang oleh teman dan juga keluarganya. Dia berbeda dengan gadis lainnya, sikapnya yang seperti anak kecil dan pemikiran yang dewasa, dia pintar dalam segi apapun. Pencinta musik dan novel, baginya musik dan novel adalah dunianya. Namun saat bertemu Vino, dia melupakan segalanya dan menjadikan Vino sebagai dunianya, sehingga Vino merusak semuanya.
"Kamu tuh harus cantik kaya mama, semangat dong, jangan lupa senyum" Ucap Sinta yang sudah siap melajukan mobilnya.
"Iya ma iya, Sheira heran, mama ini anak siapa si? Bisa pede banget gitu udah tua masih aja kaya anak muda gayanya"
"Anak nenek kamu dong, emang mamah masih muda, kamu aja kalah sama mamah. Bangga dong harusnya kamu"
"Serah mah serah" Sheira sudah capek dengan mamah nya itu, sudah tua mengaku masih muda. Ia heran mengapa ayahnya mau menikah dengan mamah nya yang unik ini.
"Sampai. Sudah sana masuk, berdoa, semoga betah" Ucap Sinta, Sheira mengangguk lalu berpamitan
"Sheira masuk dulu, dah mah. Assalamualaikum" Sheira membuka pintu mobil dan berjalan ke dalam sekolah.
*-*
Sheira berjalan menuju lapangan, dia berbaris mengikuti instruksi dari kaka OSIS nya. Saat ingin berbaris ia mengerutkan keningnya melihat orang di sampingnya.
"Shalfa?" Tanyanya, membuat orang di sampingnya menoleh.
"Sheira? Gak nyangka gue bakal ketemu lo lagi. Gimana kabar lo? Gue kira lo ikut bokap keluar kota dan sekolah di sana"
"Baik Fa, gue pengen ikut bokap tapi kasian nyokap gue, entar kangen gak ada gue" ucap Sheira sambil tersenyum memperlihatkan sederetan gigi putihnya.
"Semoga aja kita sekelas ya Shei, gue gak tau mau cari temen gimana, kalo bukan sama lo"
"Iya santai aja sih Fa"
"Lo masih sama ternyata" ucap Shalfa merangkul bahunya.
"Assalamualaikum, selamat pagi" sapa Darren selaku ketua OSIS di SMA Tunas Bangsa. Semua perempuan yang ada di lapangan seketika ingin pingsan, bagaimana tidak. Yang berbicara didepan adalah kaka OSIS yang tampan dan juga sangat sopan bukan?
"Halah pada alay lo semua, kaya gak pernah liat cogan aja" ucap Sheira sebal, karena dia sangat terganggu dengan teriakan teman-teman sebarisaannya.
"Bagi lo kan yang ganteng dia doang" Cibir Shalfa.
"Hehehe"
*-*
Hello guys, maaf ya kalo gak jelas maklumin ges, baruu😂
Vote and Comment! Tengkyu
YOU ARE READING
IM LOST OF YOU
Teen FictionMenyakitkan memang. Menahan apa yang seharusnya diungkapkan. Menyembunyikan perasaan yang harusnya disampaikan. - Aku kalah darimu. Perasaan ini masih ada untukmu sampai saat ini. Hingga dia datang untuk mengubah segalanya. - Sheira Anastasya. -
