Bagian 1: Selalu saja...

26 13 0
                                        

Namaku adalah Ara, kalian sama sekali tidak perlu mengenal nama asliku.

Aku ingin menceritakan sebuah kisah.

Yang akan sangat membosankan, bagi kalian yang punya kehidupan normal.

Semua nama-nama dalam cerita ini, tentu disamarkan demi menjaga privacy semua.

Di Kelas

Aku masih berumur 12 tahun dan masuk di SMP sudah selama 3 bulan lebih.

"Aku juga suka lagu ini..." Ucap seorang Gadis yang menjadi teman sekelasku, Amelia (12 tahun). Gadis yang berpenampilan andro atau cewek cantik yang tampan, sosok yang selalu membuat iri laki-laki dan perempuan karena perawakannya seperti malaikat-faith.

"Apa kamu berada disini karena tidak punya teman untuk mengobrol denganmu?".

Amelia tersenyum ketika mendengar pertanyaanku.

"Aku juga suka L'arc~en~ciel... Aku juga sangat suka lagu L'arc~en~ciel yang berjudul Pieces..."

Amelia berbicara sangat manis dengan mengabaikan pertanyaanku.

"Aku permisi... Ingin pergi ke kantin..."

Amelia dengan cemberut segera menggengam erat tanganku ketika hendak beranjak pergi ke kantin.

"Tunggu!"

Tiba-tiba Amelia berseru yang membuat semua anak-anak di kelas menoleh kepadaku.

Aku tanpa menghiraukan Amelia, tetap melangkah pergi keluar dari kelas dan menuju ke kantin.

Di kantin

"Iya... Bro!"

Seru sahabatku Alex (12 tahun), sambil menepuk-nepuk pelan kepalaku.

Alex adalah seorang anak orang konglomerat dan seorang PK (Penjahat Kelamin).

Alex adalah seorang playboy yang sangat bangga bila bisa memamerkan pacar serta selingkuhan secara bersama-sama kepada teman-teman semua tanpa ada keributan diantara mereka.

Alex juga adalah jagoan yang pegang sekolahku.

Alex tidak suka main keroyokan karena lebih suka One by One dalam melakukan perkelahian.

Alex adalah sosok sempurna sebagai Bad Boy.

"Gue sedang malas... Mendengarkan curhatan loe soal cewek-cewek..."

Aku mengambil tempat duduk di kursi kantin sambil menghela.

"Hahaha..."

Alex tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapanku.

"Gue baru saja ingin kenalin loe... Sama pacar baru Gue..."

Alex tanpa merasa berdosa sama sekali berkata-kata demikian dihadapanku dan dilakukan hampir setiap waktu.

"Ahh..."

Suaraku merenggangkan badan.

"Apa di rumah loe lagi ada masalah bro? Kalau sedang ada masalah... Loe sementara tinggal di rumah gue saja..."

Alex mengambil tempat duduk disampingku dan tetap terus menepuk-nepuk bahuku.

"Iya..."

Aku memberikan jawaban singkat kepada Alex yang dibalas olehnya dengan senyum.

"Yoi! Apa besok akan ada bencana alam di Indonesia? Tiba-tiba loe berdua bisa dengan santai kumpul-kumpul di kantin..."

Uray (13 tahun) sahabatku berseru ketika menyaksikanku berdua dengan Alex.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 04, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

NAKANAIDE: BEFOREStories to obsess over. Discover now