Butiran embun pagi terasa sejuk berjatuhan membasahi dedaunan. Pagi ini aku masih tertidur pulas di atas ranjang kesayanganku. Saat seseorang mencoba membuka jendela,aku bisa merasakan pancaran sinar matahari menusuk ke tubuhku,disertai suara sentuhan kicau burung lembut menyentuh hati. Aku tetap melihat senyum di balik kisah kisah indah. Inilah pagiku,dan inilah kisah awal ceritaku dimulai kembali.
"Non? Bangun non" -Bi Irah
"Hhmmm iya bi" -Lina Dengan nada lemas
"Bajunya udah bibi taro di lemari ya non" -Bi Irah
"Hhmm iya bi maksih ya" -Bi Irah
"Iya non sama-sama" -Lina
5 Menit Kemudian
Ada notif Line dari Keira sahabat kecilku
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mau tak mau aku harus beranjak dari ranjang kesayanganku ini dan berjalan menuju kamar mandi
40 Menit Kemudian
Aku sudah rapih dengan pakaianku dan sekarang saatnya aku pergi menuju ruang tamu untuk menunggu Keira menjemputku. Tak lama terdengarlah suara klakson mobil,dan detik itu juga aku langsung menghampirinya
"Sarapan dulu yu" -Lina Sambil menutup pintu mobil miliknya
Keira pun hanya mengangguk dan mempercepat jarak mobilnya. Sesampainya kami di restaurant aku langsung memesan beberapa makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang,aku mencoba menghungi kekasihku Willy tetapi hasilnya nihil.
"Gimana? Diangkat?" -Keira
Aku hanya menggelengkan kepala dengan wajah muram
Sudah beberapa hari ini aku selalu mendengar bahwa Willy sedang mendekati seorang perempuan yang satu jurusan dengannya,aku tetap tidak percaya dengan berita tersebut dan aku yakin kalau Willy itu pria yang terbaik