•rain•

68 8 2
                                        

Hujan yang menemani sore hari yang makin menggelap adalah suasana yang kutatap dikala ku menunggu pada saat itu..

🌧️

Ditempat les, aku duduk termenung memandang jalan raya yang ditetesi derasnya air hujan. Disitu tanpa ditemani teman sebaya, melainkan sesosok guruku yang menemaniku menunggu salah satu dari orangtua ku untuk menjemputku pulang.

Sudah kucoba berulang kali menelfon orangtuaku setiap 15 menit dan kudengar suara mama yang selalu mengatakan "tunggu dulu, sebentar"
Membuat aku bingung ada apa sebenarnya yang terjadi sampai orangtuaku masih tidak menjemputku dikala langit mulai semakin gelap.

🌧️

Setelah kurang lebih 2 jam aku menunggu, tibalah orangtuaku untuk membawaku kembali ke rumah. Di dalam mobil yang sangat nyaman, aku menanyakan banyak pertanyaan kepada mama

"Ma, kenapa lama banget jemputnya?"

"Iya, tadi lagi repot karna tiba-tiba ada tamu" jawab mama

"Oo, siapa?" Tanyaku

"Anak sama keponakannya guru piano mu dateng kerumah"
"Ada yang seumuran sama kamu loo"
Jelas mama

"Oo gitu" jawabku dengan hati yang sangat senang karna bakal dapet temen baru yang seumuran..

🌧️

Perjalanan yang ditempuh tidaklah panjang, karna memang jarak tempat les dari rumahku cukup dekat. Setibanya dirumah, kujumpai banyak orang asing sekitar 8 orang banyaknya. Mereka terdiri dari guru piano ku dan suaminya, anaknya dan suami dari anaknya serta ke empat keponakannya. Kami saling berjabat tangan dan berkenalan. Saat telapak tanganku bersentuhan dengan telapak tangan anak yang terakhir, i feel different.

"Ini nih keponakannya yang seumuran sama kamu" sahut mama yang seketika mengenalkannya padaku

"Hi, I'm Sean Smith" sapa nya dengan menggunakan T-shirt berwarna biru tua.

"Ehm,, I'm Aleta Spencer" jawabku dengan sedikit gugup bercampur kaget karena awalnya yang kukira anak yang sebaya denganku adalah seorang perempuan.

🌧️

Di meja sudah tersedia kurang lebih 12 piring berisi spaghetti dan sebotol sprite besar. Kita semua berkumpul bersama untuk menyantap hidangan tersebut di sebuah ruang tamu yang hangat sembari bercakap-cakap.

Disitu aku mengetahui sekaligus kaget bahwa Sean tidak suka memakan ayam. Saat itu aku mendapati ia menyingkirkan daging ayam dari spaghetti-nya.

"From childhood he didn't like to eat chicken" kata mamanya

"If in KFC, MCD, or in a fast food place, he never ordered chicken" tambah papanya dengan tawa.

🌧️

Setelah makan, kakaknya Sean yang tertua yang bernama Elena bermain piano dengan sangat handal saat di rumahku. Setelah ia memainkan beberapa lagu, ia seketika memintaku untuk memainkan sebuah lagu dengan piano. Awalnya aku sedikit malu-malu untuk memainkannya, dengan setengah hati, jariku seakan mnari-nari menekan tuts-tuts piano tersebut dan menciptakan melodi yang cukup indah.

"This so awesome" puji Sean

"You are so great" kata Elena

"I think so, Aleta" tambah Caroline, seorang kakak kedua Sean.

"Thank you for your compliment, guys:)" jawabku dengan hati yang amat bahagia karena pujian dari Sean.

🌧️

Jam terus berjalan. Malam semakin larut. Rintik-rintik hujan yang masih muncul menjad akhir kesenangan kami pada malam ini. Mrs. Smith dan keluarganya segera kembali menuju apartemen. Dengan setengah hati kami saling berpamitan meninggalkan memori menyenangkan yang dapat dikenang selama-lamanya. Sebelum mereka pulang, mereka memberikan some gift yang tanpa sengaja menciptakan sebuah adegan sweet seperti dalam film-film Romantic..

PromiseWhere stories live. Discover now