SATU

12.3K 417 24
                                        

Sebelum baca ini, diharapkan untuk baca dulu Messed Up yang pertama. Karena mungkin aja kamu bakalan kebingungan dengan tokoh-tokoh di sini kalau belum baca yang pertama.

🍭🍭🍭🍭

"Trick or treat!" tanpa ada kalimat pembuka atau penutup, telepon segera dia akhiri.Kata itu adalah kodenya yang menandakan bahwa pekerjaannya telah selesai.

Cassanova Natanov tersenyum puas saat melihat notifikasi SMS, lalu dia mengantungi telepon genggamnya sambil menyulut rokok dengan api.

Hanya satu kali melakukan pekerjaan ini, Cassanova langsung kaya raya. Bagaimana jika ini adalah pekerjaan utamanya? Dia bersumpah akan mengganti seluruh uang yang pernah dikeluarkan ayahnya, Austin Natanov. Terlampau sakit hati karena ucapan ayahnya itu yang membuat Cassanova akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari Militer dan bekerja serabutan hingga akhirnya sampai ke titik ini.

Suara sirine mulai terdengar dari kejauhan. Cassanova menyipitkan matanya, memantau gerombolan cahaya biru dengan suara mengilukan itu dari lantai paling atas gedung ini.

Dia mematikan rokok yang baru beberapa kali dihisapnya, membenarkan coatnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam koper gitar. Turun tanpa sedikitpun dicurigai oleh orang-orang yang lalu lalang karena gedung itu adalah milik Tonya, teman ibunya. Hampir semua karyawannya mengenal Cassanova.

Bruk!

"Bangsat! Kalau jalan pakai mata!" suara melengking itu tak menghentikan langkah Cassanova yang tak mempedulikan apa yang dia jatuhkan dari tangan wanita itu.

Cassey Harris menatapnya berang, susah payah dia menyusun dokumen itu dari A sampai Z, berurutan dari tanggal sampai tahunnya, sekarang semuanya berhamburan dan berantakan. Yang membuatnya semakin ingin mengamuk adalah sikap laki-laki itu yang hanya mengedipkan sebelah matanya sambil berlalu. Dibantu pun tidak.

"Mati kau Cassey," ujarnya pada diri sendiri. Dia hampir menangis. Selesailah sudah permagangannya di tempat impian ini. Dia baru saja mengacaukan dokumen yang akan diaudit. Pasti dengan mudah Cassey akan diberi nilai C+ untuk mata kuliah magangnya.

Dia menyesal tak melihat laki-laki itu dengan jelas. Heran juga kenapa laki-laki itu membawa koper gitar ke dalam kantor perpajakan. Tapi sayangnya, ang mencurigai laki-laki tinggi itu hanya dia seorang, sisanya menatapnya kagum seolah laki-laki itu luar biasa.

Sirine terdengar semakin dekat dan semua orang di dalam kantor ini mendekat ke jendela karena penasaran dengan apa yang terjadi. Cassey pun diam-diam ingin mengintip tapi Ia kesusahan sekali mengumpulkan dan mengurutkan kembali semua dokumen dalam map ini.

"Oh my! Wanita itu mati?" beberapa karyawan wanita mulai bergosip saat Cassey berjalan menuju lift.

"Iya. Di tembak tepat di kepala. Mengerikan sekali dia dibunuh di tengah jalanan ramai."

"Pasti ulah gangster."

"Mana ada gangster di business district seperti ini! Kau ngawur!"

Cassey bergidik mendengarnya. Dia harus berhati-hati dalam perjalanan pulang nanti, dia akan naik taxi. Tapi begitu menyadari isi dompetnya, dia berdecak kesal. Untuk makan besok saja belum tentu cukup, tapi untungnya sisa kartunya masih cukup untuk naik bus. Cassey menghela napas, dengan terpaksa harus pulang naik bus dan jalan kaki ke gubuknya..

.
.
---
WELCOME TO MESSED UP#2 !!!

Akhirnya setelah mengumpulkan ide cerita dan alur, dengan ini kuresmikan chapter satu dari Messed up#2.

Aku berharap bakalan serame yang pertama yaw.
Tapi sabar pelan-pelan up-nya karena baru bakal rajin setelah Little Dragon selesai.

Tag mature karena... nanti liat aja apa yang terjadi.
Yang jelas cerita ini mengandung kekerasan dan banyak adegan nackal. Jadi, sadar diri aja ya..

Messed Up #2Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora