Hari ini begitu cerah, secerah senyum seorang cewek yang tengah duduk di sofa berwarna hijau. Sofa agak pojok yang menghadap kearah apron sehingga yang duduk disana dapat melihat pemandangan pesawat yang lalu-lalang dengan leluasa. Ia asyik bersandar di sofa sembari mendengarkan musik melalui headset Bluetoothnya. Keceriannya hari ini dikarenakan hari ini adalah hari dimana dia akan menjadi solo traveler untuk pertama kalinya, maklum saja walaupun ia anak pertama dari 3 bersaudara yang isinya perempuan semua, dia tidak pernah merasakan nikmatnya berlibur tanpa didampingi orang tua dikarenakan ayahnya yang terlalu khawatir jika anaknya berpergian jauh dari rumah. Sejak kecil ia sering berlibur keluar kota namun selalu dengan orang tua dan adik-adiknya, dari dulu dalam benaknya ia selalu ingin pergi traveling tanpa orang tua tetapi belum pernah terjadi, dan akhirnya hari ini ia dapat melakukannya sendirian. Hal ini pun sudah ia rancang sedemikian rupa 2 bulan sebelum keberangkatan, jika saja ia tidak membeli tiket pesawat lebih dulu sebelum ia izin dengan ayahnya kemungkinan besar perjalanan ini tidak akan pernah terjadi, nakal memang namun alsha menganggap kapan lagi bisa menikmati liburan dengan uang hasil jerih payah sendiri setelah 2 tahun menjadi pekerja disalah satu perusaahaan telekomunikasi.
"perhatian, para penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 207 tujuan Denpasar, dipersilahkan memasuki pesawat melalui pintu 12 terimakasih, your attention please passengers of Garuda Indonsia on flight number GA 207 leaving for Denpasar, please be aircraft on gate 12, thank you"
Pesawat yang akan ditumpanginya sudah siap membawa alsha menuju Bali, alsha dan seluruh penumpang lain bergegas mengantri dan mempersiapkan boarding pass serta identitas mereka untuk memasuki pesawat. Petugas boarding gate sibuk mempersiapkan semuanya.
Alsha kembali melihat nomor seatnya di boarding pass, terlihat disana 42a, berarti ia duduk persis disebelah kaca, tempat favorit alsha jika terbang.
Satu persatu penumpang pesawat masuk setelah melalui pemeriksaan boarding pass dan identitas, alsha sampai pada gilirannya, petugas melempar senyum kepada alsha dan meminta boarding pass untuk dicocokkan dengan identitas kemudian alsha pun berjalan menuju pesawat, tidak lupa beberapa foto-foto yang ia rasa pas ia ambil melalui kamera digitalnya.
"selamat pagi, selamat datang" sapa pramugari kepada alsha setiba alsha memasuki pesawat.
Alsha pun membalas dengan senyuman, mengambil beberapa permen yang disediakan di sebelah pintu masuk lalu berlalu untuk segera duduk di seatnya yang hampir belakang.
"bluurrp" ponsel alsha bordering.
Alsha pun mengeceknya, ternyata sahabatnya yang bernama Nina mengiriminya pesan Whatsapp, alsha tidak langsung membalas namun ia menunggu untuk dapat duduk di kursinya setelah itu membalas pesan nina, ia kembali mengantongi ponselnya kedalam cardigan berwarna milo yang ia kenakan.
Sesampainya ia ditempat duduk, ditengah sudah ada seorang ibu paruh baya yang tengah sibuk memakai seatbelt.
"permisi bu, boleh saya masuk, saya dipojok sana" tunjuk alsha.
"oh ya silahkan" seru ibu itu ramah. Ia sedikit menggeser kakinya agar alsha leluasa untuk masuk ke barisan kursi.
"makasi" kata alsha.
Alsha segera duduk dikursinya dan memakai seat belt.
Ia pun langsung merogoh saku cardigannya untuk mengambil ponsel.
"Ai ca, udah mau terbang ya, ati2 ya coy, sampe sana kabarin, jangan diem2 dan asik sendiri ok" pesan Nina.
"iya nih udah didalem pesawat, siap nanti gue kabarin nin" jarinya dengan lihai mengetik di layar ponselnya.
VOUS LISEZ
Destination
Roman d'amourAlsha seorang cewek berumur 24 tahun yang belum pernah sama sekali berpacaran, ia sudah terlalu nyaman dengan sahabatnya yang bernama Arman. Arman selalu memperlakukannya dengan istimewa, sayangnya sampai detik ini mereka masih bertahan dengan stat...
