1

44 7 9
                                        

Hari pertama semua murid dikumpulkan di lapangan. Banyak sekali murid-murid yang sudah bersama teman-temannya. Ini adalah hari pertama aku naik ke kelas dua. Aku terdiam di tengah lapangan menunggu teman-temanku.

"Rakuuu!! Aaaah aku kangen~" seseorang berlari kearah ku
"Ah iya, aku juga kangen ko"
Aku jawab dengan singkat, orang itu adalah teman seruangan saat aku tes untuk masuk sekolah ini.
"Wah, kita ga sekelas ya tahun ini? Sayang banget" ucapnya balik.
"Iya, tapi kelas kita berdekatan ko, aku kelas I dan kamu kelas H kan?"
"Benar sekali!"

Namanya adalah Nara, aku dan dia bertemu pertama kali saat di ruangan tes masuk sekolah. Anaknya bego, tapi pintar, berkacamata, berambut pendek, bergelombang dan berponi. Mirip denganku, aku juga berkacamata berponi dan berambut pendek. Tidak, bukan dia yang akan aku ceritakan disini, aku akan ceritakan tentang orang yang pertama kali bisa membuatku mengeluarkan sifat asliku saat pertama kali bertemu. Itu seperti bukan aku.

Aku berjalan masuk ke kelas, aku duduk sebelah temanku saat kelas satu, ya dulu kita tidak sekelas tapi kita saling kenal. Namanya Oka, sayangnya Oka selalu mendampingi adik kelas, karena dia osis Dan dia sibuk.
Aku memilih duduk paling depan, disebelahku Sudah ada tas Oka, namun dia tidak akan masuk kelas sampai pulang. Aku merasa kesepian Dan tidak berbicara sama sekali, mulutku kering rasanya.
Aku menoleh kearah kananku, ada dua lelaki yang satu berkulit putih, berambut seperti orang jepang/korea yang mempunyai poni, Dan jujur saja dia terlihat cantik walaupun dia laki-laki, Dan satunya berkulit kecoklatan, sangat tinggi dan dia sangat rusuh.
Laki-laki berkulit kecoklatan bernama Felix dan sebelahnya yang menarik perhatianku adalah Ryota.

Felix sangat mudah bergaul, dia sering meninggalkan Ryota sendirian di bangkunya. Felix sering bermain dengan yang lain, sedangkan Ryota..
Sama sepertiku. Mematung dan tidak dapat berbicara dengan siapapun.
Setiap saat aku selalu melirik ke arah Ryota, sesekali juga Ryota melirik padaku. Namun kita tidak saling berbicara. Sebenarnya aku tidak pernah melihat Ryota saat kelas satu, mungkin dia anak pindahan Dari sekolah lain.

Wali kelas kami pun masuk, namanya pak Rudy. Dia masuk dan membagi kelompok belajar untuk setahun, ya, selama kelas dua ini. Aku sangat berharap untuk satu kelompok dengan Ryota, aku perhatikan, dia mempunyai kemiripan denganku. Aku harus dapat dekat dengannya.

"Ah, ga sekelompok" ucapku sendiri, aku tidak satu kelompok dengan Ryota, Ryota berada di kelompok 1 sedangkan aku.. Kelompok 6.
"Rakumi? Kamu Rakumi kan? Kita sekelompok, aku Blossom dan ini yuki, dia juga sekelompok dengan kita, salam kenal ya" seorang perempuan menghampiriku, dia ternyata sekelompok denganku
"Iya, salam kenal.."
Aku duduk di kursi kelompokku, anggota kelompokku ada aku,blossom,yuki, dan satu lagi laki-laki yang sangat menyebalkan, yaitu Ferdi. Aku sudah berteman dengan Ferdi Dari kelas satu, dia adalah anak yang sangat rusuh. Mereka bertiga pun bercakap-cakap dan aku hanya terdiam melihat Ryota yang ada di sebrang.

Saat bel istirahat berbunyi, semua murid pergi ke kantin, aku tidak karena aku selalu membawa bekal. Aku tertinggal dikelas sendiri bersama Ryota. Dia sedang memainkan game di hpnya. Aku pikir ini adalah saat dimana aku dapat berkenalan dan langkah pertama untuk menjadi dekat.
Mungkin kalian pikir aku suka kepadanya karena aku ingin dekat. Tidak, aku hanya tertarik berteman karena dia terlihat seperti tokoh yang aku suka di salah satu anime, dan dia juga sempat menyanyikan opening.
Sayangnya, aku tidak mempunyai bahan pembicaraan.
Saat aku ingin makan bekalku, dia mengatakan suatu kata-kata yang menarik diriku untuk mendekatinya
"Onii-chan yamette" (kakak, hentikan). Itu adalah kata-kata yang suka digunakan di anime bergenre hentai (hal yg berbau sange). Aku berjalan mendekatinya, duduk disebelahnya, memandang dia dalam dalam. Dia memasukan hpnya ke dalam kantong di celananya dan membuang muka dariku. Aku berbisik kepadanya dan mengucapkan kata-kata yang baru dia ucapkan

"Onii-chan yamette" aku membisikan itu kepadanya dengan nada desahan.
Dia kaget memandangku, aku tidak sengaja mengeluarkan sifat asliku, aku juga kaget karena itu. Aku tidak sadar saat itu ternyata sudah ada beberapa murid perempuan yang masuk ke dalam kelas, aku pun menjadi bahan pembicaraan akibat itu. Aku malu. Namun, Ryota hanya tersenyum kepadaku, aku lari dan balik ke tempat dudukku.

Saat sekolah sudah selesai, aku langsung ke halte dan menunggu untuk dijemput, aku duduk dan menunggu dengan Nara. Saat aku sedang duduk, ada seseorang yang memegang pundakku, aku lihat kebelakang, ternyata itu Ryota, dia pulang berjalan kaki, dia hanya senyum dan melambaikan tangan kepadaku. Aku... Tersipu.

Sudah sampai dirumah, aku langsung membuka grup kelas dan mencari kontak Ryota.
"Ketemu!" Aku menemukannya, aku sangat senang dan aku memulai pembicaraan lewat chat dengannya.

                             Isi chat:
Raku: uhm, hellu ini Ryota..? V:
Ryota: iya, ini siapa ya? ,-,
Raku: Raku
Ryota: owh si wibu v: (wibu/weaboo = orang yang terlalu fanatik tentang jepang)
Raku: ish, kao jg wibu! >:(
Ryota: nda~ ada apa btw?
Raku: ga. Cuman mau save no anak anak dikelas aja.
Ryota: owh, okd
Raku: btw tadi maaf aku ngedesah tiba tiba.

Dan seterusnya kita melanjutkan sampai malam. Saat malam, dia memaksaku untuk tidur, tapi aku tidak lakukan sampai aku capek berdebat dengannya. Aku berpikir dia akan menjadi teman debatku, teman tapi musuh. Tapi siapa tau apa yang akan terjadi.

Keesokan harinya disekolah aku dikerubungi banyak murid, aku ditanyakan apa yang aku katakan kepada Ryota, aku hanya memberi tahu bahasa indonesianya. Aku sekarang setiap melihat Ryota selalu membuang muka, begitupun Ryota kepadaku.
"Mana mungkin aku bisa dekat dengannya" itulah yang selalu ada dipikiranku. Aku curhat kepada Nara.

"Owh anak rambut aneh itu ya?" Nara memegang dagunya
"Rambut dia ga aneh nar! Keren!"
Aku menentang dia, mengucapkan apa yang aku pikirkan
"Jadi... Kamu suka dia?" Itu kata kata yang biasa diucapkan oleh perempuan jika teman perempuannya menceritakan tentang lelaki,
"Nda.." Jawabku singkat
"Yakin mi? Kamu soalnya Liatin dia terus, ceritanya dia terus, terus km sering khawatir sama dia" dia memastikan jika aku tidak suka Ryota
"Aku gatau nar, aneh rasanya, aku jarang ngerasain ini" aku mulai terbuka dengan Nara
"Gini deh, kamu kalo deket dia rasanya apa?"
"Grogi, takut, malu, seneng?"
"Fix kamu suka"
Kita terdiam sejenak, aku memikirkan apakah yang dikatakan Nara benar atau tidak.

Haloh .-. Ini cerita pertamaku mweheh, ia aneh, maap yak, tapi tolong support aku terusnya! makasii >w<

     

Alike but DifferentWhere stories live. Discover now