We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1

1.1K 77 1
                                        

REVENGE RULES

Summary : Sakitnya menjadi kekuatan. Bahkan jika ingin membunuh, ia tidak akan segan-segan. Satu per satu orang yang dicintai hancur. Dan inilah cara Jongin, menghabisi perlahan, membalas bertahap, sampai rintihan musuhnya terdengar seperti nyanyian kemerdekaan. Aturan balas dendamnya akan berjalan, ataukah hancur berantakan ?

Disclaimer : Nama tokoh adalah milik pribadi. Hanya meminjam nama untuk menunjang jalan cerita. Karakter dalam cerita akan sangat berbeda dengan karakter asli.

Warning : - Pairing KaiHun (Top!Kai Bottom!Sehun) Jika tidak berkenan dengan pairing yang ada, silahkan dilewati daripada menghakimi

- Boy X Boy, area Homo.

- Akan ditemukan bahasa kasar, dan konten dewasa. Mohon pandai dalam membatasi diri sendiri.


Original by : metibyun

TIDAK MEMAKLUMI PLAGIARISM/PENGGANDAAN DALAM BENTUK APAPUN!

Create : 08 Juni 2018

Chapter 1

"Kebun teh yang sudah berhasil kita beli. Sedikit paksaan, dan kita berhasil." Choi Minho membuka map berisi perjanjian jual beli beserta dokumen sah lain yang menyatakan kepemilikan yang berpindah tangan seutuhnya. Pemilik awal tuan Oh Yifan menjadi Kim Jongin.

"Jerumuskan dia hingga semua asetnya habis. Kemudian beli. Buat dia mengemis dan menjilat kaki ku." nadanya sangat tenang. Minho yang dasarnya sudah mengabdi lama cukup hafal bahwa bos kejamnya ini sangat pandai memainkan emosi.

"Saya permisi." Jongin mengibaskan telapak tangannya sekali. Mempersilahkan Minho pergi dari ruang kerjanya setelah memberikannya salam hormat dengan membungkuk 90 derajat.

Jongin melirik sekilas pada bingkai foto yang ia letakkan tengkurap. Tidak bisa dipastikan itu gambar apa. Tapi dari sana Jongin akan menemukan sinar kembali. Sinar yang pernah dipaksa redup oleh seorang Yifan.

.

.

"Tidak mungkin yah, ayah bohong 'kan ?" pemuda manis itu merosot ke lantai dengan pandangan sendu menusuk.

"Maaf" jawaban lirih Yifan membuat anaknya luluh lantak. Satu-satunya ladang uang yang mereka miliki sudah berpindah tangan. Oh Sehun sedang mendalami pendidikan di bidang perkebunan hanya untuk mengembangkan miliknya yang tersisa. Tapi impiannya pupus. Kebun teh sudah berpindah tangan. Diganti dengan lembaran uang yang mungkin akan habis dalam hitungan beberapa minggu kedepan.

"Ayah, lalu kita harus bagaimana ?" Yifan sungguh tidak tahu. Ia menggeleng karena benar-benar tidak mengerti jalan seperti apa yang akan ditempuh untuk melanjutkan hidup mereka kedepan.

"Berhenti berjudi yah, itu tidak akan membuat uang kita menjadi ganda. Judi hanya menghabiskan uang kita. Kebun teh itu satu-satunya milik kita yang tersisa." Sehun ingin menangis, tapi tenggorokannya tercekat. Rasanya sangat sulit. Semua menjadi berantakan sejak 5 tahun terakhir. Ditambah hobi baru Yifan yang semakin membuat hidup mereka menjadi tidak karuan.

Dulu hidup Sehun tidak seperti ini. Seperti pangeran emas ia bergelimang harta dengan curahan kasih sayang tak terbatas. Dari ayahnya, dan dari ibunya. Tapi entah ada apa, kejadian yang buruk hingga membuat ibunya memilih angkat kaki. Hati Sehun sangat terluka. Masih segar diingatan saat 5 tahun lalu ibunya pergi tanpa menoleh, tidak melihat Sehun atau mengajaknya ikut serta. Kalimat yang Sehun ingat terakhir kali dari wanita itu adalah "Kau kotor, menjijikkan Yifan!"

REVENGE RULESStories to obsess over. Discover now