Part 1 (Awal)

402 61 115
                                        

"Tertawalah selagi tertawa itu gratis".

Salam manis CibiRiwit
Sorry typo

Happy reading!!

****

Disebuah ruangan persalinan terdapat seorang istri yang tengah berbaring di atas brankar untuk berjuang melahirkan anaknya, didampingi oleh sang suami yang sedang memegang tangan sang istri untuk memberinya semangat.

"Kamu semangat yah sayang, aku disini akan selalu mendampingimu. Terus berjuang sayang aku mendukungmu" kata sang suami sambil memegang tangan istrinya.

"Dedek jangan nakal yah, jangan lama lama keluarnya bundanya nanti sakit loh. Entar ayah beliin permen deh sama balon, kalau perlu tokonya aja sekalian. Tapi cepet keluar jangan bikin bundanya kesakitan yah."katanya lagi sembari mengusap perut istrinya.

"Eh dok kok anak saya belom nongol nongol sih?"tanya sang suami yang bernama Vano kepada Dokter Bella yang membantu proses persalinan.

Sang Dokter mengacuhkan Vano lebih memilih fokus pada proses persalinan.
"Ibu tarik nafas dalam dalam hembuskan" instruksi dokter

"Sayang tarik nafas yang dalam terus buang" kata Vano yang mengulang instruksi dokter kepada istrinya Vira.

"Huh.. Hoshh... Engghhh..." Vira mencoba apa yang di instruksikan padanya.

"Yang kuat lagi sayang, terus kamu pasti bisa" Ucap Vano

"Huh... Kamu Hoshh.. DIEMMM Huh.. VANO!!! Enghhhh" Geram Vira terhadap Vano.

"Bu terus bu bayinya udah keliatan tuh bu" kata dokter

"Terus sayang tuh kata Dokter baby kita udah pengen keluar, semangat terus pasti bayinya bakalan keluar. Nggak bosan apa udah sembilan bulan dalam perut trus masih pengen nambah lagi, ntar pegel tuh anak."ucap Vano dengan semangat 48.

"Kamu semangat yah, kalau sakit nggak papa kamu cubit aku aja mau dijambakin ataupun kamu cakar cakar juga nggak papa. Semangat yah I love you" ucapnya lagi sembari mencium kening istrinya itu, namun balasan dari istrinya itu tidak seperti apa yang ia harapkan, ia malah kena tampar oleh istrinya itu.
Plak

"VANO DIEMM NGGAK!!?" kata Vira ketus, bagaimana tidak istrinya lagi berjuang ngelahirin anaknya eh bapaknya dari tadi ngoceh mulu. Ia sampai heran bagaimana bisa ia menerima laki laki ini menjadi suaminya.

Vano meringis kesakitan karena sudah berapa menit lamanya, rambut nya di jambak dengan keras oleh istri tercintanya. Bahkan sudah banyak rambutnya yang rontok gara gara istri nya itu.
"Aduh dari tadi rambut aku kamu jambakin mulu, ntar aku botak gimana? Tapi nggak apa apa deh aku tetep tampan kok kalau aku botak, ya meskipun kadar ketampanan aku berkurang 9,88 tapi pasti kamu tetap cinta sama aku." Ucap Vano dengan GR nya.

"INI JUGA GARA GARA KAMU!!" ketus Vira yang terus menjambak dan mencakari suaminya itu.

"Dok itu anak saya nggak bisa langsung ngerangkak keluar gitu nggak sih dok, kan kasian istri saya" ucap Vano yang meringis kesakitan karena istrinya, tapi ia tidak marah karena apa yang dialami istrinya itu lebih sakit dari apa yang ia rasakan.

"Bapak DIAM!! jangan mengganggu proses persalinan ini!" Geram sang Dokter.

"Yah cowok emang selalu salah" batin Vano.

15 menit kemudian

"Oeekkk.. oekkkk.." terdengar suara tangisan bayi di ruangan tersebut, semua orang akhirnya dapat mengehela nafas lega.

"Eh dok itu kok anak saya kayak ikan sarden yah? Kasian banget berdarah gitu" sahut Vano saat melihat anaknya yang berada di gendongan dokter dilumuri oleh darah.

"Huft.. Pak kalau bayi yang baru lahir emang kayak gini atuh Pak" Jawab Dokter sambil memutar bola matanya.
Baru saja Vano ingin bertanya lagi, tapi dihentikan saat Vira mengalami kontraksi lagi yang membuat Vano dan yang lain heran.

"Suster lontong eh tolong kamu bersihin bayi ini sepertinya Ibu ini akan melahirkan anak kembar" Ucap dokter yang segera membantu lagi untuk melahirkan anak kembar Vano dan Vira.

"Hah? Anak saya kembar dok?"Tanya Vano dengan riang, dan membenarkan posisinya ke semula untuk mendapingin istrinya lagi.

"Iya"

"Anak kita kembar sayang, Kamu sih yang nggak pengen di ronsen ronsen gitu eh apayah namanya ah entahlah. Kan nggak ketahuan anak kita berapa" ucap Vano sambil memegang tangan Vira untuk menyalurkan kekuatan.

"Maksud Bapak USG kali" sahut suster membenarkan ucapan vano.

"Eh iya, itu maksud saya" ucap Vano tanpa melirik kearah suster tadi.

Beberapa menit kemudian terdengar suara bayi lagi tapi lebih keras dibandingkan sebelum nya, lagi lagi semua yang berada dalam ruangan dapat menghela nafas lega karena proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Setelah kedua bayi dibersihkan suster membawanya kepada ibunya untuk diberikan ASI, Vano sangat antusias melihat kedua anaknya itu.
"Anak saya tampan yah sus" sahut Vano

Mrndengar ucapan Vano suster itu menggelengkan kepalanya.
"Anak Bapak itu cewek" jawab suster.

Vano hanya ber-oh ria
"Berarti anak saya cantik yah sus" ucapnya sembari melihat kedua anaknya.

Namun suster tersebut menggeleng gelengkan kepalanya lagi kek judul lagu Dj yang lagi nge-tren itu, hehe back to topic.
"Anak Bapak itu cowok"

"Lah, ini yang bener anak saya apa dok? Cewek atau cowok?" heran Vano dengan jawaban yang diberikan suster.

"Anak bapak itu cewek dan yang ini cowok" jawab suster sembari menunjukkan bayinya.

"Owh bilang dong sus"

Jengah dengan sikap suaminya yang membuat kepalanya pusing, setelah memberikan ASI untuk kedua bayinya is meletakkannya disampingnya.
"Huft.. Kalau besar nanti jangan kayak bapak kamu yah"ucapnya sembari mencium pipi kedua anaknya.

Vano mendekati anaknya dan menguyel uyel pipi anaknya itu,
"Kamu ada usul buat nama si twins nggak?"

Vira mendongakkan kepalanya melihat suami nya itu.
"Kalau aku sih yang cowok itu ada nama Bara nya kalau yang cewek ada nama Racel nya, gimana?" usul Vira

"Hmm karena berhubung harga sembako naik, aku pengen baby kita yang cowok namanya Bara Pratama Alexander dan baby kita yang cewek namanya Rachel Vara Alexander." ucap Vano

Mendengar jawaban dari Vano, Vira memutar bola matanya malas dari dulu kelakuan suaminya itu tidak berubah.
"Hadeh, seterah kamu aja"

"Terserah sayang bukan seterah" ucap Vano membenarkan ucapan istri nya,
Sedangkan istrinya hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Melihat itu Vano gemas dan mengacak acak rambut istrinya.

Bersambung...

Cerita ini mengandung humor plus baper.Ya meskipun mengandung, cerita ini bingung dia mengandung anak siapa.

Penulis tidak bertanggung jawab atas efek membaca cerita ini, entah kalian menjadi gak waras, dijauhin teman kek orang penyakitan, dan orang disekitar anda pengen nge ruqyah-in serta menggampar anda.

PERINGATAN!! Jangan baca cerita ini sendirian doang, apalagi di keramaian. Ntar ketahuan baget JOMBLO nya. Wakawakaka

Jangan lupa vote, comen and follow me. Karena itu gratis kok. Garis bawahi GRATIS KOK nggak pake uang, atm, KK, KTP, apalagi BPJS.

Owh iy untuk cerita ini bakalan update tiap hari jumat yah!

Gimana cerita gue? Minta saran yah maklum ini cerita pertama author, masih pemula.

EuphoriaWhere stories live. Discover now