Warningg!!!
Baca ceritanya sampai habis:)
Jangan lupa tinggalkan jejak ya:*
Happy reading😇
Semoga sukka😍
---------------------------------------
Cinta memang hebat! Bisa mengubah sebuah perasaan benci menjadi cinta,
Cinta memang hebat! Bisa mengubah suatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dalam prihal perasaan,
Tapi kadang cinta juga menyakitkan, saat seseorang yang kita sayang meninggalkan tanpa adanya subah alasan.
~~🍃~~
Seorang gadis cantik sedang duduk disebuah halte, merenungi kapan hujan deras itu akan berhenti. Gadis itu sedang menunggu jemputan dari mamahnya, sudah 30 menit, gadis itu menunggu, tapi mamahnya tak juga kunjung datang. Sementara hari sudah semakin gelap jalanpun mulai semakin sepi. Gadis dengan nama FARANISA GRIZELLE JOVANKA, atau yang kerap dipanggil dengan nama Vanka itu kembali mengeratkan jaket yang sedang dipakainya. Tangan Vanka mulai mengambil handphon yang ada disaku jaketnya itu, tanganya mulai mengotak-ngatik hanphonya mencoba menghubungi nomer mamahnya.
WhatsApp
Vanka:"Mahh,,,"
Vanka:"Mamahh kapan nyampenya,"
Vanka:"Mamahhh!!"
Vanka mulai kesal karena satupun pesan yang dikirim olehnya tidak dibalas oleh mamahnya, Vanka sudah berulangkali menelfon mamahnya, tapi tak pernah di angkat.
Beberapan menit berlalu hujan masih saja belum berhenti, membuat gadis cantik itu sulit sekali untuk pulang.
Tak lama dari itu,Vanka melihat seorang pria turun dari motornya, tubuh Vanka mulai gemetar, matanya dibulatkan, tubuhnya benar-bener terasa sangat kaku. Dia takut akan terjadi apa-apa pada dirinnya.
"Ya Allah lindungilah hambamu ini," mohon Vanka dalam hati.
Tapi kecemasan Vanka mulai mereda saat laki-laki itu melepaskan helmnya. Mulut Vanka otomatis terbuka dengan sendirinya, pria itu begitu terlihat sangat sempurna sekali, rambutnya yang hitam, wajah yang putih dan mulus ditambah alis yang tebal, hidung yang mancung, umurnya juga sepantaran dengannya. Membuat pria itu terlihat sangat sempurna.
"Kayaknya dia bukan orang jahat deh," ucap Vanka dalam hati.
Setelah melepas helm nya pria itu langsung duduk di kursi halte yang tidak begitu jauh dari vanka. Sementara Vanka hanya terdiam mulutnya tidak berani untuk bicara.
30 menit kembali berlalu, hujan pun sudah mulai reda. Pria yang duduk disamping Vanka itu berdiri dari tempat duduknya menuju ke motor miliknya. Terlihat pria itu mulai menaiki motornya dan langsung memakai helm yang tadi ia lepas.
Sementara perasaan Vanka mulai resah kembali sampai kapan dia terus berada di sini. Berbagai macam pertanyaan mulai bermunculan dalam otaknya.
YOU ARE READING
ALVANKA
Teen FictionBUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA(: "Gue juga bingung sama otak gue! Akhir-Akhir ini Ko isi otak gue Elu terus! Kemarin Elu! Sekarang Elu jangan-jangan besok juga Elu! Dan yang paling aneh itu Lu gak pernah mau ilang gitu dari otak gue! Dasar Gadis...
