We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bagian Satu

112 7 0
                                        

Namaku Savira Renata aku duduk dibangku kelas 12 SMA, aku merupakan anak yang humoris dan aku memiliki 2 orang sahabat yakni Meyra Kalista&Kanya Putri. aku sudah berteman dengan mereka saat kami SMP, cukup sekian dulu tentangku sekarang aku ingin menceritakan seorang teman masa kecilku dia bernama Dimas Marta, Dimas merupakan anak sahabat ayahku dan kami juga tinggal dalam satu kompleks perumahan. Dimas orangnya baik,tampan dan juga berprestasi baik akademik maupun non akademik , itu yang membuatku naksir sama dia,cewek mana coba yang gak bakal tertarik sama dimas aku aja yang setiap ngeliat dia serasa jantungku mau copot. Aku dan dimas sekolah di SMA yang sama, aku selalu mencari cara agar selalu bisa dekat dengan Dimas dibantu oleh kedua sahabatku tapi sayang sampai aku kelas 12 hubunganku dengan Dimas tidak ada kemajuan. Yahh.. walaupun begitu aku bisa disebut beruntung loh soalnya dari semua cewek yang ngedeketin dimas cuma aku yang bisa ngobrol dan dapet perhatian dia, ya walaupun dia hanya memberikan perhatian sebagai seorang teman tapi itu membuatku sangat bahagia . Ya cinta itu memang bisa membuat hal sederhana menjadi. menakjubkan.

"Eh tau nggak katanya bakal ada murid pindahan yang bakal masuk kekelas kita..." ucap Meyra.
"Udah tau kali telat banget sih..." sahutku barengan dengan Kanya.
"Wah udah gak sabar bakal ada cogan lagi dikelas kita, mungkin gak ya dia bisa ngalahin ketampanannya si Dimas, pangerannya Vira" ucap Meyra menggodaku.
"Hemmm.. walaupun si anak baru ini lebih tampan, aku akan tetap setia pada pangeran dimasku, walau tidak ada kemajuan dalam hubungan kami" sahutku sambil acting menangis.
"Sudah sudah jangan ngomongin orang ndak baik loh..."ucap Kanya sok menasehati.
"Baiklah kanjeng..." sahutku kompak dengan Meyra.

Oya,, ngomong ngomong soal murid baru, aku dengar kabar namanya adalah Radith Kusuma, dia pernah mengikuti lomba sains internasional, dari situ bisa dilihat dia anak yang pintar dan dia akan datang besok.
...

Hari ini pun tiba dimana murid baru itu datang, ketika dia memasuki kelas kami anak anak cewe pada teriak histeris, yaa aku akui Radith itu tampan, dengan rambut hitam yang tersisir rapi, badan yg tinggi (kayaknya sixpack), kulit bersih dan wajah yang oval. Walaupun radith tampan, dia tidak bisa mengalahkan ketampanan pangeran Dimasku.

"Vira, entar jam istirahat tolong antarkan Radith untuk mengelilingi sekolah, sekalian kasi tau nama nama ruangan ya" ucap bu Emi
" Siap buk" sahutku

Aku lupa memberitahu kalau aku ini seorang ketua kelas, jadi ini memang sudah tugasku untuk mengantar anak baru ini,Aku sedikit kecewa karena aku tidak bisa menonton dimas latihan basket, Dimas dan timnya akan lomba mewakili sekolah minggu depan. Padahal aku sudah membayangkan tubuh dimas yang penuh keringat aww pasti sangat tampan apalagi ketika dimas mengelap keringat dengan bajunya pasti akan terpampang perut sixpacknya, wah itu merupakan kesenangan yang hakiki.

Bel sekolah berbunyi yang berhasil membuyarkan lamunanku tentang dimas, lalu aku berniat untuk memanggil Radith tapi belum sempat aku memanggilnya dia sudah dikerumuni cewek cewek, dalam hati aku tertawa melihat wajah Radith yang tampak kebingungan lalu aku memutuskan untuk pergi kebangkunya Radith, melihatnya kabingungan aku sedikit kasihan.

"Ekhemm... permisi Radithnya aku ambil dulu yaaaa" ucapku sambil menarik tangan radith.
"Yah,, si vira menang banyak tuh" goda si Meyra.
"Baiklah aku pergi dulu, jangan cemburu ya" sahutku menggoda para cewek dikelasku.
Lalu aku mulai mengajak Radith mengelilingi sekolah dan memberitahu nama nama setiap ruangan, dimulai dari ruang kelas kami lalu terus ketimur, aku memberitahu semua yang aku tahu dan aku rasa Radith sudah mengerti lalu aku lanjut aku sampai di gudang penyimpanan bola dan aku melihat Dimas sedang mengmbil bola basket , aku menyapanya dan dimas balik menyapaku sambil memberikan ku seulas senyuman manis yang tersungging dibibirnya, setelah dia mendapatkan bola lalu ia pergi dan saat itu aku loncat loncat kegirangan, jantungku berdetak dua kali lebih cepat,Aku baru ingat bahwa aku sedang bersama Radith dan aku memintamaaf atas kegilaanku tadi, Radith hanya tersenyum. Kamipun kembali melanjutkan mengelilingi sekolah saat kami melewati ruang music Radith terdiam.

" Woy Radith kenapa malah bengong" ucapku.
" Vir, boleh gak kita masuk keruang music dulu, aku mau lihat lihat sebentar" ucap Radith.
" Oh boleh kok" sahutku sambil membuka pintu ruang music tersebut.

Radith mengambil sebuah gitar dan memainkan sebuah lagu, ketika Radith mulai memetik senar gitar tersebut aku seperti terhipnotis, nada nada yang tersusun rapi membentu irama yang indah ,liriknya yang begitu dalam serta suara Radith yang lembut membuatku meneteskan air mata tanpaku sadari, lagu itu seperti mengingatkanku pada sepupuku yang meninggal 4 tahun yang lalu. ketika Radith menyadari aku menangis dia berhenti bermain gitar.

" Vir kok nangis? " Tanya Radith sambil memberikanku tisu.
" Oh nggak papa kok, aku Cuma keinget sama sepupuku, oya judul lagu tadi apa?" tanyaku.
"Promise, itu lagu buatanku tapi aku baru mengerjakan bagian intronya saja, apa kau mau membantuku menyelesaikan laguku?" Tanya Radith.
"Tentu saja" sahutku sambil tersenyum padanya.
"Promise" ucap Radith sambil mengangkat kelingkingnya.
"Promise" ucapku sambil mengaikatkan kelingkingku pada kelingking Radith.

Setelah menaruh gitar tersebut kami pun melanjutkan mengelilingi sekolah dan terakhir kami tiba di kantin sekolah. Aku dan Radith memesan dua mangkok bakso serta dua es teh, kami pun makan setalah itu kami kembali kekelas dan para cewe langsung mengerumuni Radith. Aku menemui kedua sahabatku yang sibuk membaca novel.
" Woy sibuk bener kalian berdua" ucapku.
"Diem dah, aku lagi serius baca nih" ucap Kanya.
" Eh Vira sepertinya pindah kelain hati nih.. " ucap Meyra.
" Apaansih, aku masih setia sama pangeran dimasku kok, tau nggak ternyata Radith orangnya enak dijak ngobrol, tadi aja aku ditraktir bakso sama dia" ucapku.
"Widih, enak bener jadi iri dah" ucap Meyra dengan nada sedikit menggoda.
"Apaansih udah bubar semua jam istirahat sudah selesai, silahkan kembali ketempat duduk kalian nona cantik" ucapku.
Guru pun masuk kelas untuk pelajaran selanjutnya......

******

Sekian dulu untuk bagian satu dan maaf banyak typo...
Cerita ini terinspirasi dari lagunya park jimin dengan judul promise :v

PROMISE, because of loveStories to obsess over. Discover now