Happy reading
..........
Jam istirahat adalah jam yang selalu di tunggu-tunggu oleh banyak siswa-siswi yang masih bersekolah maupun orang orang yang sedang beraktivitas diluaran sana. Seperti ketiga gadis SMA ini, mereka juga sama seperti siswa-siswi yang lain. Selalu menunggu jam istirahat tiba.
"Va sana pesen makan kek biasa." Suruh salah satu dari gadis tersebut.
Gadis yang disuruh tadi mendengus, "elah nyuruh-nyuruh mulu lu." Tapi biarpun begitu gadis yang disuruh tadi yang bernama Adeeva tetap melaksanakannya.
Tak membutuhkan waktu lama Adeeva sudah kembali dengan tangan yang membawa nampan berisikan makanan ketiga gadis tadi dan dibantu oleh mang ujang selaku pedagang es teh manis.
"Nih markonah makanan lu." Ujar Deeva sambil menyodorkan makanan ke depan temannya.
"Hehehe makasih Deeva cuantikk." Ucap Ifa terkekeh. Yang hanya di balas cebikan bibir oleh Deeva.
"Fa? Malem ini gua nginep ye di apartemen lu? Mumpung besok minggu sekalian paginya kita jogging iya ga?." Ucap Aida sambil memakan makanannya.
"Oh jelas boleh dong." Jawab Ifa semangat."Lu ikut kaga Va?." Tanya Ifa.
Deeva mengangguk-anggukan kepalanya,"Boleh juga. Suntuk gua dirumah mulu."
Setelah habis makanannya dan perutnya juga sudah terasa penuh ketiga gadis itu kembali lagi ke dalam kelas karena waktu istirahat akan berakhir.
¤¤¤
Sekolah sudah berakhir dari 15 menit yang lalu. Tetapi, ketiga gadis ini belum pergi meninggalkan sekolah. Dikarenakan Ifa dan Aida ada piket kelas sore.
"Ayo napa buruan lama bangat dah." Ucap Deeva yang sudah menunggu sedari tadi.
"Elah sabar napa nih tanggung dikit lagi." Jawab Ifa sambil membereskan peralatan piketnya.
"Nah selesai juga kan. Ayo ah kita cus pulang." Ajak Aida sambil menggandeng tangan Ifa dan Deeva.
Ketika baru saja sampai di lapangan Ifa menghentikan langkah kakinya dan secara otomatis Aida dan Deeva juga ikut menghentikan langkah kakinya. Ifa melihat anak kelas XII yang tak lain kakak kelasnya sedang bermain bola Basket diantara salah satu dari mereka ada seseorang yang Ifa sukai sudah sejak lama. Dia Angkasa Vian Pratama, kapten basket di sekolahnya. Vian juga termasuk jajaran most wanted di sekolahnya. Namun sayang orang nya sangat cuek dan masa bodoan.
Aida menghela nafas,"Masih suka sama ka Vian?."
Ifa menganggukan kepalanya sambil tersenyum, matanya lurus menatap Vian yang sedang bermain bola Basket di tambah keringat yang bercucuran di sekitar wajahnya yang semakin membuat Vian terlihat seksi di mata Ifa.
"Udah yu ah pulang tar gua makin ga tahan buat ngelapin keringetnya ka Vian." Ajak Ifa yang langsung kembali menggandeng tangan Aida dan Deeva.
Sementara Aida dan Deeva hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Ifa.
Lalu ketiga gadis itu menaiki mobil Aida yang akan menuju rumah Deeva untuk meminta izin dan mengambil perlengkapannya.
Setelah mendapat izin dan mengambil perlengkapan Deeva, Aida langsung menjalankan mobilnya ke apartemen Ifa.
Memasukan password pintu apartemen, setelahnya Ifa masuk kedalam apartemen begitu juga dengan Aida dan Deeva yang mengikutinya dari belakang.
Aida merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk Ifa, sedangkan Deeva memilih untuk duduk lesehan di atas karpet tebal milik Ifa. Sementara Ifa mengganti baju seragamnya dengan pakaian santainya.
Ifa sudah mengganti pakaiannya dengan kaos lengan panjang kedodoran dan celana pendek hingga tak terlihat karena baju kedodorannya. Dan bergabung dengan kedua temannya.
"Gua mau ke supermarket depan mau belanja, stok belanjaan gua udah abis. Mau pada ikut ga lu pada?". Ajak Ifa yang sedang mengikat rambutnya asal.
"Kaga mau ah lagi kane gua". Jawab Deeva yang langsung di angguki Aida.
Ifa mengangguk lalu beranjak dari duduknya untuk pergi ke supermarket depan.
¤¤¤
"Lama amat lu". Celetuk Aida ketika melihat Ifa yang baru saja membuka pintu apartemennya.
"Yaelah gua kan milih-milih dulu kalee". Ujar Ifa sambil berjalan menuju dapur untuk membereskan belanjaannya ke dalam kulkas.
"Ifaaaaa gua laper nih. Tolong masakin ye?". Terdengar suara Deeva yang baru saja keluar dari kamar. Sepertinya Deeva baru selesai membersihkan tubuhnya.
"Yaampun baru juga nyampe gua". Jawab Ifa sedikit kesal pasalnya ia baru saja sampai langsung di suruh-suruh.
Deeva hanya menampilkan cengengesan nya.
"Emang lu pada mau makan apa? Mumpung gua lagi baek nih". Tanya Ifa.
"Nasi goreng sosis-baso". Sahut Aida semangat.
Ifa menganggukan kepalanya,"oh oke deh".
Ifa cukup pandai dalam masak-memasak. Mankanya Aida dan Deeva selalu menyuruhnya memasak. Keadaan yang membuat Ifa harus belajar mandiri.
Cukup memakan waktu 20 menit untuk membuat nasi goreng sosis-baso ala-ala Ifa. Tiga piring yang sudah diisi nasi goreng sudah di sajikan di atas meja makan dan siap untuk di santap.
Ifa memanggil kedua temannya, memberitahukan bahwa nasi gorengnya sudah siap untuk disantap. Mereka bertiga pun makan dengan di temani canda tawa. Hingga larut malam barulah Ifa dan kedua temannya tidur seranjang bertiga. Sebenarnya sudah tak heran mereka tidur seranjang bertiga.
Tidur Ifa terusik karena pancaran sinar matahari yang menembus dari balik gorden kamarnya. Dilihatnya jam sudah menunjukan angka 06.30. Ifa beranjak dari tidurnya dan memasuki kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan sikat gigi.
Setelahnya Ifa membangunkan kedua temannya yang katanya mau jogging di sekitaran taman komplek. Selagi menunggu temannya selesai Ifa membereskan kamarnya yang sudah seperti kapal pecah ini.
"Udah selesai semuanya kan?". Tanya Aida yang sudah siap dengan pakaian joggingnya begitupun dengan Ifa dan Deeva.
"Yoaiii yaudah ayo ah keburu siang". Sahut Deeva yang langsung diangguki Ifa dan Aida.
Mereka bertiga sudah mengitari taman komplek sebanyak lima putaran. Cukup untuk ukuran olahraga jogging.
"Istirahat yuk cape nih gua. Sekalian cari bubur ayam buat sarapan". Ujar Ifa sambil mengatur napas nya yang masih tersenggal senggal.
Aida dan Deeva hanya menganggukan kepalanya. Dan berjalan mengikuti Ifa.
"Eh eh Fa noh ada ka Vian sama temen-temennya". Ucap Deeva yang langsung membuat Ifa mencari keberadaan Vian dan benar Vian dan teman-temannya sedang mengitari taman komplek ini.
"Uuuhhh ka Vian nambah ganteng kalo lagi jogging gini. Makin cinta deh guaa". Ujar Ifa sambil tersenyum saat matanya berpapasan dengan manik mata Vian.
"Udah ah ayo laper nih gua". Ajak Aida yang langsung menarik tangan Ifa dan Deeva untuk mencari pedagang bubur ayam.
Ifa mendengus tak suka kepada Aida yang sudah menarik tangan nya paksa padahal kan ia masih ingin melihat Vian jogging.
Aywhyni
YOU ARE READING
Hope
Teen Fiction........ Aku bisa melihat kebahagiaan, tapi tak bisa merasakannya. Aku bisa memberi kebahagiaan, tapi tak pernah mendapatkannya. Dan Aku juga bisa bahagia, meskipun hanya pura-pura. ~Afifa Ankara Claretta~
