17 April 2009
At staf room,at 8.00 p.m
"Maaf.. kami mohon maaf sekali lagi.. kami akan membatalkan debut kalian untuk mencegah adanya kasus seperti dulu. Kami memohon maaf sebesar besarnya untuk para traine wanita. Faktor ini juga karna umur kalian yang masih sangat muda..
Kalian bisa mencari agensi lain selain Bighit Entertaiment. Kami juga akan mengkonfirmasi kalau Bighit Entertaiment tidak akan menerima lagi traine wanita."
Ekspresi terkejut bisa terbaca sangat jelas di wajah keempat wanita yang sudah menjadi traine di agensi tersebut. Siapa yang tidak terkejut dengan berita yang mendadak tersebut, mereka sudah menjadi traine Bighit sudah memasuki 4 tahun lamanya.
Akhirnya dengan pasrah keempat wanita tersebut keluar dari ruangan manager mereka dengan perasaan yang tercampur aduk. Marah? Untuk apa marah kalau ternyata ada alasan untuk membatalkan debut mereka, sedih, kecewa? Iya itulah yang mereka rasakan. Tinggal 1 bulan lagi tanggal debut mereka di sampaikan di publik, namun takdir berkata lain, mereka membatalkan debut keempat wanita tersebut karna alasan supaya tidak terjadi masalah atau kasus seperti beberapa tahun lalu. Perjuangan mereka seperti seekor semut yang membangun sarang yang memiliki proses yang lama hingga berhari, sarang yang tinggi, dan besar, namun dihancurkan oleh manusia karna alasan mengganggu jalannya.
"Jinna!.. apa kata manager tadi?!"tanya Jimin yang merupakan saudara kandungnya atau bisa di bilang kakak laki lakinya.
"Mereka membatalkan debut kita..dan mereka akan mengkonfirmasi kalau Bighit akan menolak adanya traine wanita.." jelas Sojin dengan suara datar tanpa ekspresi.
"Nggak mungkin!! Kalian kan satu bulan lagi akan debut, tidak mungkin di batalkan! Mungkin kalian salah dengar.." ucap Jimin tak percaya. Namjoon pun datang karena suara Jimin yang terdengar di lorong dimana Namjoon sedang berjalan jalan.
"Memang kok oppa.. debut kita semua di batalkan.."sambung Eunha dengan wajah yang sedih. Jimin dan Namjoon hanya terkejut tak percaya. Mereka merasa kasihan kepada mereka karna waktu menjadi traine mereka sia sia.
"Katanya untuk mencegah adanya kasus seperti dulu.."kata Eunbi dengan suara yang lirih rapi masih terdengar. Namjoon mulai membuka suara untuk menyemangati mereka.
"Sudahlah.. tidak apa apa.. perjalanan kalian masih sangat jauh.. kalian tidak boleh terjebak suasana sedih disini juga.. umur kalian juga masih sangat muda kalian masih bisa memilih jalan lain selain menjadi Idol.." jelas Namjoon menyemangati mereka.
Awalnya tidak ada respon dari mereka. Namun satu per satu terdengar suara isakan tangis dari mereka. Mendengar suara isakan tangis, Namjoon dan Jimin merangkul mereka berempat.
"Sudahlah.. ayo semangat! Perjalanan menuju ke bintang masih jauh.. kalian belum terlambat untuk mencari jalan menuju kesuksesan kalian!" Ucap Namjoon yang masih memberi semangat pada mereka. Perasaan yang dialami keempat wanita saat ini adalah DOWN.. mereka sangat down.. namun karna di beri ucapan semangat oleh Namjoon mereka sedikit bersemangat untuk menghadapinya.
18 April 2009
At 5 a.m
"Dicek masih ada yang ketinggalan tidak?!" Tanya Eunbi memastikan barang barang temannya supaya tidak ada yang ketinggalan.
"Sudah tidak ada yang ketinggalan kok!" Jawab Jinna yang sudah memastikan. Sebelum mereka pergi dari dalam asrama mereka, mereka terdiam sejenak untum mengingat ingat kembali kejadian kejadian yang mereka semua alami bersama. Sedih melihat kamar asrama mereka yang dulunya berantakan sekali, tidur bersama, kalau mepet waktu berangkat untuk latihan mereka kadang sempat mandi bersama, baju yang berserakan kemana mana, canda tawa yang memenuhi ruangan itu. Sekarang, kamar itu sudah bersih, tidak ada baju yang berserakan, semua tertata rapih dan bersih.
"Ayo! Kita harus segera keluar dari asrama ini.." ajak Sojin dengan nada suara yang sedih.
"Kenangan bersama kalian tidak akan aku lupakan.. aku akan selalu ingat lelakuan kita selama di asrama ini..!" Kata Jinna dengan suara yang lirih. Tak lama itu mereka saling merangkul satu sama lain, saling menyemangati.
"Ingat selalu apa yang dikatakan Namjoon oppa.. kita masih harus bekerja keras untuk menggapai mimpi kita.. perjalanan kita masih jauh.. tidak ada kata terlambat..kita bisa gapai mimpi kita.! Walau kita terpisah disini. Aku yakin suatu saat kita pasti akan di persatukan kembali!" Kata Sojin dengan nada yang tegas supaya mereka lembali bersemangat.
"Kapan keluarnya.. mobil sudah didepan dari tadii!!" Teriak maneger sambil mengetuk pintunya pelan. Mereka punsegera beranjak keluar dari asrama tersebut menuju ke mobil yang sudah di sediakan. Barang barang mereka taruh di mobil. Ternyata di sisi lain ada 7 orang lelaki yang menunggu perginya kepulangan mereka.
"Ya! Hati hatiii..! Jangan lupain kitaaa! Kabar kabaran kalo perlu!!" Teriak Seokjin salah satu member paling tus mereka. Keempat gadis tersebut hanya tersenyum mengangguk mendengar perkataan Seokjin.
"Kasian ya mereka.. padahal debutnya sebentar lagi lho.. aku tau tuh perasaannya mereka.." ujar Hoseok pada Namjoon. Namjoon hanya melihat mobil gadis gadis tersebut hingga mobil itu melaju dengan cepat dan pergi menjauh.
"Kau tidak tahu ya.. kemarin mereka nangis habis habisan sampe ketiduran.." ucap Namjoon mengatakan hal kejadian kemarin. Hoseok hanya menganggu mengerti. Taknlama itu 7 orang lelaki itu pun masuk ke dalam gedung tanpa kehadiran keempat gadis tadi.
~□~
Mobil pun melaju dengan kecepatan yang sedang lalu laju dengan kecepatan tinggi meinggalkan gedung Bighit Entertaiment. Pandangan keempat gadis itu tidak lepas dari gedung tersebut hingga gedung itu tak terlihat. Mereka pun di pulangkan satu persatu kerumah mereka.
Namun kini perjalanan mereka yang sesungguhnya dimulai.
!START!
Trims udah baca! Ini aku remake soalnya yang kemarin nggak begitu nyambung sama cerita yang aku buat sesungguhnya. Ini aku mulai dari prolog.. updatenya mungkin agak lama karna aku punya kesibukan di sekolah..
Jangan lupa di voment share
1 vote = 1 support
Makasih..
FIGHTING!
YOU ARE READING
Become Idol?
Non-FictionMenceritakan keseharian Park bersaudara yang memiliki keyakinan untuk menjadi sukses. Jinna salah satunya. Ia berusaha supaya ia dapat menjadi sukses dengan kerja kerasnya sendiri. Jalan menuju kesuksesan tidaklah lurus, kita harus melewatinya denga...
