Prolog

104 7 0
                                        

Aroma embun basah memenuhi rongga hidungku,sangat sejuk dan jauh dari kebisingan kota.

Hay...perkenalkan....namaku Diva Nawala mungkin sedikit aneh jika di dengar,tapi kata ibuku dulu dia sangat menyukai nama itu hingga saat ibuku melahirkan seorang anak perempuan satu satunya dalam keluarga ku.

Aku memiliki seorang kakak laki laki dan seorang adik laki laki,saat di rumah aku sangat di sayangkan oleh ayah,jelas aku adalah putri satu satunya

Tapi walau aku putri satu satunya,ayah selalu mengajarkanku setiap kesederhanaan

Bagaimana hidup tanpa harus bergantung pada siapapun,karena kata ayah kita terlahir sendiri dan akan berjalan sendiri menuju yang lebih abadi dan kita harus siap pada kehidup ini

Ayah juga pernah cerita akan ada yang menggantikan nya menggandeng tanganku nanti,yang menjadi sandaran ku saat menangis.

Tok tok tok...
.
Tok tok tok tok
.
"Ka...bangun ka..."teriakan seorang anak kecil sekitar 7tahunan terdengar di pintu kamarku

"Ka udh siang kata ibu nanti kaka bisa telat"

Hening...

Tetap tak ada jawaban....

"KA HARI INI HARI SENIN ...cepetan bangun"teriakannya semakin meninggi dan memekakkan telinga.

Seketika aku langsung terbangun saat alaremku berbunyi...

Segera ku ambil jam beker itu dan kumatikan
'Ternyata sudah pukul' 06.15wib_

"Aaaaaa...aku kesiangan lagi"

Langsung kuraih handuk dan mandi sekenanya saja....

Aku bukan tipikal cewe yang ribet harus ini lah harus itulah,aku lebih suka sesuatu yang peraktis, simpel dan cepat.

Segalanya di kerjakansecara mendadak dan singkat.

Aku segera menghampiri meja makan sudah ada semuanya berkumpul menghadap piringnya masing masing.

"Hari ini aku berangkat pagi .....makanannya aku bawa aja yah Bu..."sambil memeluk ibu dari belakang,ibu yang tak menggubris karena sibuk menyiapkan makanan untuk ayah dan adik

"Kebiasaan deh kamu,sekali kali sarapan di rumah bareng bareng kan enak" ucap ayah memotong pembicaraanku dengan ibu

"Tapi yah....aku hari ini bawa kunci kelas dan jadwal piket aku harus berangkat pagi" dengan memasang muka melas agar di beri izin

"Iyah anak rajin mah, sibuk terus" ledek kak bayu kepadaku sambil menjulurkan lidahnya dan menatap usil.

"Yah udah...nih bekalnya,jangan lupa diabisin yah" ibu menghampiriku dan menyodorkan kotak nasi berwarna biru dengan motif panda di atasnya.

Setelah berpamitan dengan semuanya aku segera pergi dengan mengayuh sepeda biruku dengan keranjang di depannya

Seperti biasanya aku selalu pergi dengan sepeda biruku menyusuri taman dan jalan khusus pesepeda di sebelah kiri jalan.

Dan ....saat di pertigaan menuju sekolahku aku tak sengaja melihat kerumunan orang

'ada apa itu?' tanpa pikir panjang aku segera menghampiri.

Dan pemandangan apa ini? Baru saja beberapa menit yang lalu aku melihatnya....dan.....

Orang yang aku sayang...saat ini....

Terkulai penuh darah...

_________________________________
Hey...ini updatean aku yg pertama nih...mohon dukungannya yah...maaf kalo masih banyak typo atau msh...ga jelas jalan ceritanya....

Salam baca:)

Senja Kepada HujanDes histoires addictives. Découvrez maintenant