BAB I

25 1 0
                                        

Kring..krrinng...krriinnngggg

"Haduh, bising banget sih...masih ngantuk ni gue" katanya yang sedang berusaha mematikan jam weker dan melanjutkan tidurnya.

"Ya ampun ni anak, alarm dah bunyi masih aja molor" kata seorang wanita paruh baya adalah ibu gadis tersebut.

"yolan, bangun nak!!! Nanti kamu bisa telat kesekolah!" kata mamanya membangunkan yolanda sambil menarik selimut dari badan putrinya.

"bentar lagi mahh, yolan masih ngantuk!" jawab Yolanda yang biasa di panggil Yolan kembali menarik selimutnya. Karna melihat putrinya susah dibanguni akhirnya mamanya mengambil air dan mempercikkan ke muka putrinya.

"pa'an sih mah." Kata Yolan yang kesal atas perbuatan mamanya.

"kalau mama gak pakai cara itu kamu gak akan bangun yolan"kata mama dengan heran pada putrinya. "ayo, cepat mandi kamu mau telat pergi sekolahnya?" sambung mama menyuruh putrinya mandi.

"iiyah mahh.."jawab Yolan, lalu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.

30 menit kemudian Yolanda turun dari kamar menuju meja makan yang dimana mama dan papanya sudah berada disana untuk sarapan.

"Pagi Pa, Ma" sapa yolan pada Mama Papanya dengan mencium kedua pipi mereka.

"Pagi Juga Sayang" jawab mama papanya.

Mereka menikmati sarapan namun tiba-tiba bel rumah berbunyi. Bi Ratih pergi membukakan pintu.

"itu pasti Ryo" Sela yolan yang mengetahui siapa yang datang dan benar tak lama sosok Ryo muncul dan menyapa kedua orang tua yolan.

"Pagi om, tante"

"Pagi juga Ryo, ayo gabung. Kita sarapan bersama" ajak Ferdi Papa Yolanda.

"ohh, makasih om. Tapi Ryo udah sarapan sebelum kesini tadi" tolak Ryo karna memang dari rumahnya dia sudah sarapan.

"Yolan, cepat makannya donk nak. Kasihan Ryo nunggu lama" pinta Lina mama Yolan agar ia segera mennghabiskan sarapannya.

"iiyah mah" jawab Yolanda. Tidak butuh lama akhirnya Yolanda menghabiskan sarapannya dan meminum susunya. Ryo dan Yolan Pun lekas pamitan sambal mencium punggung tangan kedua kedua orang tua Yolan.

Tidak sampai 30 menit Ryo dan Yolan telah sampai di sekolah mereka SMA Harapan Jaya. Ryo memarkirkan motornya.

"huhh, untung kita gak telat. Kalau iiyah, gue gak bisa bayangin hukuman yang bakalan gue dapat dari Pak Herman" ucap Ryo. Pak Herman adalah guru BP di sekolah mereka. Ryo berjalan mendahului Yolan menuju kelas. Yolan berlari mensejajarkan langkahnya dengan Ryo.

"kalau lo telat, lo bakalan di suruh nyikat WC. Hahaha" timpal Yolan

"nyegir lagi lo. Kalau kita telat gue masih ada orang yang suka rela gantiin hukuman gue, nah lo?? siapa coba?". Jawab Ryo tak mau kalah.

"manfaatin aja tuh fans gilak lo tuh, kalau seandainya gue di posisi fans lo tuh gue gak bakalan mau gantiin hukuman lo !" Timpal Yolan juga tak mau kalah.

"dan untungnya mereka itu bukan lo" ucap Ryo berbalik sambil menunjuk Yolan dengan jari telunjuknya. Yolan mendengus mendengar perkataan Ryo dan menghentakkan kakinya kesal. Ryo masuk ke dalam kelas sambil tersenyum jahil. "RYO..." teriak Yolanda dan sukses membuat seisi kelas menatapnya garang namun Yolanda menghiraukan tatapan teman-temannya.

"Habisnya lo sarapannya lama banget, karatan gue nungguin lo tau" ucap Ryo langsung mendaratkan pantatnya di kursinya.

"jadi lo marah sama gue?" ucap Yolan dan mengikuti Ryo duduk di kursinya. Meja mereka bersebelahan.

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: Nov 27, 2018 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

Consciousness Of LoveBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin