Separuh Diriku? #1

35 12 0
                                        

Hai semua,,
Perkenalkan nama saya Sholeh Dirgantara. Disini saya akan share cerita atau karangan saya untuk kalian semua.
Selamat membaca.
Eps. 1

Namaku Shofi. Aku lahir di Jakarta, 26 Maret Tahun 2000. Saat ini aku duduk di bangku Sma swasta yang ada di kota tangerang.
Senin pagi aku datang ke sekolah pukul 6.15 pagi. Aku ke sekolah dengan naik ojek online. Setelah aku sampai di sekolah. Aku langsung pergi ke kelas lalu duduk dan mengambil handphoneku. Gak lama kemudian teman ku datang namanya Kian. Kian itu cowok yang suka hal-hal romantis, menurut ku. Dia orangnya pendiam, makanya aku tidak terlalu akrab dengannya soalnya aku juga pendiam hahaha. Setelah Kian duduk di bangkunya akhirnya aku mencoba menegur dia yaaa karena memang ada maunya.
"Kian, aku boleh minjem buku
sosiologi kamu gak?" aku berdiri dan menepuk pundaknya. Si Kian agak terkejut ketika aku panggil.
"Sebentar!" sahut nya.
"Nih" sambil ngulurin tangan dia kebelakang. Karena saat itu aku duduk dibelakangnya.
"Oke, aku pinjem dulu yah?" kemudian aku langsung duduk kembali dan mainin handphoneku.
"iya pake aja" sahutnya yang agak sedikit datar.

Setelah semua teman-temanku sudah pada datang dan situasi kelas juga sudah mulai ramai, akhirnya KBM bisa dimulai.

.....Bel berbunyi.....Tringg tringg
Waktu menunjukkan pukul 8.30 pagi, 1 mapel sudah kita lewati yaitu pelajaran Sosiologi. Saat itu aku langsung ngecek handphoneku lalu aku buka aplikasi whatsapp. Aku hanya ingin tau aja ada pembaruan atau kali aja ada yang whatsapp aku hehehe. Aku keenakan bermain handphone sampai-sampai guru masuk aku pun enggak tau. Kemudian ia langsung jalan kebelakang arah tempat dudukku. Karena aku gak dapet kode-kode dari temanku. Tiba-tiba dia mengambil handphone ku begitu saja.
"Guru dah dateng,,masih aja kamu mainin handphone kamu. Saya aja gak mainin handphone saya!" ucap dia sambil kesal.
"maaf bu, saya gak tau. Saya cuma buka whatsapp sebentar" jawab saya yang agak panik.
"pokoknya nanti kamu bisa ambil pas jam pelajaran ibu udah selesai" sahut nya. Kemudian langsung handphone milikku ditaruh di atas meja dia.

Dari belakang aku sedikit memperhatikan Kian kalau dia begitu cuek. Bahkan yang lain terhipnotis melihat ku dimarahi oleh guru, sedangkan dia begitu asik menulis sesuatu. Aku merasa panik dan takut kalau handphone milikku tidak bisa kembali dalam waktu cepat karena kalau ibu ku sampai tau dia bisa marah kepada ku.

BERSAMBUNG,,,

Separuh Diriku? Stories to obsess over. Discover now