"Jadi bagaimana? Anda yakin mau menanamkan saham anda pada saya?" pertanyaan itu terlontar dari mulut seorang lelaki yang duduk sambil menggenggam berkas berkas ditangannya.
"Iya saya yakin" hanya sepatah kata yang pria paruh baya itu ucapkan, sedikit keraguan di wajahnya.
" Anda tau kan resikonya? Kalau dalam waktu satu tahun ini saham anda tidak meningkat atau malah menurun bahkan hampir bangkrut, saya akan tarik semua saham yang anda miliki dan kerugian kerugian akan saya ambil dari semua asset pribadi yang anda miliki" tegas lelaki itu dengan matanya yang tajam.
"Iya, saya sudah mempelajari setiap resiko resikonya" jawab pria paruh baya itu.
"Oke kalau begitu silahkan ditanda tangan" lelaki itu menyerahkan dokumen dokumen tersebut.
"Sudah..." pria paruh baya itu menyerahkan kembali berkas tersebut.
"Oke, deal" mereka saling berjabat tangan, dan pria paruh baya itu keluar dari ruangan tersebut.
Pria paruh baya itu dengan segera menuju ke parkiran dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju kerumahnya. Sesampainya dirumah hanya raut wajah kosong yang dia perlihatkan. Jalan dan duduk di sofa santai di ruang kerjanya.
"Papa, kenapa kok lesu sekali?" Tanya wanita paruh baya yang datang menghampiri pria tersebut.
"Papa bingung ma, entah papa bisa melewatkannya atau tidak" Jawab pria tersebut.
"Pa, mama tau kondisi kita sedang buruk sekarang, tapi papa jangan takut, mama selalu dukung apapun yang terbaik untuk kita, mama tidak akan meninggalkan papa sedetikpun" jawab wanita paruh baya tersebut.
"Makasih ma, selalu berada saat papa dalam kondisi terburuk seperti ini" pria itu nampaknya sedikit tenang, sambil memejamkan matanya.
Terbayang bagaimana kesuksesan yang selalu dia miliki selama ini, bisnisnya yang selalu berjalan dengan lancar, kebahagian istri dan anaknya yang selalu dia penuhi, dia memiliki 1 putri sulung, KANAYA namanya, anak yang selalu dia manjakan, anak yang selalu dia turuti setiap kemauannya, anak yang tidak pernah dia lupakan walau sedetikpun, sekarang tujuan hidupnya bukan lagi bersenang senang dengan hartanya tapi bagaimana caranya agar anaknya tersebut selalu bahagia aman dan terjamin kehidupannya. Tapi sayangnya kehendak berkata lain, ya benar, roda selalu berputar, kini dia dalam ambang kebangkrutan, karna mempercayai teman bisnis yang salah. Semua hartanya sedikit demi sedikit menyusut. Bahkan sekarang dia harus bekerja sama dengan orang yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tahun demi tahun dia selalu menghindari orang tersebut, tapi kini mau tidak mau untuk mendapatkan investor dalam bisnisnya, dia bertekat memberikan sahamnya demi kelangsungan hidupnya. Baginya entah gagal ataupun berhasil urusan belakangan, yang penting dia harus mencobanya dulu.
"Papaaaaa........." seorang perempuan datang dengan senangnya yang berhasil membuat mata pria yang terpejam itu langsung terbuka.
"Kanaya, sudah pulang?" ucap pria tersebut sambil mengajak kanaya duduk di sampingnya.
"Iya, mama papa mau tau gak? Kanaya hari ini seneng banget" ucap kanaya sambil duduk di tengah tengah papa dan mamanya.
"Kenapa? Kamu kenalan sama cowok? Siapa orangnya?" rayu sang mama.
"Ihh... bukan ma, kanaya tuh hari ini seneng, karna hasil tugas kanaya ternyata lumayan memuaskan, hihihi..." jawabnya dengan nada manjanya.
"Lumayan? Kok lumayan? Papa kan maunya sangat memuaskan" jawab sang papa
"Kan papa sama mama bilang, apapun hasilnya yang penting usahanya dulu" jawabnya dengan bijak
"Wah... anak papa sama mama sudah dewasa sekarang ya" goda sang papa.
VOUS LISEZ
AGRESIF
Roman d'amour"Aku fikir bahwa aku tidak akan bisa mencintaimu, ternyata aku tidak bisa hidup tanpamu"
