1

14 1 0
                                        

Aliya Franda Alexander, itulah nama ku. Biasanya aku dipanggil Aliya. Aku anak tunggal di keluarga ku. Aku dari Bandung pindah ke Jakarta karena ayah ku dipindahtugaskan ke sana. Dan alhasil, di sinilah aku sekarang, di kota metropolitan.

" Aliya...bangun nak ini hari pertama kamu ke sekolah" mama membangunkan ku dari lantai bawah.

" Iya ma...ini juga udah bangun kok ".

Aku bersiap-siap buat ke sekolah baru ku tetapi terlebih dahulu aku sarapan bareng ayah dan bunda.

" Sayang... kamu sarapan dulu ya biar di sekolah nanti kamu semangat belajarnya."

Aku langsung menghabiskan sarapannya terburu-buru karena aku gak mau terlambat di hari pertama ku di sekolah baru, ya...walaupun aku gak telat bangun tapi you know lah jakarta macetnya parah banget.

"Untuk hari pertama kamu di sekolah baru, papa akan mengantarkan mu cuma untuk hari ini saja ya."

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban dariku.

At school

Sekarang aku berada di depan gerbang sekolah baru ku. Tak ada satupun yang ku kenal. Yang ada cuman murid-murid di sekolah ini yang ngeliatin ku. Aku mah cuek aja, tujuan utama ku disini bukan ngurusin mereka tapi buat sekolah dan belajar yang bener. Dan yang harus ku lakuin pertama adalah mencari ruangan kepala sekolah. Tapi masalahnya aku gak tau letak ruangannya dimana. Gak ada yang prihatin juga sama aku. Oke udah aku cap di sekolah ini muridnya pada gak peka ;(
Tiba-tiba ada salah satu murid yang menabrak ku.

"Eh...maaf ya aku gak sengaja soalnya lagi buru-buru. Kamu....anak baru ya??? Kenalin aku Kesya, kamu pasti gak tau dimana letak ruangan kepala sekolahnya kan? Ayo aku antar kamu kesana."

Ajak Kesya orang yang baru aku kenal dengan penuh semangat dengan menarik tangan ku. Ok... frist impression aku ke dia adalah dia orangnya cerewet dan hiperaktif banget.

"O iya...nama kamu siapa? Kamu dari tadi belum bilang namamu dan kayaknya kamu orangnya gak banyak ngomong ya... :) ," Tanyanya dengan penuh semangat.

"Oh...maaf aku emang pendiam orangnya. Nama ku Aliya Franda Alexander. Panggil aja Aliya."

"Oh...ok Aliya, dan ini ruangan kepala sekolahnya. Aku harap kita sekelas ya...bye bye."

Aku hanya membalasnya dengan melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya. Dan setelah itu aku masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dan mengurus beberapa berkas. Setelah itu aku dipertemukan dengan salah satu guru yang bernama Buk Resty yang bisa ku tebak dia sebagai wali kelas ku.

Aku dituntun oleh Buk Resty ke kelas XI Mipa 1, dimana kelas yang akan menjadi tempat ku belajar selama berada di sekolah ini.

"Oke anak-anak, sekarang kita kedatangan murid baru. Silahkan kamu memperkenalkan diri kamu kepada teman-temanmu." Perintah Buk Resti kepada gue.

"Hai teman-teman, perkenalkan nama aku Aliya Franda Alexander. Biasa di panggil Aliya. Salam kenal."

"Oke...sekarang kamu duduk di sebelah Kesya, yang bernama kesya harap angkat tanggan," Perintah Buk Resty.

Aku pun berjalan ke arah bangku Kesya. Kesya menyambut ku dengan senyuman yang lebar.

"Hei...gak nyangka ya kita sekelas," ucap kesya dengan hati yang bergembira. Aku pun juga gak nyangka bakalan sekelas sama dia. Disela-sela itu, aku melihat seorang siswa duduk di pojok belakang yang tertidur.

"Oke anak-anak, sekarang buka buku Biologi halaman 38."

SKIP

"Baik anak-anak, sampai disini dulu pelajaran kita. Sekarang kalian boleh istirahat. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya," penutup Buk Resti.

Semua murid berhamburan ke luar kelas menuju ke kantin karena makanan disana sudah menunggu para murid yang sudah kelaparan :v .

"Liya...ke kantin yuk. Oh iya kenalin dia Yura, temen aku dan sekarang dia juga temen kamu," katanya sambil memperkenalkan Yura kepada ku.

Aku cuman tersenyum untuk membalasnya.

"Yuk kekantin, nanti kantinnya rame lagi." Ajaknya.

Aku dan Yura cuman mengangguk. Selama di perjalanan menuju kantin, Kesya tak henti-hentinya bercerita dan membuat kami tertawa. Dia sangat konyol sekali. Setiba kami di kantin, aku terkejut karena kantin benar-benar rame udah kayak pasar aja. Kami memilih tempat kosong yang berada di pojok atas paksaan ku karena hanya itu tempat satu-satunya yang kosong. Aku duduk di samping Kesya dan Yura duduk di depan ku.

"Kalian mau pesen apa? Biar aku yang mesenin," tawar Yura.

"Aku mau pesen batagor sama es teh, kalo kamu liya?."

"Aku samain aja."

"Oh...oke, aku pergi mesen makanan dulu ya," kata Yura.

Kita hanya mengangguk saja. Sambil menunggu makanannya, aku dan Kesya bercerita berbagai macam topik. Tiba-tiba ada suara keributan, cewek-cewek pada teriak kepada yang gak aku ketahui. Kesya pun ikutan berteriak. Dan tanpa ku sadari Yura sudah di sini sambil membawa pesenan kami yang ikut berteriak juga.

"Eh...kenapa sih kalian berteriak? Emangnya ada apa?" tanya ku dengan penuh keheranan.

"Itu... si cassanova SMA Nusa Bakti udah datang, ganteng banget anjir..."kata Yura dengan mata yang berbinar-binar.

Aku cuman ber oh ria karena aku gak tau siapa cassanova di sini dan aku memutuskan untuk memakan batagor yang udah sedikit dingin ini. Saat aku sedang makan, ada sekelompok cowok yang menghampiri ke arah meja kami.

"Minggir...," perintah salah satu dari mereka dengan sangat dingin.

'Hello...kita yang dapet tempatnya duluan dengan penuh perjuangan dan mereka ngusir kita??? Enak banget tuh orang.'

"Ogah, kita yang dapet duluan ni tempat. Enak banget kalian ngusir-ngusir kita," jawab ku dengan penuh penolakan.

Kesya menyenggol lengan ku seperti ingin memberi kode kepada ku. Otomatis aku menoleh ke arah Kesya.

"Ngapain kamu ngomong kayak gitu Liya?" bisik Kesya.

"Emangnya kenapa? Toh betul kan kita yang dapet duluan," kata ku dengan sedikit emosi.

"Udah lah, kita ngalah aja daripada kita dapat masalah," ajak Kesya sedikit berbisik dengan paksaan.

Dengan terpaksa kami pun pergi meninggalkan kantin menuju kelas dengan makanan yang kami pesan yang masih tersisa.

AT CLASS

"Kamu kok berani amat ngomong kayak gitu ke mereka? Kamu gak takut emangnya?" tanya Yura.

"Emangnya kenapa sih kita harus mengalah sama cowok-cowok itu, setau aku ya yang biasanya mengalah itu cowok bukan cewek," kata ku dengan sedikit emosi.

"Gini ya, aku ngelakuin gitu demi kita juga. Aku gak mau punya masalah sama tu anak," jelas Kesya.

"Emangnya kenapa? Kalian takut sama mereka? Toh mereka juga manusia kan, sama-sama makan nasi."

"Kamu gak tau siapa mereka?"

Dengan polosnya aku menggelengkan kepala.

"Ya mana aku tau lah, aku kan baru sehari di sekolah ini. Aku aja belum keliling-keliling liat fasilitas apa aja yang ada disini. Jangankan toilet, kantin aja aku baru tau tadi."

"Eh iya ya, aku lupa," jawabnya dengan cengiran khasnya.

"Ok, sekarang kita bakalan kasih tau kamu siapa dia. Nama dia itu
.
.
.
.
Lucas.... Lucas Mahesa Adijaya."









Hallo....ini pertama kalinya aku buat cerita. Dan maaf ya kalo ceritanya agak absurd, mungkin bukan agak ya tapi memang absurd😂.
Semoga kalian suka ya sama ceritanya.....

Salam manis dari saya😊😊







Vous avez atteint le dernier des chapitres publiés.

⏰ Dernière mise à jour : Feb 15, 2020 ⏰

Ajoutez cette histoire à votre Bibliothèque pour être informé des nouveaux chapitres !

MY POSSESSIVE COOL BOYDes histoires addictives. Découvrez maintenant